Wimar Pecas Ndahe

April 2nd, 2007 § 25 Komentar

Aksi bredel kembali menimpa sebuah acara di televisi. Kali ini yang ketimban apes adalah Wimar Witoelar, host acara bincang-bincang [talk-show] Wimar’s World di JakTV.

Kabar sangat gres ini saya dapat dari blog sebelah, tulisan Budi Putra dan mendapat konfirmasi dari blog perspektif (update).

Di blog sebelah itu Budi mengabarkan bahwa program Wimar’s World dihentikan tayangannya di JakTV mulai Rabu pekan ini.

Kenapa tayangan yang katanya mendapat rating tinggi (nomor 2) di stasiun itu dihentikan?

“Mungkin ada yang tidak nyaman dengan komentar-komentar saya. Tapi, sebagai pekerja TV, saya harus menghormati keputusan pimpinan stasiun yang menghentikan. Mungkin mereka juga tidak berdaya.” — Wimar Witoelar

Tentu saja insiden ini agak mengherankan mengingat kontrak talk-show ini, kabarnya, sudah sejak lama dijanjikan bakal diperpanjang. Bahkan, sudah direncanakan pembuatan billboard acara Wimar’s World untuk dipasang sederet billboard acara top lainnya di stasiun televisi yang berlokasi di kawasan SCBD Sudirman.

Ah, banyak yang aneh di republik ini. Simpati saya untuk Bang Wimar. Tetap semangat, Bang!

§ 25 Responses to Wimar Pecas Ndahe

  • cyn mengatakan:

    halah.. sbg penggemar WW tentunya sedih.. :-(

    klo ga nyaman dengan komen2nya WW knp ga bikin acara tandingan? hehehehe

  • abi_ha_ha mengatakan:

    Masih bisa tho bredel-bredelan? Kaya jaman Mbah Kung saya saja. Malah masih mending Mbah Kung, biar seneng mbredel tapi masih bisa loh jinawi beras sama elpiji.
    Mbah Kung… aku kangen.

  • [...] Wimar Pecas Ndahe [Ndorokakung] [...]

  • mathematicse mengatakan:

    Kok gitu sih? Katanya sudah lebih baik drpd jaman dulu = jaman orba?

  • mbahatemo mengatakan:

    “bredel”.. medeni banget, mas ndoro!
    sudah valid sbg belum tuh? jangan2 jaktipi dah gak kuat lagi ngangkat honornya WW..

  • mbahatemo mengatakan:

    wakss.. kehapus..
    maksute, “sudah valid sbg pembredelan belum tuh?”

  • thuns mengatakan:

    sepertinya sejak presiden & pemerintahan yg baru ini bener2 dikembalikan ke orde baru (minus harga barang tentunya)…

    otoriter seperti orba… tapi ekonominya semakin ####### (*isi sendiri deh)

  • balak6 mengatakan:

    Soalnya Wimar’s World bakalan diganti sama AndyMalarangeng’s World…..

    *bukannya Wimar antek2nya GusDur..??*

  • pitik mengatakan:

    wah..sik usum to breidel-membreidel itu ndoro?

  • Herman Saksono mengatakan:

    Turut prihatin. Sudahlah besok tidak usah vote pemerintah yang otoriter semacam ini.

  • ndahmaldiniwati mengatakan:

    kelompok masyarakat paling parno sebenernya adlh militer. mgk krn biasa trbiasa satu barisan, satu suara, satu seragam jadi semuaaaaaaaaaaa dituntut satu suara. Speechless:(

  • kuya mengatakan:

    Pernah nonton sekali, kesannya WW kok suka “menelanjangi (menyerang)” nara sumber.
    Seakan-akan kalau tidak memakai kata-kata sinis, ada yang kurang buat bung WW.
    Dulu waktu di TVRI menarik, sekarang mah ngebosenin, bisanya nyinyir melulu, waktu WW di daerah kekuasaan juga tidak terlihat ada hasil yang konkret.
    Buat saya, mau ada kek, mau di bredel kek, toh intinya saya tidak(akan) nonton acara WW.
    Mendingan nonton TUKUL (4 Mata), buat bung WW, mendingan banting setir aja bikin talkshow dagelan, siapa tahu bisa menarik.

  • anima mengatakan:

    siyal, blm nonton udah ga tayang :|

  • firman firdaus mengatakan:

    yah, tapi siapapun kan udah tau siapa bung WW itu? sekelas juga kan sama bapak ganteng berkumis nan elegan yang sekarang ngendon di istana?

    podo ae lah kang…pengamat yang berubah jadi pemanut begitu dapet kursi…

    hussyyy…

  • Junkerz side B mengatakan:

    mungkin beberapa kritiknya tidak dikemas dg baik…toh orang ‘Timur’ tetep nerima dikritik jika kemasannya baik, meski kritik sepedas apapun..

    cmiiw…miaw..

  • Panjul mengatakan:

    jangan-jangan yang dikritik nggak ngarti… jadi dari pada ga ngarti mendingan kaga ada tuh acara…

  • Wira mengatakan:

    siapa sih pejabat yang tersinggung / ditelanjangi?

    perasaan acaranya tidak keras deh.

  • venus mengatakan:

    kayak mbalik ke jaman dulu ya, ndoro? salah omong dikit, tangkap. salah nulis dikit, bredel. ampun dah :(

  • Ahmad Dzikir mengatakan:

    Sedih aku rek..

  • Biho mengatakan:

    Apa dan siapa sih yang nggak bisa di BREDEL?

  • Bolobo mengatakan:

    aahhh, mending diganti infotainment aja. Lebih nyinyir dan hot, apalagi presenternya centik centik, ndhak kribo+kacamata botol.

    Ngapain sih pusing pusing mikirin yg berat berat, kan udah stress hidup di Batavia ne, bisa bisa “pecah ndase”.

  • bagong mengatakan:

    wis tho yo rak opo2 gawe panggon liyane kan iso.

  • Hejis mengatakan:

    Mungkin sama2 breidel spt mbah To. Tapi kan sekarang WW masih bisa ngamen di tempat laen. Zaman mbah To sekali dibreidel jangan harap bisa mencari hidup di Indonesia lagi. Kiranya gak usah dibesar-besarkan ya…

  • [...] This post was mentioned on Twitter by Ndoro Kakung, wimar. wimar said: Terima kasih Mas Wicak RT @ndorokakung: @claralila @St_Aboe @benhan @indiratantri @arma1da @wimar silakan baca juga http://bit.ly/herETY [...]

  • I like Your Article about Wimar Pecas Ndahe Ndoro Kakung Perfect just what I was searching for! .

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wimar Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 316 pengikut lainnya.