Lompat ke isi

Kebangkitan Pecas Ndahe

Mei 20, 2008
oleh Ndoro Kakung

Hari ini, seratus tahun yang lalu, Dr. Sutomo bersama sejumlah mahasiswa STOVIA mendirikan sebuah perkumpulan yang disebut Budi Utomo. Apa yang membuat perkumpulan ini dibikin?

Setahun sebelumnya, konon, seorang dokter dengan suara yang melodius sengaja datang menemui para mahasiswa STOVIA itu. Ia mengimbau agar para calon dokter bumiputra itu bekerja mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak muda Jawa, agar mereka yang cerdas dapat masuk ke lembaga pendidikan Belanda.

Dokter sepuh itu adalah Wahidin Sudirohusodo, seorang priyayi dengan wajah yang damai dan sikap yang arif.

Di kemudian hari, Wahidin, Sutomo, juga Cipto Mangunkusumo dan kakaknya, Gunawan, dikenal sebagai tokoh-tokoh pergerakan Indonesia — lambang kebangkitan nasional.

Seandainya mereka masih hidup sekarang, entah apa yang akan mereka katakan dan lakukan ketika melihat Indonesia yang modern, tapi rakyatnya masih banyak yang miskin dan tingkat pendidikannya belum merata. Banyak gedung sekolah yang reyot, bahkan ambruk, dan muridnya paria.

Hari ini kita mengingat kembali berdirinya Budi Utomo, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dengan bangga dan prihatin.

Merdeka!

18 Komentar leave one →
  1. Mei 20, 2008 1:56 am

    100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, seharusnya bukan Kebangkrutan Nasional….

  2. Abihaha tautan tetap
    Mei 20, 2008 2:33 am

    Apalagi kalau lihat foto artikel sebelumnya itu ya ndoro.
    Kira-kira mereka bilang apa…

  3. Mei 20, 2008 3:04 am

    ngaturi uningo ndor, mboten sok keminter lhe.. ampun duka..

    “Merdeka !” niku lak nggi pitulasan… lha nek ngge kebangkitan nopo mboten “BANGKIT!” .. mekaten ?

    @Abihaha
    lha mereka yg bakal teriak.. merdeka :P ( sorry ga berniat offending pekik 17-an lho.. sarkasme saja.. )
    *kalo politikus kita ini kayak pejuang kemerdekaan rakyat gabakal susah deh..

    yg patriotik kayak pejuang kemerdekaan sekarang ini lak cuman blogger to? ;) >:)

  4. Mei 20, 2008 7:43 am

    merdeka juga lah…. *ga tau merdekain apa*

  5. Mei 20, 2008 10:40 am

    Mungkin resensi dari sebuah buku berjudul “Seabad Kontroversi Sejarah” ini juga patut dibaca ketika sedang merayakan kebangkitan nasional yang mana semua harga-harga termasuk BBM juga akan bangkit ini :D

    http://www.panyingkul.com/rssview.php?id=480

  6. Mei 20, 2008 11:03 am

    iya ndoro kapan ada lagi orang2 seperti mereka, ndoro terus berjuang seperti mereka

  7. Mei 20, 2008 1:12 pm

    ngomong2 stovia, saya pernah masuk ke situ, dan lucunya tiket masuk cuma 250 perak, dan saya bertiga adalah satu-satunya pengunjung di tempat itu, padahal hari itu adalah hari libur.

  8. kentuz tautan tetap
    Mei 20, 2008 1:13 pm

    He eh….seratus tahun setelah BU..njur BBM naek..
    opo2 naeekkk…korupsi jg naeekk..
    Signifikan to???

    Nur mau dikemanain bangsa ini…blaiiik
    Duh Gusti..
    Nyuwun pangapunten

  9. Mei 20, 2008 1:19 pm

    mengenang dengan bangga dan prihatin :d tepat!

  10. Mei 20, 2008 3:14 pm

    Kita masih bisa bangga dengan Indonesia ! Hiduplah Indonesia Raya !

  11. Mei 20, 2008 4:43 pm

    saya setuju sama dosen muda di kortem minggu kemaren, kebangkitan nasional harusnya tiap hari, jangan cuma setahun sekali…soalnya orang kita pelupa :D

  12. Mei 20, 2008 8:28 pm

    Saya masih bangga dan perihatin dengan indonesia juga….
    Tapi merdeka!!!

  13. Mei 20, 2008 11:47 pm

    Saya jadi mikir, kenapa acara Kebangkitan Nasional kali ini dibikin meriah banget di Senayan ya ?

    Apa karena 100 tahun peringatan atau sekadar memberikan “awalan” sebelum BBM betul-betul dinaikkan?

    Ah!

  14. Mei 21, 2008 7:08 am

    saya tetap op-tim-is..

  15. Mei 21, 2008 8:51 pm

    Saia setuju dgn Mas Kopdang,,,
    Saia tetap optimis…
    Seperti slogan yg baru dipopulerkan SBY..
    Indonesia Bisa!
    Salam kenal…

  16. Mei 22, 2008 7:45 pm

    Bagi saya, kebangkitan nasional itu sebuah proses dan tonggaknya tak bisa disederhanakan dengan menetapkan tanggal tertentu dari seubah momen tertentu, dari perkumpulan tertentu.

    Hanya saja, ketika sekalipun seabad kebangkitan nasional dirayakan dengan megah, tapi sebagian besar orang sudah tidak lagi merasa tergugah, pastinya ada masalah dengan konstruksi tentang bangsa, setidak-tidaknya tentang kebangkitan bangsa

  17. Mei 28, 2008 5:43 pm

    hadiah satu abad kebangkitan nasional : BBM BANGKIT!
    hadiah terindah, ya Ndoro..

Lacak Balik

  1. Kebangkitan Indonesia berawal dari pendidikan | DuniaAnda.com

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS