Archive for the 'Indonesiana' Category

Ariel Pecas Ndahe

Rubrik Asal Usul yang terbit setiap Ahad menghilang dari harian Kompas mulai awal Mei 2008. Saya beroleh kabar itu dari tulisan teman saya Retty di wikimu.

blog ariel heryanto

Mungkin tak banyak yang menyadarinya, terutama mereka yang bukan pembaca rutin Kompas edisi Minggu. Barangkali juga sudah ada pembaca setia yang bertanya-tanya, tapi belum mendapat jawaban memuaskan.

Dari blog Ariel Heryanto saya memperoleh sedikit gambaran mengapa Asal Usul tak diteruskan lagi. Ariel yang saya maksud bukan penyanyi band Peterpan itu, melainkan Ariel yang akademisi, pengajar di University of Melbourne.

Dari penjelasan Ariel, saya mendapat kesan penghentian itu agak mendadak dan — anehnya — redaksi Kompas tak memberi penjelasan resmi sedikit pun kepada khalayak. Sampean juga bisa membacanya di tulisan berjudul Akhir Sebuah Cerita di blog Ariel itu. Read more

27 comments

Puzzle Pecas Ndahe

Di pinggir-pinggir jalanan Jakarta, pohon-pohon muda mencoba bertahan dari cuaca. Dahan pada pokok-pokok tua masih tegak, memang, dan daun-daunnya melanjutkan suasana teduh.

Tapi kota metropolitan yang bulan depan berumur 481 tahun itu, yang terdiri dari gedung-gedung jangkung dan gubug-gubug reyot, tiap kali harus menghadapi apa yang telah banyak mengikis peninggalan leluhur: iklim.

Di atas Jakarta, udara lembap, matahari terik. Dan kemudian ada polusi — tanda perubahan hari ini. Apa sebenarnya yang harus dipertahankan jika ada yang harus dipertahankan di antara tembok-tembok menjulang itu?

Mungkin kenang-kenangan, sesuatu yang rupanya begitu penting. Tentang amuk dan kerusuhan. Penjarahan. Tentang tangis dan kesedihan. Tentang jasad-jasad gosong. Tentang perempuan-perempuan yang diperkosa.

Manusia adalah makhluk khusus: ia mengingat-ingat. Di hadapannya, kematian menjadi sebuah paradoks: ajal berarti jalan ke keabadian, tapi sekaligus juga ancaman akan ambruknya kenangan.

Sementara itu, kita tak mau lupa. Kita tak mau dilupakan. Sejarah ditulis. Read more

20 comments

Kenangan Pecas Ndahe

Hari ini, langit Jakarta masih seperti yang dulu, sepuluh tahun lalu. Awan berarak pelan dalam kelabu. Udara lembap.

Tak banyak potongan ingatan tentang hari itu yang masih saya simpan hingga detik ini. Samar-samar, dalam gudang memori yang kian padat ini, berkelebat bayangan-bayangan masa lalu yang semakin lindap.

Ah, betapa pendek ingatan. Betapa kencang waktu beranjak ke depan. Entah sudah berapa ribu fragmen kejadian menghilang, sudah berapa juta momen kepedihan melayang.

Hari ini saya terlontar ke satu dasa warsa yang lalu. Pada sebuah masa ketika Jakarta berkelimun asap dan kebingungan. Dalam lingkungan pabrik yang mencekam, kami bertanya-tanya, apa yang terjadi di luar sana? Siapa yang terbunuh, terpanggang, lari lintang pukang di jalanan? Read more

32 comments

Bill Gates Pecas Ndahe

Chairman Microsoft Bill Gates memberikan kuliah umum kepada lebih dari 2.000 orang tadi pagi di Jakarta Convention Center. Ia bercerita macam-macam, tentang gemuruh kemajuan teknologi, kemilaunya era digital, kejayaan informasi garda depan, dan seterusnya.

Setelah itu, ia mengucapkan selamat tinggal pada peserta kuliah yang terdiri dari presiden, menteri, blogger, mahasiswa, usahawan, wartawan, juga … kemiskinan.

good bye mr bill gates
[foto dipinjam dari pelbagai sumber]

Sampai jumpa lagi, Tuan Gates. Semoga Anda tidur nyenyak dan mimpi indah dalam pelukan pundi-pundi dolar yang kian menggembung …

46 comments

Axis Pecas Ndahe

Axis kartu setan?

Halah, yang bener, Bung? Kok terdengarnya malah seperti singkatan dari “Ah, XItu Seperti paKAR TUkang SEnsasi TenAN”? Sudahlah, jangan suka menyebar rumor begitu, Bung!

“Loh, sampean kok ndak percaya sih, Ndoro? Blogger-blogger lain sudah bikin posting tentang kartu itu tuh. Yang mengomentari berarak-arakan loh, ramai banget. Sampean ndak mau ikut?”

“Halah. Biarin saja, Bung. Saya ndak mau ikut-ikut menyebar gosip. Saya ndak mau ikut-ikutan, nanti dituduh cuma mau jadi free rider.”

“Loh, ini bukan gosip, Ndoro. Ini kenyataan.”

“Kenyataan bagaimana maksud sampean?” Read more

57 comments

Logika Pecas Ndahe

Siapa bilang daya beli masyarakat turun? Siapa bilang trend kenaikan harga BBM akan menyurutkan konsumsi kendaraan pribadi? Baca berita di harian Bisnis Indonesia ini.

Lihatlah betapa data itu berbicara banyak, dan menjungkirbalikkan asumsi. Read more

35 comments

Next Page »