Omni Pecas Ndahe

Mei 28, 2009 § 199 Komentar

Seorang perempuan masuk penjara gara-gara menulis keluhan lewat e-mail. Teror untuk mereka yang mengeluhkan buruknya layanan perusahaan, rumah sakit, organisasi?

pritaOalah. Ada apa gerangan? Bagaimana asal muasal perkara ini?

Koran Tempo hari ini memberitakan ada seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari yang dibui Prita Mulyasari, ibu dengan dua anak, ditahan sejak 13 Mei 2009 di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Internasional Omni, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Prita, warga Vila Melati Mas Residence, Serpong, itu divonis terbukti melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang isinya, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Kenapa dia dianggap mencemarkan nama baik? « Read the rest of this entry »

Mumbai Pecas Ndahe

November 30, 2008 § 37 Komentar

Peluru tak bermata karena itu dia tak bisa membedakan antara kawan atau lawan. Begitu juga tak setiap bom bisa membedakan anak yang menangis atau bapak yang tengah mencari sesuap nasi. Tak setiap bom membinasakan batas antara yang bersalah dan tak bersalah.

Tapi zaman berubah. Pernah ada masanya, dulu, ketika seorang panglima bahkan melarang para prajuritnya merusakkan pohon-pohon. Yang sipil, tak berdaya, dibiarkan, walaupun mereka di pihak lawan. Yang tak mengangkat senjata dilindungi.

Dan ternyata zaman berubah dengan cepat, dengan ganas, sedih — seperti di Mumbai, Rabu malam lalu. Bagaikan kawanan serigala kelaparan, segerombolan orang bersenjata merangsek sejumlah tempat di jantung bisnis India itu.

Gerombolan itu menyiramkan peluru dan melempar granat. Dalam sekejap jasad-jasad pun bergelimpangan berlumuran darah di lantai restoran, di selasar hotel, di emperan peron stasiun.

Atas nama siapakah mereka berlaku kejam? Agama? Negara? Keyakinan? Teror atau senang-senang belaka? « Read the rest of this entry »

Teror Pecas Ndahe

November 3, 2008 § 54 Komentar

Bom melahirkan teror. Dan ketakutan pun tak punya persembunyian lagi di abad ke-20.

***

headline koran tempo hari ini

Sarapan bersama Paklik Isnogud pagi ini membuat perasaan saya campur aduk, antara senang dan galau. Senang karena setelah berpekan-pekan tak bersua dengannya, akhirnya saya bisa menghabiskan waktu berdua lagi dengan Paklik di meja makan.

Tapi kami juga terpaksa menelan galau karena setiap suap nasi yang disendok berlauk berita-berita pagi yang muram.

“Lihat saja headline koran ini, Mas,” kata Paklik sambil memperlihatkan sampul depan sebuah koran yang memajang wajah Amrozi, Muklas, dan Imam Samudera — trio bomber Bali itu.

Saya tersenyum kecut. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with teror at Ndoro Kakung.