Lompat ke isi

Obama Pecas Ndahe

Januari 21, 2009
oleh Ndoro Kakung

Krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya — Barack Husein Obama.

Dini hari itu, di batas antara malam yang sudah tak bisa disebut malam lagi, dan pagi yang belum datang, saya melihat lelaki itu berdiri gagah di atas mimbar. Parasnya berseri-seri, penuh percaya diri.

Jutaan mata menatap ke arahnya, termasuk saya yang menikmati penampilannya lewat layar kaca.

Dia Barack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Rabu dini hari itu, ia dilantik dan mengucapkan sumpah. Setelah itu, ia menyampaikan pidato resmi pertamanya setelah dilantik.

Saya terkesima oleh orasinya yang penuh optimisme. Saya tersihir oleh semua bahasa tubuhnya tenang tapi begitu meyakinkan.

Kata demi kata, mengalir lancar dari mulutnya. Setiap kalimatnya seperti mantra bagi rakyat Amerika, dan para pengagumnya di seluruh dunia.

Untuk mengenang dan merawat apa yang dikatakannya, saya tayangkan lengkap isi pidato Obama dalam bahasa Indonesia di sini. Semoga bermanfaat.

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerja sama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.

Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan di masa kemakmuran dan di masa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk. Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena ketrampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.

Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi orang Amerika yang sekarang ini.

Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.

Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika – kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.

Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.

Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada ketakutan, kesatuan tujuan ketimbang konflik dan pertentangan.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.

Negara kita masih muda, dengan meminjam kata-kata dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.

Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja-keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak-tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat barang-barang baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.

Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.

Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.

Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.

Lelaki dan perempuan ini terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.

Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.

Karena ke mana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini akan kita lakukan.

Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita – dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.

Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menyita waktu kita – tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya – ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya – supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur – karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.

Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.

Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.

Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.

Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.

Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan, dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.

Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.

Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah dengannya.

Seraya kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi – semangat inilah yang harus ada pada kita semua.

Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kelak akan menentukan nasib kita.

Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung – yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme – semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggungjawaban yang baru – suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.

Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.

Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita – pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.

Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita– mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60 tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.

Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua rakyat Amerika:

“Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan – bahwa kota dan negara, waspada akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya.”

Amerika, dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.

87 Komentar leave one →
  1. Januari 21, 2009 5:00 pm

    baik versi bahasa inggris atau indonesianya kok sama2 ndak nyebut2 palestina ya, pak ndoro?

    mungkin dia sengaja menghindari komplikasi. mungkin oleh sebab lain. saya ndak tahu.

  2. Januari 21, 2009 5:02 pm

    Tetap Semangat

  3. Januari 21, 2009 5:06 pm

    semoga bukan hanya sekedar pidato

  4. Januari 21, 2009 5:15 pm

    sudah lama AS nggak punya negarawan, Obama adalah jawaban. tapi soal timur tengah, obama pasti tunduk pada haluan kongres :)

  5. Januari 21, 2009 5:19 pm

    so be it …

  6. ricohsanusi tautan tetap
    Januari 21, 2009 5:31 pm

    belum ada bukti nyata, masih sebatas pidato..

  7. oktawiguna tautan tetap
    Januari 21, 2009 5:32 pm

    luarbiasa ada waktu ya mas buat nerjemahin sepanjang itu…

  8. Januari 21, 2009 5:37 pm

    15 menit ya klo ga salah?

  9. Januari 21, 2009 5:38 pm

    “Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati.”

    Cara baru macam apa yang mister Obama akan bikin, kita tunggu saja

  10. Januari 21, 2009 5:54 pm

    Layanan Ndoro Translate ini jauh sungguh lebih baik dari Google Translate…. :)

  11. Januari 21, 2009 6:04 pm

    kita tunggu apakah hanya sekedar wacana?
    wacana tanpa aksi adalah onani…

  12. oktawiguna tautan tetap
    Januari 21, 2009 6:10 pm

    beraksi sambil onani semoga hanya wacana

  13. Januari 21, 2009 6:20 pm

    menurutku.. pidato tentang palestina butuh waktu yang panjang, ga pas buat pidato pelantikan dia. apalagi mengingat pendukung israel di pemerintahan amerika banyak bener, mungkin itu berpengaruh, tapi toh obama menegaskan dia ingin hubungan antar agama semuanya dinamis., mungkin salah satu kesempatan pemberhentian perang di palestina :)

  14. Januari 21, 2009 6:20 pm

    Padahal doi agak grogi lho saat pengambilan sumpah. Lupa ama hafalan kayanya. :D

  15. Januari 21, 2009 6:31 pm

    obama yang cemerlang dan macan panggung. orator sejati. pidato sepanjang itu tanpa teks, dgn intonasi yang tepat di banyak titik.
    tapi kalau soal isi, ya standar formal seorang pemimpin baru lah.
    saya sih optimistis tidak, pesimistis juga tidak.

  16. Januari 21, 2009 6:37 pm

    Banyak yang bilang pidatonya “tidak seperti bagaimana seorang Obama berpidato.”

  17. Januari 21, 2009 6:57 pm

    jadi inget ndoro pidato di pesta blogger
    huehehehe….

  18. Januari 21, 2009 7:06 pm

    Bangsa Amerika hanya terdiri dari orang tdk percaya Tuhan dan penganut 4 agama saja ya….

  19. Januari 21, 2009 7:40 pm

    ikutan bersemangat saja lah..
    semoga obama bisa membawa perubahan yg berarti… *ngomong opo to aku iki*

  20. Januari 21, 2009 8:40 pm

    O-Allah, o-bama, o-ra elok, … o-amrik, o-indon, o-ndoro kakung, … o-ra wani neruske hehehe …

  21. Januari 21, 2009 9:11 pm

    edan tenan!
    nulis kok bisa sepanjang itu…
    lagi nganggur dan bete, apa memang karena otak Ndoro kelewat encer, ya?

    mbok aku diajari nulis begituan.
    ben bisa jadi redaktur, bisa ngrawut-nggrawut…

    (oh, betapa indahnya digrawuti sepekan sekali, sebab tak mungkin saban hari….)

  22. Januari 21, 2009 9:13 pm

    Amerika emang kelasnya beda banget ya ndoro..pidatonya makin membuat kita sebagai bangsa Indonesia terlihat kecil………..soalnya kita jadi membandingkan dengan pemimpin kita dan tingkah para elit dan partai saat ini….saya kok rasanya kayak “krupuk kena air”.
    Thanks atas translatenya…saya gak sempet nonton di CNN….soalnya lagi sibuk jadi pak camat gadungan…mampir ndoro..ada heineken ditempat saya…hiii

  23. Januari 21, 2009 9:18 pm

    Amerika untung besar punya presiden seperti itu, karismatis, pinter, semangat… semoga ora ming cocote wae…

  24. Januari 21, 2009 10:22 pm

    saya salut, pada pelantikan itu ndak ada yg ngambek kyk pemimpin kita :D

  25. Januari 22, 2009 12:15 am

    Sing aneh lha wong kok podo ngenteni america, mbok mergawe dewe dewe ben maju ! ojo tergantung karo amerika atau negara mana saja. Mari kita kerja keras di lingkungan terkecil kita oce !

  26. Januari 22, 2009 2:07 am

    eh bojoku ga puas ik, sama pidatonya pas inagurasi kmrn. ga spt yg diharapkan, semestinya bs lebih bagus drpd itu, katanya.

  27. Januari 22, 2009 3:13 am

    Semoga tidak mletho dan blero aja, Ndoro!

  28. Januari 22, 2009 4:08 am

    Semoga Obama membawa perubahan yang lebih baik bagi dunia dimasa depan.

  29. Januari 22, 2009 5:44 am

    Pidatonya bagus, tapihh maseh kalah bagus bila dibandingkan dgn pidatonya presiaden amrik gadungan di pilem Independece Day Ndor.

  30. Januari 22, 2009 6:30 am

    kok ndak pake kisanak ndoro….

    btw, saya suka dengan kalimat “Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan”….

  31. Januari 22, 2009 8:30 am

    iya ndak ada kisanak-nya…

  32. Januari 22, 2009 8:38 am

    modif dikit,,

    pidato presiden Indonesia tahun 2019, Billy Koesoemadinata :D

    “….Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Indonesia, semua tantangan ini akan kita hadapi…”

  33. Yessica tautan tetap
    Januari 22, 2009 8:46 am

    Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.

    (he…he… rupanya Obama tau Seperti inilah karakter2 pemimpin muslim. Suka menanam bibit konflik trus nyalahin Dunia Barat).
    Go Mr. President ! You know what you said.

  34. Januari 22, 2009 8:54 am

    *menunggu langkah konkrit selanjutnya* :)

  35. Januari 22, 2009 9:00 am

    Ketua MPR : Jangan Terlalu Berharap Pada Obama

  36. Januari 22, 2009 9:22 am

    kita lihat saja

  37. Januari 22, 2009 9:31 am

    kurang menggigit pidatonya mas ?

  38. Januari 22, 2009 9:57 am

    ndoro terima layanan translate juga kah ? mau duuunk hehehe..Thanks ndoro..mwwwuaaah.

    Buat yg berharap dia akan pidato sedahsyat di Grant Park Chicago ketika dia menang, tentu akan sedikit kecewa dengan pidato inagurasi kemaren, yang kalah dahsyat. Lah tapi harus dipahami, memang beda, he’s incharge now as a President, he’s not campaign anymore, so he should be more careful with what he says, coz his words are policies.. tapi Obama masih menginspirasi as usual..GBU Mr.President !

  39. Januari 22, 2009 9:58 am

    Semoga ndak kacang :mrgreen:

  40. Januari 22, 2009 10:41 am

    *jebule obama kie yo pinter boso endonesa yo kung*

  41. Januari 22, 2009 12:23 pm

    tetap ingin mendominasi :)

  42. Januari 22, 2009 12:48 pm

    WOW!!!

  43. inovasibisnistop tautan tetap
    Januari 22, 2009 1:31 pm

    Amerika tetap saja Amerika dengan liberalisme-nya,sekularisme dan kapitalisme.Ini bukan pesimistis tapi realistis.Selama 3 paham tadi masih jadi menu wajib negara adi daya itu,maka mau Obama atau siapa-pun kagak ngefek lah yaou……….

  44. dEn t0w0 tautan tetap
    Januari 22, 2009 1:37 pm

    BTW Obama jadi presiden AS, Indonesia kecipratan apa yah?? :P

  45. Januari 22, 2009 1:44 pm

    The new world order, may be..may be.. may be..

  46. Januari 22, 2009 2:39 pm

    gak ada yang bisa di banggakan dari orang atau bangsa amerika.

    percuma ndoro, saya bukan warga negara sana :(

  47. Januari 22, 2009 3:08 pm

    gud luck obama ;)

  48. Januari 22, 2009 4:08 pm

    Bagus2 gitu, bukan Obama sendiri yg bikin kok. Yg nulis masih muda pula. Tapi memang Obama bisa “menghidupkannya” dgn sangat baik. :)

  49. wewed tautan tetap
    Januari 22, 2009 4:17 pm

    Kayaknya ngaruh dikit ke Indonesia… Liat aja harga dollar gak bisa balik lagi ke 9000 rupiah :(

  50. Januari 22, 2009 4:43 pm

    Krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya — Barack Husein Obama.

    Semua memang harus dikontrol. Tingkah laku, nafsu, peraturan, kebebasan, hak dan kewajiban, and soon!

    Kalau nggak,

    Ya gitu dech, Ndoro! :lol:

  51. Januari 22, 2009 5:15 pm

    apapun itu.. yang penting ‘pelaksanaanya’.. jgn2 sama kayak bush.. tapi jgn sampai lah ya.. :P

  52. kentrunk tautan tetap
    Januari 22, 2009 6:52 pm

    sik penting palestina tetap bersatu,nggak nunggu2 amrik ….

  53. Januari 22, 2009 8:32 pm

    OBAMA, OBAt MAta, :D , just for kidding, just for laugh…

  54. pekalonganvesper tautan tetap
    Januari 22, 2009 9:17 pm

    mudah siy, bukan sekedar pinter2an bkn konsep atw sistem
    melainkan kita semua yang menjalani, jadi ya percuma aja kalo gbs menjalankan sistem tsb..hikz

  55. Januari 22, 2009 9:52 pm

    Sayang, palestina gak disinggung.. jangan2 perdamaian yang dimaksud bukan yang kita harapkan..
    semoga tidak!

  56. Januari 22, 2009 10:23 pm

    salam kenal ndoro.. mau nanya metode menterjemahkannya langsung diterjemahkan apa direkam dulu.. apik tenan… hehehehe

  57. Januari 23, 2009 12:03 am

    baik buruknya amerika gak da ngaruhnya samasekali dan kuingatkan sekali lagi pada kalian…ayo podo nyambut gawe dewe2, gak usah ndelok sopo2,negara ini bisa maju, aman, nyaman dan tentram tergantung kita, bukan tergantung siapa siapa…..hidup endonesa !!!!”[ejaan indonesia hanya khusus untuk para korup penghisap darah rakyat]
    http://www.r0ch4.wordpress.com

  58. Januari 23, 2009 12:06 am

    “hidup Endonesa !!!”

  59. Januari 23, 2009 12:22 am

    Numpang nyasar nih mbah kakung, aku nggak mudheng nih pidatone BO versi seng seng sueng itu, dengan mengintip rumah simbah sekarang jadi plong, makasih ya… Hidup Palestina n goto hell Israil.

  60. Januari 23, 2009 11:16 am

    Luar biasa ndoro, alumni SD Menteng…

  61. Januari 23, 2009 11:21 am

    Yang jelas.. pidato itu untuk arek amerika.. dudu ameriki ya ndoro…

    gara-gara Obama.. sekarang banyak politikus online di facebook..

  62. Januari 23, 2009 1:55 pm

    All of the president of america are the same, what does make Obama is an exception?

  63. Januari 23, 2009 2:17 pm

    makasih dah memuat terjemahannya :)

    nice speech..

  64. Januari 23, 2009 8:49 pm

    saya tdk pro dan tidak kontra dengan obama …
    GOLPUT !!!!

  65. Januari 24, 2009 5:08 am

    ndak sampe rampung mbaca speechnya udah ngantuk :P

  66. Januari 24, 2009 8:49 am

    Ndor, mbok kapan-kapan translate pidatonya Osama, hihihi… :-)

  67. Januari 24, 2009 12:02 pm

    Apapun isi pidato obama tenang amerika dan dunia, saya tetap cinta Indonesia,,,
    Merdekaaaaa!!!!

  68. Januari 24, 2009 5:02 pm

    kita patut respek sama mr.obama karena menjanjikan perubahan. meski tak langsung berpengaruh bagi kita, paling tidak harapan untuk dunia menjadi lebih aman dan damai…

    salam peace

  69. Januari 24, 2009 11:53 pm

    Seneng sih dia jadi Presiden, berharap dia benar2 merubah segala-galanya (termasuk sikap pemerintah AS yang biasanya arogan). Tapi di satu pihak ragu juga karena dia itu cuma pion, mungkin dianya bagus tapi orang dibelakangnya kayaknya kurang fair n kompeten kya dia. Tentang Palestina, semoga dia ambil tindakan, karena kalau ditilik ini bukan sekedar perang, tapi “Pemusnahan Etnis” dan inilah Holocoust yang sebenernya!

  70. Januari 25, 2009 4:01 am

    alo ane sih dari dolo ga pernah peduli soal obama jadi presiden, toh ga akan membawa angin perubahan di negeri timteng apa lagi Indonesia.
    Kebijakan Amerika tak akan pernah berubah…

    salam kenal…

  71. Januari 25, 2009 2:31 pm

    Semoga yang terbaik..

  72. jamduabelas tautan tetap
    Januari 26, 2009 12:24 am

    Gak ngefek ndoro bg kt warga Indonesiah,kalo mo ngefek,coblos saya d Pemilu 2009,Coblos no urut 101,partij anjing dalmatian.

  73. Januari 26, 2009 12:41 am

    Bah, mau Obama pidato apa kek, yang penting klo bisa Rupiah diusahakan jangan berkiblat ke dollar kalo kepengen keluar dari krisis

  74. Januari 26, 2009 10:36 am

    Walaupun Obama telah menjadi Presiden amerika, tetapi pengaruh ke Pemimpinanya masih kalah dengan Josh bush.

    Obama harus berjuang keras agar pengaruh ke Pemimpinannya dapat membuat negara-negara lain takluk.

    Salam Perdamaian…..

  75. Januari 26, 2009 10:47 am

    Dan Obama harus mewujudkan apa yang di katakan…

    Tentang perdamaian Dunia….

  76. Januari 26, 2009 2:27 pm

    Pidato Barack Obama memang menyihir banyak orang termasuk saya. Sungguh suatu momen bersejarah bahwa saya tertarik mendengarkan pidato negara asing.

    Saya kagum, pidato Obama bagus sekali, dia seperti berbicara langsung dengan kita.

  77. Jaya Pratama Silalahi tautan tetap
    Januari 26, 2009 9:45 pm

    Manusia sejati; “kebenaran yang ada di hati dan pikiranny itu yang akan dikerjakannya” Siapa pun kita, harus mendukung setiap orang mau berkarya untuk dunia, Obama juga harus kita dukung & doakan. Jangan meghakimi!!! sifat dan karakter spt ini akan merusak diri dan nilai bangsa ini. Apalah artinya Obama jika tidak ada Obama yang lain di dunia ini. BERKARYA ITULAH YG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG!!!

  78. Januari 26, 2009 11:49 pm

    ide yang menarikkkkk……

    halah, promosi kok di sini to mas :D

  79. Januari 27, 2009 8:36 pm

    obamaaa…… brilliant boy idenya emang gak ada matinya

  80. Januari 31, 2009 1:50 pm

    anak menteng cuma bisa jadi presiden AS.. kapan jd presiden Indonesia.. kapan..

  81. kotos tautan tetap
    Februari 4, 2009 3:36 pm

    100hari kedepan, kita saksikan prioritas apa yang dilakukannya

  82. Februari 8, 2009 12:26 pm

    obama opapa
    :D

  83. aridan tautan tetap
    Februari 12, 2009 1:32 am

    Saat baca pidatonya hati saya tersentuh,saat baca comment2nya sentuhannya langsung hilang, jangan cuma menuntut dan mengomentari dong teman2.Perubahan yang dimaksud juga merupakan perubahan dari setiap individu di dunia ke arah yang baik. Bahkan perubahan dalam diri kita ke arah yang baik sekecil apapun akan mempengaruhi kesejahteraan negara kita bahkan dunia. Contoh kecil yang umum : Sudahkah anda membuang sampah pada tempatnya?

  84. Februari 25, 2009 8:21 pm

    Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
    Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

    http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

  85. eriecka tautan tetap
    Mei 18, 2009 5:48 pm

    kita liat aja,apakah obama Hussein btl2 menepati janjinya,.disamping kt berdoa utk yg terbaik.

Lacak Balik

  1. Barack ‘Hussein’ Obama Dilantik Menjadi Presiden AS ke 44 « karlan08’s weblog
  2. Dibalik Pidato Barack Obama « triagung.wordpress - Quest for the answers

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS