Paman Pecas Ndahe

Februari 26, 2007 § 19 Komentar

Apa yang dilakukan orang ketika berulang tahun? Ada yang mentraktir teman-temannya, mengundang makan kerabatnya di rumah atau di warung. Ada yang tidur seharian. Ada yang memilih liburan, jalan-jalan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, dan sebagainya.

Paman yang terkenal iseng itu memilih cara yang lain ketika hari ini berulang tahun. Ia menulis sebuah nostalgia, pengalaman ketika kanak-kanak, masa-masa yang penuh kebandelan, khas para bocah.

Mungkin Paman sekadar ingin mengenang perjalanan hidupnya yang sudah sangat panjang. “Ah, jebule aku wis tuwek,” begitu mungkin yang ada dalam benaknya.

Mungkin pula dia menunjukkan pada kita bahwa keisengannya yang sekarang ini semakin menjadi-jadi sebetulnya berawal jauh di belakang. “Saya sudah jahil bin iseng sejak kecil tau!”

Mungkin ada maksud lain. Saya ndak tahu. Itu urusan dia, bukan urusan saya. 😀

Saya cuma tahu hari ini Paman ulang tahun — entah yang keberapa. Pokoke fifty something-lah … 😀

Untuk menghormati kesepuhan dan merayakan peringatan tanggap warsa-nya, saya sempat berkirim SMS kepada Paman dini hari tadi, sekitar pukul 03.00. Begini petikan percakapan via angin itu.

Ndoro Kakung : Selamat ulang tahun. Semoga tetap sehat dan bisa ngeblog terus, meskipun wagu, ralucu, dan ngeselin selalu.

Paman : Thx. Mulai hari ini sy akan berubah. smkn ramutu, ralucu, ngancani situ yg wong wagu crigis.

Ndoro: Jadi sesuk mangan ning endi? Tengkleng?

Paman : Sesuk semedi, prei.

Jadi, begitulah Ki Sanak. Kalau sepanjang hari ini sampean mengirim SMS, telepon, atau meninggalkan pesan di blog Paman untuk sekadar mengucapkan selamat, tapi dia tak menjawab. Ya harap maklum. Paman sedang semedi. Mungkin dia sedang mencari wangsit agar bisa lebih wagu, ramutu, ralucu, selalu iseng, sekaligus tetap ngeselin.

Selamat ulang tahun, Paman! Jangan lupa, kiriknya dikasih makan. Pedigree kek, kue tart kek, ikan asin kek, atau cuwilan sandal saja … 🙂

§ 19 Responses to Paman Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke Anang Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Paman Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta