Rokok Pecas Ndahe

Januari 12, 2007 § 22 Komentar

Miss Narcis Kacang Buncis itu kemarin sore bertanya ke saya via YM, adakah kasta dalam pemberitaan? Dia bertanya karena merasa pencarian pesawat Adam Air jauh lebih ekstensif (dan lavish?) dibanding pencarian kapal Senopati Nusantara yang tenggelam di Laut Jawa itu.

Sekarang gantian saya mau tanya, adakah kasta dalam merokok? Saya tanya karena label merek rokok zaman dulu itu mengesankan ada kasta di antara para perokok. Tapi postingan ini bukan bermaksud menyaingi label gombal milik paman yang terkenal itu lo … 😛

Untuk para penggemar kewan, misalnya, tersedia sigaret kretek cap Uget-Uget. Mbuh, kayak apa rasanya rokok ini. Apa ya kalau diisap terus asapnya terasa seperti uget-uget yang berjalan di kerongkongan? Widiw … geli amat!

Untuk para [wakil] rakyat tersedia sigaret kretek Ketua Ra’jat ini. Saya baru tahu, ternyata dari dulu itu wakil rakyat kita memang selalu digambarkan pakai jas hitam dan peci. Mungkin agar terlihat santun dan relijius. Halah. Padahal kelakuan wakil rakyat zaman sekarang kan ndak selalu santun dan relijius. Lah kemarin itu kan malah ada yang berbuat mesum, direkam pula.

Lah kalau untuk Ndoro Kakung rokoknya apa dong? Ya tentu saja rokok khusus untuk para priyayi: Roko Prijaji. Jadi yang bukan priyayi ya ndak boleh ngisep … 😀

Sampean mau mencoba yang mana, Ki Sanak?

§ 22 Responses to Rokok Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke Anang Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Rokok Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta