Kulkas Pecas Ndahe
Desember 16, 2006 § 9 Komentar
Berdasarkan fungsinya, lemari es atau kulkas itu mestinya ya tempat buat menyimpan, mendinginkan, atau membekukan benda-benda seperti air, minuman dalam kaleng, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan sebagainya. Tapi, di rumah saya, kulkas telah berubah fungsi.
Bedes-bedes cilik di rumah saya telah menjadikan kulkas sebagai lemari serba guna. Maksudnya, jadi tempat meletakkan dan menempelkan segala macam benda miliknya. Ampun, dah! Saya baru menyadarinya ketika pagi tadi beres-beres rumah dan memperhatikan lebih saksama apa yang berubah dari kulkas saya.
Bagaimana nasib kulkas di rumah sampean, Ki Sanak? Saya yakin kulkas sampean juga sudah berubah fungsi, dan tak sekadar jadi tempat pembeku atau pendingin belaka. Tentu banyak di antara sampean yang menjadikan almari es sebagai, misalnya, tempat menempelkan kertas post-it atau sticky note dan sebangsanya itu, kan? Padahal kulkas itu bukan jenis stationery lo.
Sampean ndak sendirian kok. Saya ingat dulu ada anekdot di sebuah dusun di Wonosobo. Setiap kali panen tembakau tiba, petani Wonosobo kaya raya. Mereka lalu beli apa saja, termasuk kulkas. Padahal listrik belum masuk ke daerah itu.
Eh, mereka tak kurang akal. Mereka lalu menjadikan kulkas sebagai tempat menyimpan pakaian. Anekdot macam ini juga pernah terjadi di beberapa desa lain, yang warganya kaya raya, tapi belum mendapat pasokan listrik.
Kulkas saya memang belum sampai jadi lemari pakaian. Bedes-bedes itu hanya membuatnya sebagai ruang berkreasi, semacam papan atau panel, tempat mereka menempelkan stiker, pin, dan sebagainya. Mobil-mobilan, pensil, bolpen, kertas-kertas, dan mainan lainnya ditaruh di atas dan di samping kulkas.
Dulu, Mas Bedes Sulung malah pernah menyimpan handphone saya di kulkas, bercampur dengan daging, telur, dan sayur-sayuran. Katanya biar ndak berisik karena sering berbunyi. Halah.
Untung saja, ulahnya itu buru-buru ketahuan ketika saya mau menelepon dan bedes cilik itu ngaku setelah saya tanya di mana dia menyimpannya. Kalau ndak, handphone itu tentu sudah jadi es batu.
Setelah diberi tahu bahwa kulkas bukan tempat menyimpan handphone, eh Mas Bedes Sulung malah mengajak adiknya menjadikan kulkas sebagai tempat menaruh segala macam mainannya. Setiap kali beli stiker di sekolah, mereka juga menempelkannya di kulkas. Alhasil, dinding kulkas pun jadi penuh tempelan.
Ibunya anak-anak sendiri malah tak pernah menempelkan pesan apa pun di kulkas, sekadar mengingatkan saya untuk mengerjakan sesuatu. Kalau butuh meninggalkan pesan, dia lebih suka kirim SMS.
Kulkas mungkin hanya satu contoh bagaimana sebuah alat rumah tangga bisa berubah fungsi dari asalnya. Di rumah saya, ada barang lain yang juga [pernah] berubah fungsi. Waktu kecil dulu, Mas Bedes Sulung pernah menjadikan tape mobil sebagai celengan. Ya, tempat menyimpan duit receh.
Jadi, setiap kali dia menemukan uang logam, koin itu lalu dimasukkan ke tape melalui pintu masuk kaset. Tentu saja lama-lama tape itu penuh koin dan kasetnya ndak bisa masuk.
Rusak? Pasti. Saya lalu membawanya ke tukang serpis tape. Eh, Mas Tukang Serpis malah tertawa ngakak ketika menemukan sumber kerusakan. “Wah, anaknya rajin menabung ya, Pak? Lumayan nih, ada kali kalau sepuluh ribu,” begitu katanya setengah bercanda.
Dalam hati saya menjawab, “Rajin nabung, Mbahmu!” Tapi, yang keluar, “Yaaah … namanya juga anak-anak, Mas.”
Sampean punya pengalaman seperti saya, Ki Sanak? Alat rumah tangga apa yang sudah berubah fungsi di rumah sampean?
Beri peringkat:
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

Ada ndoro… PC yang tadinya buat kerja cari duit malah jadi buat baca-baca blog njenengan… pahin tenan…
ndoro, kalau kecilku dulu.. karena saking baiknya diriku, ada orang minta-minta aku kasih radio baterai. Begitu si mbok pulang nanya radio, aku bilang di kasih ke mbah ngemis. Si mbok kontan mendelik dan bilang ‘Baik sih baik.. tapi jangan besar-besar ngasihnya’
talenan di tempat mbah q di pake buwat main bulu tangkis sama cucu2 nya
kere tenan hihihi …
kulkasku nasibnya kurang lebih sama. buat tempat nempel segala macem stiker dan magnet tempel. meja tamu juga sama aja, gak slamet. buat naro mobil2an, biji pohon tanjung, kaleng bekas yg mereka temuin di tong sampah rumah orang. modiar!! :p
dulu inget, waktu jaman saya kecil ketika puasa. Sering nongkrong di depan kulkas yang di buka. Sambil tiduran. Biar Segerrr!!
Karena kulkas PASTI disamperin. Coba kalo naro pesennya di lemari beras. Lak taunya kalo mau masak beras aja, toh? 😀
loh loh loh..kok kampung si-mbahku disebut-sebut…*lah ya jelas..tersinggung*
Ndoro ndak sayang karo si-mbah ya? *durhaka sekaleee* :p
Hii Ndoro
kalo kulkas buat nama?bisa dimasukin apa aja ya …??
kulkas
motivasi dan hobby
http://www.agroorganik.com/blog