Ginjal Pecas Ndahe

Juni 26, 2008 § 23 Komentar

Dijual cepat: sebuah ginjal milik seorang pria sehat. Harga Rp 80 juta (boleh ditawar).

Saya mendengar penawaran yang tak lazim itu di acara Pagi-Pagi yang diasuh Poetri Soehendro dan M. Rafiq di iRadio, Jakarta, dalam perjalanan ke pabrik pagi ini. Penjualnya Indra, warga Bekasi.

Dalam hati saya membatin, edan! Kenapa Indra menjual salah satu ginjalnya? Apakah dia tak mencemaskan kesehatan tubuhnya?

Dalam wawancara dengan kedua penyiar itu, Indra mengisahkan kenapa ia mengambil keputusan yang nekat itu. Indra terpaksa menjual salah satu ginjalnya lantaran bisnis jual-beli handphone yang dijalankannya bangkrut. Ia lalu terbelit utang Rp 29 juta. Utang sudah jatuh tempo dan sang debitur mengejar-ngejar Indra, dengan pelbagai ancaman.

Karena tak punya harta berharga yang bisa dipakai untuk menebus utang itulah, apalagi istrinya tengah hamil muda, Indra akhirnya berniat menjual benda yang masih dimilikinya, organ ginjal.

Saya terpana mendengar kisah itu. Seorang lelaki muda, kepala rumah tangga, yang hendak bertanggung jawab pada keluarganya, terpaksa menempuh jalan kehidupan yang sulit. Di simpang jalan, sekarang dia harus mengambil keputusan yang tak mudah, dan mengandung risiko hukum.

Hukum Pidana kita melarang transaksi organ manusia. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun dan denda Rp 40 juta. Saya tak tahu apakah Indra paham urusan ini. Mungkin tidak.

Indra mungkin sekadar mencoba mengelak, atau bertahan, dari jeratan masalah yang menelikungnya. Sayang, dia belum beruntung. Tapi, mungkin ini soal waktu. Siapa tahu suatu hari ke depan, ada orang yang bersedia membantu Indra lepas dari utangnya itu.

Adakah sampean punya tawaran yang lebih baik, Ki Sanak?

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampean masih punya utang hari ini?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 23 Responses to Ginjal Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ginjal Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: