Indon Pecas Ndahe

Desember 5, 2007 § 47 Komentar

Setiap isu kontroversial selalu memunculkan free rider. Ah, lagu lama …

Beberapa kawan memberi tahu saya tentang blog ini. Andri, misalnya, mengabarkannya via email. Begitu juga beberapa kawan lain. Salah satu di antara mereka malah langsung bertanya, “Blog ini enaknya diapain, Ndoro?”

Lah saya malah bingung. Kenapa tanya saya? Jangan-jangan salah alamat nih?

Saya lalu melongok blog yang dia maksud dan membacanya dengan seksama. Aha, saya jadi paham kenapa teman saya itu bertanya begitu. « Read the rest of this entry »

Tips Pecas Ndahe

Desember 4, 2007 § 64 Komentar

Saya kerap menerima email yang menanyakan segala sesuatu tentang blog. Mungkin pengirimnya mengira saya jagoan urusan beginian. Padahal, asal tahu saja, saya itu sama begonya dengan mereka semua.

Tapi, supaya mereka tak terlalu kecewa dan merasa menyesal karena sudah mengirim email, saya sudah menyiapkan jawaban standar.

Kira-kira beginilah risalah percakapan antara mereka dan saya, siapa tahu berguna buat sampean juga, Ki Sanak.

>> Ndoro, blog itu apa sih? Untuk apa kita bikin blog?

:: Blog itu cuma sejenis mainan saja kok. Mungkin seperti Tamagotchi buatan Jepang itu. Setelah memilikinya, sampean mesti merawatnya agar dia hidup terus.

Untuk apa? Oh ya bukan untuk apa-apa, kecuali kalau sampean ingin memperoleh pelajaran. Blog itu sarana kita belajar, tentang apa saja. Tempat memberi dan menerima. Nah, kalau sampean bukan orang yang biasa berbagi, melepaskan kekesalan hati dengan cara yang beradab, ya ndak usah bikin blog. « Read the rest of this entry »

UNFCCC Pecas Ndahe

Desember 3, 2007 § 38 Komentar

Baiklah Tuan, mari kita bicara tentang bumi yang kian mendidih dan salju yang terus meleleh.

Tapi, tolonglah hentikan dulu kendaraan Tuan. Jangan berpacu terlalu kencang di jalanan. Kami ini cuma cecunguk paria di atas sepeda ontel tanpa asap, tanpa emisi, pasti tak kuasa mengejar Tuan.

Mari sandarkan saja sama-sama punggung kita ke pohon-pohon yang masih tersisa di atas bukit-bukit gundul. Aha, Tuan pasti tahu ke mana pokok-pokok kayu itu pergi, bukan?

Baiklah Tuan, mari kita selesaikan urusan yang tak pernah selesai ini. Tentang burung-burung yang kehilangan sarangnya di pesisir. Tentang ikan-ikan yang berkelojotan, dan akhirnya raib, dari tengah samudera.

Tapi, letakkan dulu piring Tuan. Janganlah Tuan berbicara sambil mengudap rebusan kepiting dan kerang hijau itu. Tuan bisa tersedak. Mari kita duduk sama-sama di bawah purnama yang tak pernah sempurna. « Read the rest of this entry »

Bintang Pecas Ndahe

Desember 2, 2007 § 23 Komentar

Hujan bintang di atas Senayan.

Langit keperakan.

Bulan jingga.

Tubuhmu harum cendana.

Tujuh bidadari turun dari surga, membawa selendang bergambar naga.

Aku meliuk di antara puisi dan prosa.

Kau tersenyum. Hatiku bergelora.

Aku ingat, waktu itu matahari sudah terbenam. Dan karena di daerah khatulistiwa hampir tak ada senja, bayang-bayang menyebar menyambut sinar bulan. Jakarta mulai dibungkus malam. Punggungnya dibalut pasmina merah saga. « Read the rest of this entry »

Cungkring Pecas Ndahe

Desember 1, 2007 § 28 Komentar

Ini namanya rokok nggaya, menganggap semua orang [oemoem] sudah tahu.

Padahal, siapa yang tahu? Huh, Ge-eR. Benar-benar rokok yang aneh …

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Desember, 2007 at Ndoro Kakung.