Drop-out Pecas Ndahe
Februari 6th, 2009 § 47 Komentar
Seperti apakah wajah anak-anak Indonesia masa kini? Di sela-sela pendar-pendar gemerlap lampu-lampu neon pusat perbelanjaan, mal, dan deretan town square, di bawah gedung-gedung perkantoran dan apartemen jangkung yang menjilat langit, ada lebih dari 155 ribu anak yang berkeliaran di jalan. Sekitar 2,1 juta anak menjadi pekerja di bawah umur. Mereka drop-out dari sekolah dan menjadi sasaran empuk perdagangan anak.
Di Jakarta saja, data Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2008 menunjukkan jumlah anak drop out di tingkat SMA mencapai 1.253 orang. Jumlah anak putus sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan 3.188 orang. Di tingkat sekolah dasar, ada 571 pelajar yang putus sekolah. Di tingkat SMP, ada 1.947 pelajar.
Di Padang, Sumatera Barat, 7.682 siswa, mulai dari SD sampai SLTA, putus sekolah pada tahun ajaran 2007/2008. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat menyatakan penyebab utama anak putus sekolah adalah buruknya situasi ekonomi. « Read the rest of this entry »
SMS Pecas Ndahe
Februari 4th, 2009 § 54 Komentar
Hari ini pemerintah mengesahkan regulasi mengenai kampanye pemilihan umum lewat SMS. Dengan aturan ini, partai politik peserta pemilu diperbolehkan mengirimkan SMS kampanye ke para pelanggan telepon seluler.
Terus terang saya belum tahu seperti apa nanti bentuk dan mekanisme SMS kampanye itu. KPU dan para operator telekomunikasi baru akan mensosialisasikan aturan ini dalam waktu dekat. Entah lewat apa.
Hanya saja, tiba-tiba saya terbayang bakal menerima luberan pesan pendek setiap hari. Para juru kampanye partai tentu akan mengirimkan seabrek SMS ndak bermutu ke para pengguna handphone, termasuk saya dan sampean semua.
Isi SMS kemungkinan besar tentang pesan-pesan sosial, misalnya, “Katakan tidak pada narkoba”. Sebab, salah satu isi regulasi ini mengatur tentang larangan black campaign oleh peserta parpol untuk menjelek-jelekkan partai lain.
Apakah kita bisa menolak SMS pesan kampanye itu? Katanya sih, bisa. Operator diminta menyediakan fasilitas “unreg” atau “stop”. « Read the rest of this entry »
Demonstrasi Pecas Ndahe
Februari 4th, 2009 § 84 Komentar
Inilah salah satu foto yang membuktikan bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat dipukul dan akhirnya meninggal dunia.
![pukul Handaya Wira Yuga [Waspada Online]](http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2009/02/pukul.jpeg?w=480)
Foto: Handaya Wira Yuga (Waspada Online)
Pelaku pemukulan diduga adalah orang-orang yang berunjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli di Medan, Sumatera Utara, kemarin.
Dalam aksi brutal yang ditayangkan di layar televisi itu, massa terlihat kalap, kesetanan. Mereka merangsek masuk ruang sidang gedung DPRD, lalu main lempar kursi, botol, seraya berteriak-teriak seperti kaum barbar. « Read the rest of this entry »
Etika Pecas Ndahe
Februari 2nd, 2009 § 65 Komentar
Perlukah blogger memiliki kode etik? Kalau iya, siapa yang membuat?
Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya setelah seorang kawan mengajak ngobrol agak serius tentang kasus yang tengah dihadapi oleh seorang blogger yang dituduh mencemarkan nama baik seorang wakil rakyat.
Diskusi ringan itu terjadi di tepi sebuah pemakaman di Purwakarta sore tadi. Kami tengah mengantar kepergian seorang sahabat yang tutup usia tadi pagi setelah terkena serangan stroke. Langit mendung. Gerimis sesekali jatuh. Tanah liat becek dan membuat sol sepatu kami menebal.
Mula-mula kawan saya itu — tepatnya juragan di tempat saya bekerja — bertanya, apakah blogger itu memiliki kode etik sepertinya para jurnalis mempunyai kode etik jurnalistik? « Read the rest of this entry »