Kandidat Pecas Ndahe

Maret 17, 2008 § 30 Komentar

Siapa calon kuat gubernur Bank Indonesia? Bukan Agus Marto. Bukan Raden Pardede. Komisi seleksi di DPR ogah memilih mereka. Lah terus siapa dong?

Menurut info A1, ini dia kandidat terkuat dan hampir pasti terpilih sebagai gubernur bank sentral yang baru.

Oh, karena itu mungkin ada istilah “politik dagang sapi”. Sampean percaya ndak, Ki Sanak?

Bocor Pecas Ndahe

Maret 15, 2008 § 27 Komentar

Garansi bocor 1 tahun? Apakah maksudnya setelah satu tahun boks dari besi ini pasti bocor, begitu?

Photobucket

Lah kok kalah hebat dibanding kondom antibocor itu ya. Wah, klaim yang sangat aneh tuh.

Saya menemukan tulisan itu di sebuah mobil boks di dekat Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sayang saya ndak sempat menanyakan maksudnya kepada si pengemudi.

Jaka Pecas Ndahe

Maret 14, 2008 § 28 Komentar

Setahu saya, kisah Jaka Tingkir alias Mas Karebet itu adalah cerita tentang seorang pemuda gagah perkasa yang kelak menjadi Sultan Pajang dengan nama kebesaran Sultan Hadiwijaya.

Tapi, dalam imajinasi pemilik truk, Jaka Tingkir berubah menjadi anak muda culun yang berduel melawan … ayam.

Lah kok ayam sih? Bukannya dulu itu Jaka Tingkir bertarung melawan seekor kerbau jantan yang mengamuk di tengah pasar?

Ah, kalau begitu namanya kita ganti jadi Jaka Ayam saja. Setuju, Ki Sanak?

Toko Pecas Ndahe

Maret 14, 2008 § 41 Komentar

Mengapa mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan terus bertumbuhan di Jakarta? Tanda-tanda kemakmuran? Pertumbuhan ekonomi yang meroket?

Saya tak tahu. Tapi, kemarin siang, di Pacific Place yang menjulang, luas, dan dingin itu, saya melihat toko-toko sepi tanpa pembeli. Tapi, tempat-tempat makan, kafe, rata-rata ramai pelanggan.

Bapak-bapak berdasi LV, ibu-ibu dengan tas Prada di tangan, mengudap jajanan. Sesekali terlihat mereka menyesap kopi berlogo duyung dalam bulatan hijau itu.

Saya heran, bila toko-toko baju, parfum, arloji, dan sebagainya itu tiada laku, dan itu artinya tiada pemasukan, bagaimana mereka bertahan? Bukankah menyewa lahan di dalam kompleks pertokoan mewah jelas butuh uang tak sedikit? « Read the rest of this entry »

Fraud Pecas Ndahe

Maret 13, 2008 § 27 Komentar

Aksi pemalsuan kartu kredit belakangan ini benar-benar semakin menggila. Anggota sindikat pemalsunya pun berasal dari berbagai negara.

Bulan lalu, polisi membekuk sindikat pemalsu kartu kredit internasional dari bank-bank besar dunia, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para tersangka memegang paspor dari beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan tentu saja Indonesia.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti sebanyak 4.500 kartu kredit palsu dari 31 negara dan 80 kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Polisi menyita beberapa mesin dan peralatan untuk memalsukan kartu kredit itu.

Menurut salah satu pelaku pemalsuan, selama dua tahun terakhir ini mereka telah memproduksi lebih dari 10.000 kartu kredit palsu dari berbagai bank, termasuk di Indonesia. Gila, kan? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Maret, 2008 at Ndoro Kakung.