LA Lights Pecas Ndahe
Maret 8, 2007 § 30 Komentar
Ki Sanak, sebentar lagi sampean mungkin ndak bakal melihat lagi iklan ini. Markas Besar Kepolisian RI telah mengirim somasi kepada produsen rokok itu dan biro iklannya. Untuk apa?
Melalui surat somasi itu, pak polisi meminta iklan itu dicabut karena dianggap telah mendiskreditkan dan mencemarkan nama baiknya [emang masih punya?].
“Somasi ini untuk menakut-nakuti mereka. Kalau tak ada reaksi, kami akan menyiapkan langkah selanjutnya,” kata pak polisi.
Wadoh, main gertak deh. Mentang-mentang … Menurut sampean, apakah iklan itu memang telah mencermakan nama baik kepolisian, Ki Sanak? Apakah somasi itu mengada-ada?
Halo-halo … apakah Pitra mau membela iklan ini?
Beri peringkat:
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

sing bener : sudah mencemarkan nama baek yg sudah cemar ndoro….
Perasaan saya kok somasi2an baru ngetop beberapa tahun belakangan yak..
padahal dulu saya ndak pernah denger itu yg namanya somasi somasi…
*fiuh..*
di somasi karena membocorkan rahasia negara..
nanti kalo somasinya ditanggapi trus iklannya diganti “awas polisi lagi bangun”, mak erot ketawa ngakak itu, kung… “deuh, sayah bangeut…!”
syukurlah kalo masih ngerasa, coba klo gak ngerasa (kroso:jowone) malah revot, ya kan …..
Nyatanya emang sebagian polisi ada yang begitu kok. Sengaja nunggu di balik tikungan.
Adik saya pernah pulang dengan jengkel gara-gara ditilang. Percakapannya kira-kira begini (tentu versi dia):
Adik: “Salah saya apa, pak?”
Pulisi:”Kamu melanggar lampu merah”
Adik: “Lampu merah yang mana?”
Polisi: “Itu di sana. Masa ngga lihat?”
Adik: “HAH? Di mana?”
Melihat ke arah yang ditunjuk.
Adik: “Buset! Ketutupan pohon!”
*menyerah setelah argumennya gak diterima*
Pak pulisi tersinggung karena kebiasaan buruknya ‘dikorek’ dan diangkat di iklan? Huhuhu… 😀
soalnya dilarang mencemarkan yang sudar tercemar. itu keliatan banget kurang kerjaan.
wataw ” polisi punya nama hemh ya namanya polisi itu ndoro
Sitra baik polisi
1, Kebal Hukum
2, Gak bakalan mengalah dengan sipil
3, Suka nilang
4, kerjanya nakut-nakutin masyarakat
5, petantang petenteng di perempatan
6, lambat tanggap dengan masyarakat
7, selalu datang terlmbat baik dalam film atau dunia nyata
tambah sendiri deh…
sebagai keparat pemerintah sih saya bilangnya: bagus dong polisi mensomasi. berarti udah ngikuti jalur hukum kan? gak maen tangkap aja, hehehehe…
itu L.A Light bikin iklannya di kompleks perumahan polisi, dan bikinnya pas banyak polisi tidur….!!!
Harusnya LA Light ijin RT setempat donk…
LA Lights pasti seneng kalau Polisi benar2 mensomasi,bisa menjadi berita besar dan menjadi publikasi bagi merk mereka, dan tujuan untuk mengurangi diferensiasi komunikasi kompetitor -seperti yang saya tulis– lebih tercapai
Gitu aja kok di-somasi …
;p
lagi trend po ya somasi2 an…
pernah liat tuh iklan bilbor, masangnya passs di depan pos polisi…
somasi ki dulure siomay ya ndoro??enak endi kiro2?
walah walah pk polisi, ngono ae nesu. Lah layanan PNS yg dulu disungging jg diem aja, tanyaken-napa??
hihi, seperti kata jeng nana, seperti binatang yang terluka, menandai wilayah kekuasaannya. kira2 itu yang lagi diperbuat polisi skarang, meski udah dedel duwel..
opo2 somasi, opo2 somasi, itu polisi lagi kemulan sarung di gardu tiang listrik, harusnya juga d somasi khan??hUH!!!!
yang bikin ndak takut kena T-O po ya? ndoro aja pernah ‘parno’ gara-gara spion itu kok!
keluarkan kartu saktinya aja biar lolos.
orang seperti ndoro kan punya kartu sakti yang tergantung di leher itu.
apalagi pabrik segedhe bagong kayak gitu masak nggak punya kartu sakti seperti itu sich ?
kenapa polisi nggak sekalian somasi iklan tv versi “khan, nggak ada yang jaga….”. polisinya malah keliatan banget sembunyi dan menjebak tuh…
kalo memang polisi mensomasi, berarti iklan itu justru sukses mendapatkan perhatian. betul nggak?
oo dikasi somai + nasi toh ndoro?
asik dong.. aku ya mau kalo gitu
eh tapi enak nggak ya?
Weh…kasihan banget ya polisi.
Udah tidur aja dianggap mengganggu.
Apalagi kalo bangun 🙂
hehehe.. saya mah gak mau bela.. (bukan orang LA Lights n belum pernah dikasih project sama LA Lights soalnya.. hehe.).
tapi ada2 aja polisinya.. namanya bahasa visual iklan kan emang suka nyerempet2.. n bisa bermakna ganda.. tergantung siapa yg mempersepsikan. (tapi mungkin ini utk polisi jg udah biasa.. namanya peraturan kan kadang bisa dipersepsikan berbeda-beda juga)
mencemarkan kepolisian? emang pernah bener tuh polisi? wedus!
hehehe.. kreatip tenanan…
semua yg mau aku tulis, udah di tulis duluan karo wong-wong sih, jadi males mo ngulang lagi…
hihihi
pulisi (apa) juga manusia
nek kon ngrusui wong do pinter2
Tidak ada Polisi yang jahat dan jelek di negeri ini yang ada cuman OKNUM POLISI hanya saja herannya kenape Banyakan OKNUM dari pada polisinya …. Negeri Yang Aneh …… !!!!
Mbok yo luweh. Kerjaan orang itu beda-beda, tergantung hati-nya, jadi baik ato buruk. Gitu aja kok repot
I like Your Article about LA Lights Pecas Ndahe Ndoro Kakung Perfect just what I was searching for! .