AC Pecas Ndahe

Januari 16, 2007 § 18 Komentar

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, benarkah penyejuk ruangan (AC) bisa mematikan virus flu burung? Adakah landasan dan bukti ilmiahnya?

Jika benar, marilah kita ramai-ramai membeli alat itu, lalu memasangnya di rumah-rumah kita — berapa pun harganya.

Kalau salah dan ternyata virus flu burung tak mati-mati? Mari kita ramai-ramai boikot produk dan produsen AC itu.

Saya perlu bertanya ke sampean semua karena belakangan ini flu burung kembali mewabah dan dua korban meninggal lagi. Pada saat bersamaan, muncul iklan AC dengan teknologi plasmacluster katanya bisa membasmi virus flu burung.

Iklan itu mungkin benar, mungkin juga ngawur. Terus terang saya tak punya cukup bukti. Tapi, menurut berita BBC News yang mengutip otoritas kesehatan di sini, iklan AC yang bisa membunuh virus flu burung itu patut dicurigai.

It has not been scientifically proven that air conditioners can prevent the spread of the virus — Bayu Krishnamurthi, Indonesia’s bird flu taskforce chief.

Setelah baca berita itu tentu saja saya jadi bertanya-tanya, dari mana iklan itu bisa membuat klaim tanpa argumentasi ilmiah seperti itu? Saya maklum, advertensi memang sering hiperbolik. Tapi mbok ya jangan menyesatkan seperti itu. Ini menyangkut nyawa manusia je.

Saya heran, bagaimana iklan yang kemungkinan besar menyesatkan [karena tak didukung bukti ilmiah] itu bisa beredar dan mejeng di televisi, media cetak, bahkan di billboard raksasa di jantung Jakarta. Sampean bisa melihat papan iklan tersebut di jembatan penyeberangan, di atas jalan tol kota, dari arah Semanggi ke Slipi. Iklan itu ada gambar AC dan tangan sedang memukul virus.

Ke mana orang-orang yang mestinya mengawasi dan menegur pembuat iklan seperti itu? Ke manakah gerangan perginya akal sehat dan hati nurani?

Ki Sanak, sampean percaya ndak dengan iklan itu? Tolong saya diberi pencerahan soal ini dong …

§ 18 Responses to AC Pecas Ndahe

  • avatar Herman Saksono Herman Saksono berkata:

    Mas priyadi pernah nulis soal ini.

    Mungkin endonesa ini perlu semacam lembaga etika periklanan. Kayak di Inggris itu namanya Advertising Standards Authority.

    thanks mon, buat infonya tentang tulisan priyadi. soal lembaga etika periklanan, kalau tak salah kita sudah punya kok. orang-orang di P3I mungkin tahu. apakah mereka pernah menegur atau tidak, itu masalahnya.

  • avatar galih galih berkata:

    Halah, saya ndak percaya mbah. Wajar kalo agensi advertising tambah ngaco, bayangkan… tuntutan untuk kreatif disela-sela ketatnya persaingan, tuntutan untuk bikin iklan yang mencolok perhatian di saat iklan-iklan yang lain juga tak kalah menarik… kadang jalan pintas harus ditempuh kaan? hehehe.. soal hati nurani sih urusan belakang.. endonesah gitu… :p

  • avatar Hedi Hedi berkata:

    Aku merasai AC cuma di kantor, selebihnya panas 😀
    Tapi rasanya kok aneh ada AC bisa memusnahkan virus, kalau benar ya laku keras dan memperoleh penghargaan sebangsa ISO itu hehehe

  • avatar rudy rudy berkata:

    gak ngandel ndoro..iklan kuwi ngapusi wae.. kabeh produk ngakune sing nomor siji, nomer wahid..lah trus sing nomer loro, telu meh di suk niing ngendi..
    pokoke aja dadi korban iklan..wis cukup dadi korban prasaan bae… ngoten ndoro..?

    nggih, mas. setuju!

  • avatar kenny kenny berkata:

    kog baru tahu iklan itu…>>gak pernah liat iklan.
    udah banyak korban flu burung mosok ketambahan korban iklan …opo tumon

    bude lama ndak pulang ke jakarta sih, jadi ndak tau ada iklan itu … 🙂

  • avatar mbakDos mbakDos berkata:

    sekali lagi, sudah terbukti…
    demi memasarkan produk, apa pun yang lagi in bisa dijadiin reinforcement. dan sayangnya… virus mematikan yang menyangkut nyawa manusia kok ya dibawa2 juga.

    ya begitulah negaramu, nduk … 🙂

  • avatar devie devie berkata:

    agensi periklanan kan cuman nerjemahin apa mau client mereka (produsen AC), jadi yang lebih cocok jadi kambing hitam ya si SHARaP itu. lebih berbahaya dan meyesatkan dibanding pernyataan pejabat soal ditemukannya Ad*m Air dulu.

    emang sih, tapi kan mestinya lembaga seperti P3I harus turun tangan? ini memang problem klasik di sini: pengawasan dan penegakan aturan … 😦

  • avatar doverwhite doverwhite berkata:

    menurut saya ada 2 hal yg bisa dilakukan sekarang:
    1. pembuat iklan mencantumkan sumber penelitian yg mendukung klaim tsb
    2. yayasan lembaga konsumen melaporkan hal ini ke pulisi dengan pasal melakukan kebohongan publik.

    memang idealnya ada lembaga pengawas ya buat iklan2 ini. jadi gak asal nyantumin klaim atau bilang “survei membuktikan” paling gak dikasih tanda * lantas dicantumin gitu loh survei yg mana oleh siapa metode apa..

    mbuh lah.. mudah2an konsumen AC-nya cukup kritis untuk gak mudah termakan..

    ada teman kantor saya yang sudah jadi “korban” iklan itu dan membelinya. komentarnya, “saya jarang pilek setelah pakai AC itu.” saya bilang, ah belum tentu karena AC itu. siapa tahu, pola hidupnya memang sehat. who knows?

  • avatar andrias ekoyuono andrias ekoyuono berkata:

    saya rasa produsen tentu tidak akan membohongi publik dengan begitu “telak”, karena itu merupakan pertaruhan besar bagi reputasinya. Tentu mereka udah punya penelitian yang memang mendukung hal itu. Lagian masyarakat Indonesia kan gak sebodoh itu 😀

    tapi kok rasanya terlalu naif juga ya percaya 100 persen pada produsen? mosok ndak ada satu produsen yang memang sengaja mau menyesatkan? orang indonesia tak sebodoh itu? bodoh mungkin tidak, tapi ingatannya biasanya pendek. kita gampang lupa … 😀

  • avatar Mbilung Mbilung berkata:

    ndoro…apa ada yang jualan AC buat mengenyahkan virus komputer?

    wakakakak …. anyar ki .. 😀

  • avatar Lita Lita berkata:

    Kalau membohongi dengan jelas-jelas ya tidak akan. Gampang ketahuannya 😀

    Seperti AC yang bilangnya bisa membunuh virus Polio. Belum tentu bohong, walau belum tentu benar. Masalahnya, walaupun benar DAN didukung penelitian (bahkan oleh WHO sekalipun, misalnya), gimana cara AC dalam membunuhnya? Mengalirkan air ke dalam AC? AC-nya dipakai jadi saringan? Karena virus Polio itu menyebarnya kan lewat air.

    Mau bodoh-bodohan gimana hayo 😀
    Mau basmi kuman, tapi salah tempatnya.

  • avatar trie trie berkata:

    hayah..ndoro, di endonesah kan apa2 bisa di beli, wis bukan masalah baru kui..sing penting sopo iso mbayar..yo iso lolos *loh..malah dadi penuh syak wasangka ya*, wis ah..wedi kakean komen.

  • avatar dendi dendi berkata:

    saya kira ada benarnya.. karena biasanya di ruangan yang ber AC gak ada kandang unggas..
    gila aja kalo udah punya AC trus didalamnya ditaruh kandang unggas..
    😀

  • avatar faza faza berkata:

    Kalau batu baterai bekas bisa untuk membasmi nyamuk dah tahu belum ndoro?

    buat nimpuk ya … 😀

  • avatar d-nial d-nial berkata:

    Kayaknya bener deh…
    Soalnya nggak ada kasus penularan flu burung di ruangan ber-AC kan?
    Tapi benernya, gara-gara nggak ada burung yang nyasar ke ruangan ber-AC. :))

    Oh ya… kalo bener berarti habis gini kandang unggas jadi Full AC dong?
    Sangar! unggas makin elit aja…

    rumah sampean malah ndak pake AC yo … 😀

  • avatar Abi_ha_ha Abi_ha_ha berkata:

    Yang saya ngerti sedikit, yang namanya virus niku apabila diluar lingkung hidup idealnya memang mudah modhyar ndoro.
    Kabar kaburnya, virus flu seri HxNx ini ya begitu, kalo di udara bebas, kena sinar matahari saja atau air berdeterjen sudah modhyar, makanya biasakan cuci tangan, dan masak yang matang, lalu berjemur di bawah matahari pakai bikini, biar ada ‘bikini mark’ niku lho (yang ini ngawur).

    berarti TV juga bisa membasmi virus ya … *ikut ngawur* 😀

  • avatar kancut kancut berkata:

    mnurut akusih itu bisa btul bisa gak, karena sepengetahuanku ku, membuat ilkan itu tidak asal tembak aja, karena dalam pembuatan iklan harus banyak menempuh prosedur2 yang rumit,kalau memang ilkan ac plasmacluser mengeluarakan iklan tersebut, dengan memberikan taks line yang bahwa ac bisa membunuh bakateri/virus,berarti prusahaan atau agency sudah me riset itu,dan pastinya sudah siap untuk mempertanggung jawabkan apa yang dia tawarkan kepada konsumen,dan klau memang itu ac tidak terbukti membunuh virus, ya kita sebagai user…ya akan cuma tertawa aja, bahwa periklanan di indonesia memaanng begitu adanya…agency hanya akan slalu patuh pada klayennya yang belum tentu itu benar…..

  • avatar shelly shelly berkata:

    mau tanya aja nih… boleh kan?! bner2 perlu nihh.. mohon tanggapan/ jawabannya;

    “virus AC” itu ada ga sih?? penyebabnya apa?? soalnya pernah denger ada org sakit karena virus AC.. gejalanya kya orang struk, bibir menyon gtu, trus mata menyipit.. bisa sembuh dgn cara trapi.. tetangga saya dlu pernah dan sekarang sodara saya.. mereka sama2 kerja di ruangan ber-AC … bener ga sih?!

    trimakasih sbelumnya… 🙂

Tinggalkan Balasan ke Abi_ha_ha Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading AC Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta