Telepon Pecas Ndahe

Februari 9, 2010 § 63 Komentar

Bagaimana menangani telepon dari customer service yang menjengkelkan itu? Bagaimana menolak tawaran mereka dengan sopan?

Saya belajar mengenai urusan itu dari postingan @imanbr di Twitter tadi. Meski dia sangat kesal, jengkel setengah mati setelah berkali-kali ditelepon bank yang menawarkan kredit dan segala macam layanan lainnya, Iman paham benar bagaimana melayani mereka. Dia bahkan memberi sedikit sentuhan humor.

Bank: dng Pak Iman?

Jawab: dari mana?

Bank: ANZ

Jawab: salah sambung

Bank: tp data kami..

Jawab: kalau dari bank pasti salah sambung

Saya ngakak membaca potongan percakapan itu. « Read the rest of this entry »

Ginjal Pecas Ndahe

Juni 26, 2008 § 23 Komentar

Dijual cepat: sebuah ginjal milik seorang pria sehat. Harga Rp 80 juta (boleh ditawar).

Saya mendengar penawaran yang tak lazim itu di acara Pagi-Pagi yang diasuh Poetri Soehendro dan M. Rafiq di iRadio, Jakarta, dalam perjalanan ke pabrik pagi ini. Penjualnya Indra, warga Bekasi.

Dalam hati saya membatin, edan! Kenapa Indra menjual salah satu ginjalnya? Apakah dia tak mencemaskan kesehatan tubuhnya?

Dalam wawancara dengan kedua penyiar itu, Indra mengisahkan kenapa ia mengambil keputusan yang nekat itu. Indra terpaksa menjual salah satu ginjalnya lantaran bisnis jual-beli handphone yang dijalankannya bangkrut. Ia lalu terbelit utang Rp 29 juta. Utang sudah jatuh tempo dan sang debitur mengejar-ngejar Indra, dengan pelbagai ancaman.

Karena tak punya harta berharga yang bisa dipakai untuk menebus utang itulah, apalagi istrinya tengah hamil muda, Indra akhirnya berniat menjual benda yang masih dimilikinya, organ ginjal. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with utang at Ndoro Kakung.