Comblang Pecas Ndahe
Oktober 31, 2007 § 18 Komentar
Manusia adalah makhluk sosial (homo socius), yang bergaul dan berinteraksi dengan sesamanya. Manusia membutuhkan relasi dengan manusia lain.
Aha, betapa sering kita mendengar kalimat itu. Seperti klise, kalimat itu telah dicetak ulang jutaan kali hingga kadang kita lupa siapa yang pertama kali mencetuskannya.
Saya juga ndak ingat siapa yang pertama kali mengeluarkan kalimat klise itu sampai seorang teman tiba-tiba bertanya lewat YM, tadi menjelang makan siang. Soalnya dia mau nulis tentang manusia sebagai makhluk sosial di blognya. Dan saya ngikutin saran dia untuk menulis juga … hihihi …
Untung saya punya Paklik Isnogud — telaga yang teduh itu. Saya bisa bertanya soal apa saja kepadanya. Menurut Paklik, Adam Smith pernah menulis The Theory of Moral Sentiments pada 1759. Di buku itu, Smith berbicara tentang manusia sebagai makhluk sosial.
“Tapi, kenapa sampean menanyakan soal itu, Mas?” tanya Paklik.
Parasnya terlihat agak jengkel. Wadoh! Kenapa nih? « Read the rest of this entry »
Maia Pecas Ndahe
Oktober 31, 2007 § 47 Komentar
Saya bukan mau ngajak sampean bergunjing dan berbagi gosip, Ki Sanak. Meski ini tentang trio kwek-kwek Maia Ahmad, Ahmad Dhani, dan Mulan Kwok itu, tapi ini bukan soal perceraian, perselingkuhan, ataupun pertengkaran mereka.
Saya cuma mau ngasih usul ke Maia, juga Dhani dan Mulan. Ketimbang capek dikejar-kejar wartawan infotainment, dan saya sebagai pembaca sekaligus penonton televisi juga merasa bosan melihat kalian seperti “banci tampil”, mbok ya sudah ngungsi saja ke mana gitu.
Mau ke Ndiwek, boleh. Mau ke Bojongkenyot, Dukuh Paruk, Dusun Seti, atau mana sajalah, silakan. Pokoknya pergilah jauh-jauh. « Read the rest of this entry »
Kubu Pecas Ndahe
Oktober 30, 2007 § 44 Komentar
Setelah pesta usai, lampu panggung dimatikan, piring kotor dicuci, dan disimpan lagi, sekarang saatnya saya leyeh-leyeh. Dua hari kemarin, Minggu dan Senin, saya sempatkan blogwalking membaca aneka ulasan kawan-kawan bloger, juga melihat [dan mentertawakan foto-foto] yang bertebaran di Flickr tentang Pesta Blogger 2007.
Secara sepintas saya menemukan sesuatu yang menarik: ada dua kubu ulasan tentang Pesta Blogger 2007. Kubu bloger senior [untuk tak menyebut umur mereka yang sudah 35+] dan idealis umumnya menilai Pesta Blogger masih kurang ini dan itu, mestinya harus begina dan begini. Seraya memberikan sedikit pujian, kelompok yang ini merasa para bloger mestinya ndak cuma bisa ngumpul dan hura-hura.
Kubu kedua, para bloger yang umurnya lebih muda [-35], generasi tanpa beban, kebanyakan menulis hal-hal yang lebih kasual, santai, ndak terlalu peduli dengan misi ini dan itu. Tapi, kelompok yang ini lebih antusias. Bergelora semangatnya.
Mereka ini merasa Pesta Blogger adalah kesempatan langka. Bisa hadir di Pesta Blogger saja merupakan sebuah kegembiraan, apalagi bertemu langsung dengan teman-teman sepergaulan di ranah digital yang semula hanya bisa ditemui di kotak komentar atau shout box.
Saya termasuk yang mana? « Read the rest of this entry »
Brokoli Pecas Ndahe
Oktober 29, 2007 § 27 Komentar
Saya baru sampai di pabrik dan buka komputer pagi ini. Belum juga sempat meredakan napas yang ngos-ngosan. Belum juga minum air putih dingin. Ealah, lah kok setumpuk undangan dan memo sudah memenuhi meja.
Begitu buka komputer dan email, hwsayu … banyak amat pesan-pesan yang masuk. Saya buka satu per satu, saya intip dan baca pelan-pelan.
Hwadoh! Lah kok hampir semuanya mengingatkan saya bahwa pesta sudah berlalu dan mulai hari ini saya kembali menjadi buruh pabrik lagi seperti biasa — yang harus menaati perintah para bos dan juragan.
Setenggok tugas sudah menanti. Sebakul pekerjaan sudah menunggu. Ya, ampun … « Read the rest of this entry »
