Perempuan Pecas Ndahe

Februari 12, 2007 § 34 Komentar

Ada yang bilang blog itu mampu mengubah dunia. Buat saya, perempuanlah yang mengubah wajah dunia. Soalnya, selalu ada seorang perempuan di balik pria yang sukses. Selalu ada perempuan pula di belakang pria yang terjengkang dari kursinya.

Untuk menghormati para perempuan pengubah wajah dunia itu, dan mumpung menjelang Hari Valentine [halah!], saya sengaja membuat posting ini.

Posting ini khusus saya dedikasikan kepada “Top 10 Blogger Perempuan” yang menakjubkan di mata saya. Tentu posting ini sekadar tafsir saya terhadap blog dan kepribadian mereka. Jika tafsir ini ndak sesuai dengan tafsir mereka [seperti biasa], ya itu urusan mereka, bukan urusan saya. Hohoho …

Sampean ingin tahu siapa saja mereka?

1. Namanya Dinda. Buat perempuan yang satu ini setiap detik itu berharga karena detik itu. Aha, tentu saja dia mengutip slogan ini dari Dee, si penulis novel itu. Dinda merasa setiap detik itu berharga, karena itu ke mana-mana dia menenteng laptop. Biar bisa ngeblog terus …

2. Syahdan ada seorang perempuan yang tinggal di Negeri Senja. Atta namanya, perempuan yang tulisannya dahsyat. Saya menjura padanya.

3. Buat Lita, apa pun makanannya, harus ada buah pisang sebagai penutupnya. Maklum, Bulik kita yang satu ini memang penggemar pisang.

4. Sebagai ibu ramah tangga, Rara begitu sulit membagi waktu antara mengasuh anak dan ngeblog. Jangan heran kalau blognya jarang diperbarui. Beginilah risiko ibu yang ngeblog. Hohoho …

5. Tanyakanlah pada Bude Kenny bagaimana serunya hidup di negeri jiran sambil mengasuh anak. Dan ngeblog. Tapi, sebagai super woman, toh Bude yang satu ini bisa asyik-asyinya saja kayaknya.

6. Setiap perempuan punya rahasia. Begitu juga Dewi, the secret silencer penggemar hujan itu. Apa sih rahasiamu, Dew?

7. Jauh dari negeri asal, jauh dari kerabat, membuat Desy sering kangen. Untunglah ada telepon. Jadi, begitu ada masalah, begitu kerinduan menyapa, tinggal kriiiiing …. “Halo, Bunda!”

8. Dari dulu saya selalu kagum pada perempuan yang mengajar, jadi guru, seperti Bu Guru Gita yang satu ini. Ah, seandainya aprikot itu bukan buah. Loh?

9. Mbak Dos itu mungkin suka yoga. Karena itu, hobinya selalu duduk bersila. Mungkin dengan bersila ia merasa bisa melihat dunia. Apa ya ndak pegel tuh, Mbak?

10. Nah, bintang dari segala “blogger perempuan” di mata saya tentu saja — siapa lagi kalau bukan — Venus. Kenapa? Ah, lebih baik sampean tanyakan sendiri kepadanya.

§ 34 Responses to Perempuan Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke balak6 Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Perempuan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta