Zaskia Pecas Ndahe

Juni 26, 2008 § 89 Komentar

Adakah yang salah dengan perempuan berjilbab yang merokok? Bagaimana jika yang melakukannya seorang artis masyhur papan atas seperti Zaskia Adya Mecca?

zaskia merokok
[foto entah oleh siapa dan milik siapa, saya cuma pinjam dari Udin]

Entahlah, saya bukan hakim, pendeta, kiai atau ulama yang biasa mengeluarkan fatwa tentang ini dan itu. Kalau pemeran utama sinetron Munajat Cinta itu merokok, ya silakan saja. Mau sebatang kek, sebungkus kek, itu urusan dia, bukan urusan saya.

Lalu apa masalahnya? Apakah para penggemar Zaskia protes? Ya ndak tahu. Saya cuma ingat, Paklik Isnogud pernah bercerita perihal kemasyhuran dan pencitraan.

“Kemasyhuran itu pembeku, Mas,” demikian Paklik pernah berkata. Tentu saja ia menyitir ulang tulisan Jerry Rubin, orang Amerika, tokoh gerakan anti-perang Vietnam pada 1960-an.

“Masalah yang timbul dengan kemasyhuran ialah kita jadi beku di dalam satu kerangka. Seorang yang termasyhur harus mau menukar kehidupan pribadinya dengan terpeliharanya gambaran dirinya menurut publik. Ia menghabiskan waktunya berjam-jam mencemaskan citranya sendiri.

Dengan menjadi terkenal itu berarti orang berharap kita lebih dari manusia biasa. Kita jadi lambang bagi beribu-ribu orang lain. Itu satu hal yang menyenangkan, tapi juga makin lama makin meresahkan.”

Adakah Zaskia resah? Apakah ia mencemaskan citranya setelah fotonya yang tengah merokok dipublikasikan? Berubahkah kesan sampean sekarang terhadap Zaskia?

Iklan

Tagged: , , , , , , , , ,

§ 89 Responses to Zaskia Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Zaskia Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: