Cerita Pecas Ndahe

Januari 14, 2008 § 29 Komentar

Kaos bisa sama. Cerita pemakainya yang beda. Ceritakanlah kaos sampean, atau kaos keluarga sampean. Baik kaos baru maupun kaos lama yang sudah jadi lap, itu bukan masalah. Yang penting ada gambarnya.

Ceritakan dan bagikanlah di sini: Ceritakaos.com.

Kenapa kaos?

Karena kaos adalah busana kasual semua orang. Lebih dari itu, kaos yang bergambar adalah sebuah pernyataan pesan.

  • Blog Cerita Kaos mengajak Anda berbagi cerita tentang kaos Anda, kaos anggota keluarga Anda, kaos sahabat Anda, kaos teman Anda, kaos tetangga Anda.
  • Tak soal kaosnya beli sendiri atau pemberian.
  • Juga bukan soal jika kaosnya sudah menjadi lap.
  • Bahkan misalnya desain dekorasi kaos itu tak Anda pahami maksudnya, tetapi Anda terkesan, jangan ragu untuk membagikannya.
  • Bagaimana jika kaos Anda ternyata sama dengan kaos orang lain yang juga pernah dimuat di sini? Itu pun bukan soal. Setiap kaos punya cerita yang sangat personal.

Blog Cerita Kaos ini diurus oleh beberapa bloggers dengan niat utama mengajak orang berbagi cerita. Sederhana, kan?

Untuk sementara, ada saya, Paman Tyo, dan Puji, di sana. Pasti akan bertambah kalau sampean juga mau ikut iseng tertarik berpartisipasi. Paman bahkan sedang menyiapkan undangan untuk beberapa blogger terpilih. Sebentar lagi sampean mungkin bakal mendapatkannya.

Tunggu apa lagi? Segera kirimkan cerita kaos sampean di sana. Isi formulir. Berbagilah. Dan, nikmatilah berkah Web 2.0, user generated content. Halah!

Iklan

§ 29 Responses to Cerita Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cerita Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: