Freehold Pecas Ndahe

November 24, 2006 § 2 Komentar

Namanya juga Freehold. Jadi boleh dong kalau dia memegang atau justru tak memegang apa-apa. Namanya juga “free”. Jadi bebas-bebas saja dia beli bubur ayam, kutang, atau pepesan kosong [baca: saham]. Sampean dilarang protes!

Begitulah Ki Sanak, pengetahuan yang saya peroleh dari ribut-ribut tentang penjualan saham PT Lapindo Brantas ke Freehold Group Limited. Sampean tentu tahu PT Lapindo Brantas, kan? Tapi sampean mungkin belum tahu Freehold itu perusahaan apa, alamatnya di mana, dan siapa pemiliknya, kan? Sama dong, saya juga ndak tahu, Ki Sanak …

Saya ndak tahu pasti apakah Freehold itu perusahaan yang benar-benar ada atau cuma perusahaan yang cuma nitip papan nama. Jangan-jangan, nama Freehold itu pun hanya sebuah lelucon? Apalagi, katanya, markasnya ada di British Virgin Islands — pulau perawan milik Inggris?

“Free” dan “virgin”. Aha. Dua kata ini kok mengingatkan saya pada … 😀
Yang bikin saya heran, orang gila mana yang mau beli saham perusahaan yang sedang bermasalah. Kok ya ada perusahaan yang mau beli saham kumpeni yang lagi dililit persoalan dan menghadapi tuntutan hukum gitu lo? Apa untungnya coba?

Nilai pembelian sih cuma US$ 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar. Tapi, bayangkan berapa ongkos yang akan ditanggung PT Lapindo untuk mengganti kerugian di Sidoarjo? Belum lagi nanti kalau ada masalah lain seperti ledakan pipa gas yang memakan korban meninggal.

Ah, embuh. Entahlah. Para saudagar [saham] memang suka aneh-aneh, kan? Mereka dikenal sering mengambil risiko atas dasar naluri bisnis belaka. Ndak peduli tindakannya itu akan merugikan atau tidak. Bukankah pengusaha dan pejudi itu tipis batasnya?

Lagi pula, ini kan free country. Jadi semua orang bebas melakukan apa saja. Sampean boleh free talk maupun free parking di sini. Free lunch tak dilarang, asal penjualnya tak marah. Apalagi cuma Freehold. Lah wong free sex saja boleh-boleh saja kok [asal risiko ditanggung sendiri] … Big Smile

Selamat datang di dunia “free”, Ki Sanak. Prei. Ah, saya jadi ingat aba-aba dari para juru parkir itu, “Kiri prei, lurus, terus…terus….terus….Gubraks!

[Eh, siapa mau nonton JakJazz nanti malam?]

§ 2 Responses to Freehold Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke april Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Freehold Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta