Merdeka Pecas Ndahe

Agustus 17, 2007 § 13 Komentar

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer … de … kaaaa …

Merdeka itu apa?

“Kemerdekaan adalah laut,” kata penyair Toto S. Bachtiar. Buat saya, merdeka itu ibarat hidup berkeluarga sendiri: naik-turunnya nasib yang tak bisa disodorkan lagi ke punggung orang lain.

Merdeka pun memang jadi tak mudah. Kemerdekaan suatu bangsa bahkan mengandung banyak mara bahaya. Tapi, sebuah bangsa jadi matang juga bukan karena taat menunggu sampai kunci depan dan hak-hak diserahkan oleh “sang bapak” kepadanya.

Sebuah bangsa jadi matang karena ia bersedia ambil risiko dengan kesalahan. Ia bukan seorang bocah yang selalu dilindungi dari masuk angin atau kepleset. Ia bukan calon menantu yang cukup dibekali harta sebelum kawin. Ia adalah pribadi yang mandiri, liat oleh benturan, kuat oleh badai.

Walhasil, kemerdekaan itu mengandung risiko. Siapa yang takut itu, biarlah jadi batu.

Karena ndak mau jadi batu, hari ini saya mau mengerek bendera Merah-Putih dan biarkanlah saya memberi hormat kepadanya …

Iklan

§ 13 Responses to Merdeka Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Merdeka Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: