Wakil Rakyat Pecas Ndahe

September 16, 2009 § 87 Komentar

dprMenjelang akhir masa jabatannya, Dewan Perwakilan Rakyat ngebut menyelesaikan sejumlah rancangan undang-undang. Di antara rancangan itu ada yang telah diputuskan di rapat paripurna menjadi undang-undang, misalnya Undang-Undang tentang Perfilman Nasional.

Tapi kontroversi mengikuti keputusan itu. Selain isinya yang dianggap sangat mengekang kebebasan berekspresi, sehingga diprotes pelbagai kalangan, undang-undang disahkan oleh hanya sebagian kecil wakil rakyat. Kurang dari 70 orang. Jumlah ini jelas sangat kurang dari kuorum. Sah secara tata tertib, tapi rasanya kurang legitimasi.

Dua undang-undang lagi, RUU Rahasia Negara dan RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, menanti giliran berikutnya. Dua-duanya juga dinanti dengan harap-harap cemas karena juga kontroversial.

Dalam situasi yang memprihatinkan seperti ini, saya jadi ingat sebuah lagu lawas Iwan Fals, Surat Buat Wakil Rakyat, album Wakil Rakyat, 1987.

Begini syairnya …

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana … di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana … di gedung DPR

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Saya juga merasa prihatin pada kinerja pemerintah yang ikut berperan melahirkan undang-undang kontroversial itu. Seandainya kita punya aparat yang lebih kompeten, barangkali usulan undang-undang yang masuk ke DPR pun juga lebih baik. Saya jadi merasa bersalah ikut memilih pemerintahan ini …

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean pernah menonton jalannya sebuah sidang di DPR?

Iklan

Tagged: , , , , ,

§ 87 Responses to Wakil Rakyat Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wakil Rakyat Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: