Marinir Pecas Ndahe

Juni 2, 2007 § 41 Komentar

Surat terbuka untuk anggota pasukan marinir, TNI Angkatan Laut, di mana saja berada.

Kepada bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Saya Choirul Anwar. Umur baru 3 tahun. Saya anak Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Kampung saya di dekat tempat bapak-bapak biasa latihan perang-perangan. Sekarang saya sedang terbaring di ranjang rumah sakit karena kata dokter saya tertembak. Dada saya sakit sekali. Kata dokter, ada peluru di dalamnya. Dokter belum bisa mengeluarkan peluru itu karena kondisi saya masih lemah.

Saya tak tahu bagaimana saya bisa terkena peluru itu. Saya hanya ingat, saya sedang digendong ibu ketika di kampung saya terdengar suara ribut-ribut dan dar-der-dor. Ibu lalu lari sambil menggendong saya. Tiba-tiba ibu jatuh dan dada saya perih. Setelah itu, saya tak sadar.

Ketika saya siuman, ibu tak ada lagi. Saya hanya melihat bapak dan kakek yang setia menunggu saya di sebelah tempat tidur rumah sakit. Setiap hari mereka menjaga saya. Mereka sering menangis. Tapi, saya tak tahu apa sebabnya. Saya belum bisa bicara. Hidung saya ada selangnya. Entah selang apa ini. Kata dokter, saya harus pakai selang ini biar lekas sembuh.

Bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Saya tak tahu kapan saya sembuh dan segera bisa bermain lagi dengan kawan-kawan di kampung. Sebetulnya saya sudah kangen sekali pada mereka. Saya ingat, biasanya kalau sedang siang begini saya biasa main lari-larian di lapangan sambil menonton bapak-bapak yang memanggul senjata.

Wah, bapak-bapak gagah betul ya. Saya kagum. Kelak, saya juga ingin jadi tentara seperti bapak-bapak sekalian. Saya ingin jadi petugas negara, yang membela negara dari serangan musuh, seperti bapak-bapak.

Tapi, sekarang saya masih sakit. Saya belum bisa melihat bapak-bapak latihan lagi. Dada saya masih sakit. Perih. Saya hanya bisa menangis menahan pedih. Bapak-bapak tahu kan rasanya sakit itu? Bapak-bapak mungkin juga punya anak-anak yang sebaya dengan saya. Bagaimana rasanya jika bapak melihat anak-anak bapak sakit karena tertembak? Pasti sedih ya?

Saya tak tahu kenapa saya harus tertembak. Saya masih kecil. Saya tak tahu apa-apa. Saya tak mengerti kenapa bapak-bapak menembak saya. Mungkin bapak-bapak sedang marah ya? Mengapa bapak-bapak marah? Apakah bapak dan ibu saya jahat sehingga harus dimarahi? Apakah tetangga-tetangga di kampung saya mengganggu bapak-bapak sekalian?

Bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Saya mohon maaf seandainya bapak, ibu, kakek, juga tetangga-tetangga kampung saya sampai membuat bapak-bapak marah. Mereka sebenarnya baik kok. Mereka semua sayang saya. Hanya mungkin mereka sedang bingung.

Kemiskinan, ketakutan akan kehilangan, telah membuat mereka kehilangan akal dan kesabaran. Pada saat yang sama, bapak-bapak yang seharusnya memberi kami rasa nyaman dan aman, justru mengancam kenyamanan dan keamanan mereka. Karena itu, kami protes.

Tapi, mestinya bapak-bapak tak harus menghadapi protes kami dengan bedil. Kami jelas kalah melawan senapan yang bapak-bapak punya itu. Kami cuma rakyat kecil yang ingin hidup tenang dan berusaha mencari sedikit rejeki untuk menyambung hidup. Kami bukan sedang ingin melawan apalagi memusuhi bapak-bapak petugas keamanan yang gajinya berasal dari pajak yang kami bayar juga.

Kami teman, bukan musuh bapak-bapak. Jadi mengapa bapak-bapak menembak kami? Menembak saya? Apakah bapak-bapak tak sayang pada kami lagi? Apakah bapak tak cinta saya? Saya ingin tahu, apakah bapak-bapak terbayang pada anak-anak, istri, juga saudara-saudara bapak di rumah ketika bapak-bapak mengarahkan senapan dan menyemburkan pelurunya ke arah kami? Tak terbayangkankah wajah anak bapak ketika dada saya tertembak?

Bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Nasi memang telah jadi bubur. Sesal kemudian tiada guna. Saya hanya ingin agar kejadian yang menimpa saya tak terulang lagi. Jangan sampai bapak-bapak sekalian terlalu gampang menembak. Apalagi menembak ke arah rakyat yang duitnya bapak-bapak pakai untuk membeli senjata itu.

Tentara dan rakyat bersaudara. Akanlah lebih baik jika kita bisa hidup berdampingan dan bukan saling gontok-gontokan. Kekerasan hanya akan menimbulkan kebencian dan perpecahan.

Semoga melalui surat ini hati bapak-bapak sekalian terketuk dan terbuka pintu nuraninya. Tak lupa saya mohon bapak-bapak mendoakan supaya saya segera sembuh ya. Semoga cukup saya yang jadi korban, bukan yang lain.

Salam,
Choirul Anwar

§ 41 Responses to Marinir Pecas Ndahe

  • avatar mbahatemo mbahatemo berkata:

    semoga lekas sembuh..

  • avatar Aris Aris berkata:

    Turut mendoakan semoga lekas sembuh dan diberikan kekuatan serta ketabahan. Untuk Marinir dan tentara lainnya yg membaca surat terbuka ini semoga dibukakan pintu hatinya dan tidak kembali melakukan kekerasan di masa datang. o ya.. saya usul ke Marinir untuk mengangkat Choirul sebagai anak asuh, agar cita-citanya menjadi tentara kelak dapat juga tercapai. Tentunya tentara yang baik.

  • avatar yati yati berkata:

    …dari bisik2 org2 yang menjenguk saya, konon bapak saya terpaksa ngutang ke tetangga agar saya tetap bisa dirawat di rumah sakit ini…

    *gw_bener_bener_benci_mereka!

  • avatar Hedi Hedi berkata:

    ….saya juga berharap semoga jangan ada lagi Choirul bernasib malang seperti saya lagi.

  • avatar kw kw berkata:

    Choirul Anwar, kamu hebat nak. calon presiden masa depan. semoga cepat sembuh.

  • avatar awi awi berkata:

    sedihnya, latihan perang2an koq pake peluru beneran sih, sampe ada korban jiwa lagi

  • avatar antimiliter antimiliter berkata:

    mmm, bukankah kita selalu menjadi pihak yang kalah, ndoro?

  • avatar rezayazdi rezayazdi berkata:

    hanya di negara komunis yang mana tentara nya nembakin rakyat dengan senjata yang di beli dari uang rakyat!

  • avatar walahwalah walahwalah berkata:

    maklumlah mereka kan gak merasa jadi manusia, mana bisa sayang sama saya…?

  • avatar arya arya berkata:

    Choirul, bertahan di situ nak.
    kamu adalah simbol kita rakyat kecil melawan kesewenang-wenangan mereka yang memanggul senjata.

  • avatar Ardana-bali Ardana-bali berkata:

    wah! ga bisa ngomong apa! mudah2xan lekas sembuh ya,,,

  • avatar ulatdaun ulatdaun berkata:

    cepet sembuh ya, dhek?

    kalo dah besar jangan jadi tentara yang bisanya cuma nakut2in rakyatnya….
    tapi jadilah tentara yang mencintai rakyat…

    saya yakin….jika kamu besok besar jadi tentara
    kamu akan jadi tentara yang jauh lebih baik
    dan yang pasti membuat negara kita jauh jadi lebih baik
    amien……

  • avatar Evy Evy berkata:

    Astaghfirullahal adzim.., apalagi yang terjadi di negaraku tercinta? Bapak2 marinir katanya bapak pembela bangsa dan negara,apa2an ini pak?

    Kirim surat langsung aja ndoro, ga bisa kayak gitu sekedarnya… Chaerul harus sembuh dan di rawat dengan baik…

    Aduh aku panas jee…. tak suratane koncoku sing dokter marinir…

  • avatar m irsyad m irsyad berkata:

    jangan pilih tni yang aktif maupun purnawirawan jadi bupati, walikota, gubernur, n ……

  • avatar andrias ekoyuono andrias ekoyuono berkata:

    itulah kalo masalah pertanahan diselesaikan dengan pertahanan

  • avatar venus venus berkata:

    atas permintaan penulisnya, komentar ini dihapus. alasan venus, “Wagu, misuh-misuh, ngisin-isini.”

  • avatar tukang ketik tukang ketik berkata:

    emang lagi model bikin postingan surat terbuka. hehehe…

  • avatar mei mei berkata:

    bukannya dulu marinir itu idola to???

    semoga lekas sembuh nak…

  • avatar Eyang Eyang berkata:

    Halah….Tole! Tole kok ngene!Sing kuat, tahan yo le….mengko bal-balan meneh karo eyang.

  • avatar Eyang Eyang berkata:

    Nek ngene mestine kabeh warga negara kudu wajib militer, bene ora diperlakukan semena-mena alias bisa nembak juga.
    Semua sayang kamu le!

  • avatar eyang arsyad eyang arsyad berkata:

    Cucunda, eyang sedih banget kamu jadi korban. Tapi ini adalah akibat orang-orang yang arogan dalam menyikapi masalah. Marinir arogan, tapi warga setempat juga arogan. Warga telah dihasut oleh fihak tertentu (saya yakin itu adalah orang-orang komunis)untuk melawan aparat Marinir dengan semboyan “rakyat tidak akan kalah”. Semboyan itu benar, tapi tidak untuk disalah gunakan dengan cara “mengeroyok orang bersenjata”. Marinir arogan dengan cara menembak ke arah warga. Mestinya para Marinir kita bisa menahan diri semaksimal mungkin. Tapi gimana yaaa? Kalau saya lihat demo-demo yang biasa kita lihat di TV, mengerikan banget itu arogansi massa. Salahkah kalau Marinir itu ketakutan juga kalau sampai dipukuli kepalanya dengan batu sampai pecah seperti yang dialami Polisi di Jayapura sana. Yah, saya tidak berfihak ke Marinir, tapi tidak juga berfihak kepada massa yang arogan.

  • avatar mas ali mas ali berkata:

    dhek, musibah itu tak punya mata dan tak kenal siapa2. itu bukan salah adek ataupun salah pak marinir. kalo adek ingin tahu yang sebenarnya, coba adek kalo udah besar jadilah seorang marinir maka adek akan tahu kebenaran yang sebenarnya. bagi pak marinir, negara adalah yang paling utama. dan perlu diketahui pula pak marinir juga punya anak yang seumur dengan adek. semoga adek kelak jadi marinir. amin 3x

  • avatar tiger tiger berkata:

    marinir itu realitanya sangat takut untuk berperang,.ini di ceritakan sendiri oleh oknum anggota TNI yang pernah pergi dinas di TIM – TIM dulu,dia bercerita kalo di lapangan masing2 prajurit kalo di serang lebih condong nyelamatin diri masing2,klopun ada rekan yang kehabisan peluru pun temennya gak mau ngasih,di mana TNI yang katanya KOMPAk,insiden tabrakannya kapal perang Indonesia dengan Malaysia sudah ngejawab kok kalo MARINIR itu PENAKUT!!MARINIR KALO BERANI GANYANG MALAYSIA!!!!jangan Rakyat sendiri di Tembakin..Ingat Marinir Di gaji di persenjatain dari Uang Rakyat.MARINIR jangan Jadi Anjing yang gigit Tuannya!!

    • avatar calon marinir calon marinir berkata:

      saya akan membuktikan bahwa marinir itu tidak penakut!!!!!!
      hey tiger, kalo berani datang ke markas marinir!!!
      katakan apa yang kamu katakan di atas!!!!

      jangan ngtaain banci kalo kamu sendiri juga banci!!
      okey!!!
      peace, love, n respect!!!

    • avatar winarkubil winarkubil berkata:

      klu tdk tau kejadian yg sebenarnya jgn byk cingcong………………..

  • avatar tiger tiger berkata:

    MARINIR IBARAT BANCI DI DANDANI PAKAIAN TNI

    • avatar acong acong berkata:

      mas mas kok kayaknya sirik banget ma marinir..
      kenapa anda malah memperkeruh suasana..
      apakan pacar anda direbut sama marinir juga…
      hingga anda benci banget ma marinir… ato ada misi tertentu….

  • avatar unie unie berkata:

    sebenarnya marinir itu baik dn elit… kok

  • avatar Vitr! Vitr! berkata:

    Semoga lekas sembuh ya dek, ka2k turut prihatin. tapi musibah bisa datang dimana dan kapan saja.Tapi ka2k harap adek jangan membenci marinir ya, justru kita harus menyayangi orang yang telah membuat kita terluka. kelak, kalau adek sudah besar semoga adek jadi marinir agar adek tahu bagaimana sikap&perilaku marinir sebenarnya.

  • avatar Vitr! Vitr! berkata:

    Eh, iya dek ntar ka2k kasih tahu pacar ka2k yang jadi marinir agar tidak berbuat seenaknya kepada rakyat, terutama rakyat kecil.

  • avatar banderos banderos berkata:

    saya rasa ada baiknya kalau senjata tentara kita diganti dengan senjata mainan agar bisa perang-perangan ama anak kecil dan tidak melukai rakyat kecil yang hidupnya belum makmur.. mmhhhhhhhhhh… Indonesiaku… what happend with u ??????

  • avatar wawan wawan berkata:

    untung choirul masih hidup dan hanya 4 yang tewas, seharusnya lebih banyak kan dia termasuk orang-orang yang suka nyrobot tanah orang

  • avatar wawan wawan berkata:

    om tiger mau perang itu ada tata cara dan hukumnya sampeyan sebagai tukang batu/kuli tak tahu menahu soal perang, sampeyan pikir aja habis nguli dapat duit anak istri bisa makan beres cak, bravo tentara indonesia

  • avatar Tommy Tommy berkata:

    Marinir itu sbenernya baek n plg dihormati rakyat, tp stiap pekerjaan psti ada oknum, pasuruan kmaren gr2 kapitalisme perusahaan. Kebetulan sy bru bintara AD blom lulus kostrad. Sy pnya tmn marinir. Tp ntar adek, abang doain byr cpt sembuh, biar bs jd kopassus, ok.

  • avatar noto wiryo noto wiryo berkata:

    kasihan choirul anwar korban dari sikap masa bodoh dr nenek moyang mereka orang madura yg ngak tau diri, aq tau benar krn aku jg dr sana sebetulnya tanah itu sdh dibeli tp pihak marinir memberi hati untuk ditempati sementara, ngak taunya jd terusan. persis kyak kasus sambas dan sampit gmn orang madura ngat tau diri

  • avatar andre andre berkata:

    U/choirul semoga lekas sembuh ya dik…
    Kita harus obyektif dalam melihat segala sesuatu, masalah apapun tidak akan selesai jika kita menyikapinya dengan emosi,akhirnya keputusan yg kita ambil jadi tidak maksimal bahkan ngga logis,
    misalnya pada mslh ini, semua kan bisa dilihat akar permasalahannya,riwayat tanahnya ,legalitas surat2 tanahnya ,karakteristik penduduknya,
    saya yakin …semua bisa diselesaikan baik2 jika kita sama berpikiran jernih &tenang. TNI apapun kesatuannya berasal dari rakyat dan untuk melindungi rakyat juga,

  • avatar ayud ayud berkata:

    jangan dilihat dari satu sisi saja,liat dr sisi lainnya juga,kerbaupun kalau merasa terancam akan menanduk,apalagi manusia,merasa terancam dengan parang dan golok,ya pasti berusaha membela diri,,,,,,ok,,,,

  • avatar calon marinir calon marinir berkata:

    ini link buat teman2 yang ingin mengadu ke marinir

    http://www.marinir.mil.id/pengaduan.php

  • avatar rajagukguk rajagukguk berkata:

    tes

  • avatar toni toni berkata:

    sisi lain marinir yang berkaitan dengan penderitaan rakyat silahkan googling dengan key word: portal marinir

  • avatar buaya darat buaya darat berkata:

    yg jelas marinir gk penakut cuman gajih na kurang besar jd suka ngamuk,coba aja smua uang gayus hasil koropsi na,d kasih k marinir pasti mereka adem2,aja haha lumayan uang na bisa d pake nge lonte ama miras,

Tinggalkan Balasan ke wawan Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Marinir Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta