UGM Pecas Ndahe

Agustus 20, 2007 § 31 Komentar

Jadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, di zaman sekarang ternyata makin susah. Bayar SPP mahal, kuliah pun belum tentu cepat lulus — seperti Momon itu. Hehehe …

Kantor berita Antara malah mengabarkan bahwa mahasiswa baru dari jalur SPMB di UGM yang tidak mampu membayar Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA) diminta oleh pihak rektorat untuk menandatangani surat pernyataan akan hidup sederhana selama mengikuti pendidikan.

Sampean tahu apa isi surat pernyataan itu, Ki Sanak?

Isi dari surat pernyataan tersebut di antaranya, akan hidup sederhana dan kadang-kadang berpuasa, akan berjalan kaki atau naik sepeda di lingkungan kampus, akan cepat lulus agar dapat menolong bangsa, dan jika telah siap akan bekerja paruh waktu di UGM. — Antara

Hidup sederhana dan kadang-kadang berpuasa? Terus terang saya ngakak dan sekaligus terharu membaca berita itu. Mosok mahasiswa baru UGM disuruh berjanji akan hidup sederhana, berpuasa, jalan kaki, dan cepat lulus agar cepat menolong bangsa?

Rasanya sih tanpa disuruh meneken perjanjian pun mereka pasti akan hidup sederhana. Bahwa mereka ndak pernah puasa ya itu urusan mereka, bukan urusan rektorat.

Lah kalau memang bukan anak orang kaya, pastilah mereka akan hidup sederhana bukan? Mosok kere tapi hidupnya mewah?

Eh, tapi jangan-jangan memang ada ya mahasiswa kere yang hidupnya foya-foya? Foya-foya, pesta, menghabiskan bandwidth di kantornya — seperti Tika itu? Hihihi …

Ah, embuhlah … Tanyakanlah saja pada Roy Suryo … atau Paman Tyo yang pernah sekolah di UGM. Pasti dia lebih tahu dari saya.

Iklan

§ 31 Responses to UGM Pecas Ndahe

  • Street Marketer berkata:

    Saya juga kuliah di UGM pakde…
    Universitas Gagal Maning… Gagal Maning…

  • Luthfi berkata:

    hua hua hua
    kadang ada mhs yg pasang status kere (di biodata) biar dapet beasiswa

  • mmm berkata:

    hehe, orang yogya emang lucu-lucu ya…

  • Momon berkata:

    Sebetulnya aku bisa lulus dua tahun yang lalu ndoro, tapi syarat adminitrasiku masih ada yang kurang (skripsi).

  • Suluh berkata:

    temenku yang dulu tenteng2 hape kuliah bermobil dan bemotor jaman tahun 2000 malah dapat beasiswa… saya yang cuma nyeker dan nyepeda ontel, malah gak dapat. lah wong saya gak ngajuin… malu…

    wong ugm dari teknik yang lum lulus2

    hiks3x

  • Lita berkata:

    *bengong lihat isi perjanjiannya*
    Luthfi bener, ndoro, ada kok yang ngakunya kere tapi punya telepon genggam, pakai jam tangan, kost di tempat lumayan, tampilan asik & gaul, perlengkapan kuliah lengkap. Lha kok bisa?

    “BIkin surat keterangan aja biar gak dimintain macem-macem”. He? Surat keterangan tidak mampu, maksudnya? “Iya”. Blas, ibu saya yang ndak mau. “Biarpun susah, mamah juga tau diri, nduk. Biar aja beasiswa buat yang bener-bener butuh”. Hah… Trus saya jadi ikutan malu.
    Lalu temen saya yang lenggang kangkung itu tadi?… Ya seperti Luthfi & Suluh katakan. *menghela nafas*

  • aLe berkata:

    jian ancene pecas ndahe πŸ˜›

  • peyek berkata:

    mestinya diberlakukan juga buat para alumni UGM
    hehehe…

  • pinkina berkata:

    ada-ada saja πŸ˜€

  • pitik berkata:

    sekolah memang menyusahkan..

  • galih berkata:

    duh…. speechlesss…

  • ario dipoyono berkata:

    aduh… mbok karo pak pusing…. kepengen anake pinter tapi kudu pinter juga cari duit. Pak Presiden Republik Indonesia yang terhormat… tolong para mahasiswa miskin dan mlarat di bantu (lak sing sogeh gak usah gak opo2), supaya bangsa ini pinter2 SDMnya

  • yati berkata:

    tikaaaa…..LAWAN! hahaha…

  • andrias ekoyuono berkata:

    iya sih, semua pengecualian yang dibuat untuk kalangan tidak mampu pasti ada penyelewengannya. Entah itu beasiswa, keringanan SPP, Raskin, hingga Askes Gakin. Mungkin itu yang melatar belakangi surat rektorat itu (itupun kalo benar), hehehehe

  • Ibune Momon berkata:

    Jadi betul itu. Perjanjian itu dibuat karena banyak yang dapat dispensasi padahal kaya. Harus gimana lagi kalau tidak pakai peraturan itu? Kalau dibilang orang Jogja lucu, maka orang dari luar Jogja yang bohong mengaku miskin itu yang sinting.

    Tapi yang lebih penting bagi saya adalah ini: Tinggalkan pola pikir UGM harus murah. Ini mengkhianati hukum alam. Ana rega ana rupa. Kalau mau yang bagus ya harus mahal. Dan UGM universitas bagus, baik dari sisi pengajarnya (2.300 an dosen, 800nya doktor). Fasilitas keren, IT nya advance. Ada beberapa universitas seperti ini di Indonesia tapi jumlahnya tidak mencapai angka 5.

    Konsep yang benar tentang pendidikan, dan ini mohon dicermati: beasiswa bagi yang tidak mampu tapi diterima. Ke depan, saya ingin SPP UGM LEBIH MAHAL daripada Trisakti, Atmajaya, BINUS atau Pelita Harapan. Tapi pemerintah menyediakan beasiswa bagi yang tidak mampu. Bukan UGM. Let us do the quality of teaching and research, and leaving the education for all (Pasal 33 UUD) to the government.

    Tolol sekali rasanya melihat ada mahasiswa UGM naik VW dan bayar 2 juta setiap 6 bulan. Harusnya dia bayar 25 juta karena FYI, total beban biaya seorang mahasiswa di UGM itu dulu…dulu…11 juta per semester. Sekarang mungkin lebih. Nah, kalau si VW itu bayar cuma 2 juta, kan negara (baca:rakyat)tombok 9 juta? Jadi walaupun si VW tidak minta dispensasi dan bayar SPP normal 2 juta, rakyat Indonesia mensubsidi dia sebesar 9 juta. Konyol gak sih?

  • ayamjagobanget berkata:

    nasi murah kagama masi dijual ga yaa….

  • Luthfi berkata:

    *baca komen-nya momon*
    wakakkakakakakka
    skripsi = syarat administratif?

  • rezayazdi berkata:

    lah, kalau di UI, telat bayar spp itu denda 50% ndoro…
    Kalau spp nya misal, 3jt, denda=1.5 jt! Telat bayar telpon aja denda nya gak segitu parah.

  • -tikabanget- berkata:

    ah, emang sayah ini suka foya foya..
    kapan lagi anak kere macam sayah bisa foya foya tho pakdhe..
    sayah bahagia dapet sms ulangtaun dari pakdhe , betewe..
    walopun harus pake bocoran dari momon..
    hihihihi…

  • ndoro kakung berkata:

    hohoho … ternyata bener tika hari ini ulang tahun ke-18. mantaps, tik! πŸ˜€

  • bangsari berkata:

    UGM emang top. harusnya ditambahi sekalian, tidak akan selama jadi mahasiswa. tidurnya berpindah-pindah dari balairung, masjid kampus dan gelanggang mahasiswa. plus jualan wedang di depan kopma UGM. πŸ˜€

  • zam berkata:

    hehehehe..

    untung saya baru saja dipecat dari UGM, ndoro..

    tapi kok ya hidup saya masih kere dan mpot-mpotan, ya?

    UGM memang kampus rakyat.. meski gerbang masuknya seharga 2 milyar, yang dibangun pake duit BOP..

  • Nukman Luthfie berkata:

    wah, kalau jaman dulu sudah diberlakukan, saya pasti kena peraturan surat semacam itu.

  • makanya jadi anak dosen UGM aja, pasti dapat keringanan seringan2nya.

  • tito berkata:

    horeee aku ora disebut, berarti lulusku cepet

  • gunawan berkata:

    Kok malah nyuruh mhs nya puasa ki kepiye to?? lha mbok kalo ada manten di graha sabha ato wisma kagama wajib ngundang mhs yg gak mampu tadi daripada nyuruh puasa

  • salimin berkata:

    Ah….dadi kelingan waktu mo KKN, ada pembekalan di gedung seblah timur Fisipol. Ngantuk banget….tapi tiba-tiba cekakakan waktu baca tulisan “ngemul kontot” di bangku depan kami….moga-moga ide pecas ndahe bukan berasal dari situ…kalo betul ya…tinggal jawab saja…. Yes it is wedul….!!

  • Pogung177 berkata:

    .. dulu waktu masih kuliah… sempet juga nymabi jaga warnet… konsekuensinya IPK 0… nilai kulia D..E.. kosong juga ada malah

  • sofie berkata:

    lha ugm ini memang mahal je, jadi keberpihakannya dipertanyakan, apakah dia mau mahal seperti unipersitas binus, PH lan liyane? dengan kondisi yang katanya okeh itu?atau dia mau memfasilitasi para mahasiswa yang berpotensi dengan biaya yang standar? la UGM kan kini punya banyak usaha yang menghasilkan upeti di pundi2nya?soal beasiswa mah dari duluw kayake gak tepat sasaran..
    *keluh kesah orang yang jarang dapat beasiswa*

  • popo berkata:

    @Pogung177
    sing penting saiki lak sampeyan dadi jutawan πŸ˜€
    dulu waktu kuliah jg sering ngajuin beasiswa tapi koq yang nyantol cuma satu, BKM (beasiswa kerja mahasiswa) pula. Jadi harus nyambi2 jadi asisten atau ngurus lab dulu.

    *satu jurusan sama suluh & pogung177*

  • jalansutera berkata:

    ugm emang ndeso kok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading UGM Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: