Flu Pecas Ndahe

Maret 20, 2008 § 9 Komentar

Coba Ki Sanak, sampean baca berita ini:

Indonesia needs more help to rein in the bird flu virus, the UN’s Food and Agriculture Organisation has said. The human death toll from bird flu in the country rose to 100 earlier this year — almost half of the total worldwide fatalities.

Sungguh mencemaskan. Tapi, mengapa yang duduk di singgasana itu diam saja ya? Kenapa malah jalan-jalan ke luar negeri? Apa sudah ndak punya sense of crisis?

“The human mortality rate from bird flu in Indonesia is the highest in the world and there will be more human cases if we do not focus more on containing the disease at source in animals,” said FAO Chief Veterinary Officer Joseph Domenech in a statement on Tuesday.

Apakah kita harus menunggu jumlah korban jatuh lebih banyak?

Kring, kring … “Halo, bisa bicara dengan kebisuan … “

Kontras Pecas Ndahe

Maret 19, 2008 § 42 Komentar

Seorang kawan dengan bergemuruh bercerita tentang pengalamannya menyaksikan Mega Bazar Computer di Jakarta Convetion Center yang ditutup Ahad lalu.

Pameran komputer gede-gedean itu katanya dikunjungi sekitar 30 ribu orang yang membayar tiket masuk Rp 5.000. Orang memadati arena pameran hampir seharian. Mereka berjalan hilir mudik sambil menenteng laptop-laptop anyar yang baru dibeli.

“Kalau melihat antusiasme orang yang datang, belanja ini dan itu, di pameran komputer itu kok saya jadi merasa orang Indonesia sudah maju dan makmur yo, Mas. Orang Indonesia itu ternyata sangat melek dan haus teknologi,” kata teman saya itu.

“Bagus dong,” jawab saya sekenanya.

“Tapi, tapi, Mas … eh, kok saya merasa miris juga ya.”

“Loh miris piye sih?” « Read the rest of this entry »

Prajurit Pecas Ndahe

Maret 18, 2008 § 46 Komentar

Dari Jeung Yeni alias Sandal, saya beroleh foto ini. Katanya, foto ini beredar di mana-mana. Sampean mungkin sudah mendapatkannya juga dari sini. Sayang, saya ndak tahu siapa fotografernya…

Wah, gagah juga ya kawan kita yang satu ini. Pantas banyak orang menyukainya.

Keluhan Pecas Ndahe

Maret 18, 2008 § 28 Komentar

If you don’t like something, change it. If you can’t change it, change your attitude. Don’t complain. — Maya Angelon

Berapa kali sampean mengeluh dalam sehari? Sekali, dua kali, sepuluh, atau berkali-kali? Apa sebabnya? Bangun kesiangan. Hujan deras. Ndak bawa payung. Jalanan becek. Angkot penuh. Jalanan macet. Waktu mau nyeberang, eh nyaris diserempet Metromini yang ugal-ugalan.

Huh, pasti sampean misuh-misuh sekencangnya dan mengeluh kenapa pagi-pagi sudah ditimpa kesialan datang bertubi-tubi.

Sewaktu sampean sampai di tempat kerja atau kuliah, eh kok ya nasib apes masih mengekor. Pekerjaan datang bertubi-tubi. Yang satu belum kelar, sudah datang yang lain. Teman kerja cuma enak-enak main game. Bos meeting di luar melulu. Koneksi Internet lelet. Sampean misuh-misuh lagi dan mengeluh kenapa dunia sungguh tak adil. « Read the rest of this entry »

Adam Air Pecas Ndahe

Maret 17, 2008 § 44 Komentar

Maskapai Adam Air tengah dilanda kisruh. Pemegang sahamnya menarik diri. Tujuh pesawatnya ditahan di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Para calon penumpangnya membatalkan tiket. Ribuan karyawannya terancam PHK.

Akibat kekacauan itu, Adam Air tampaknya bakal benar-benar tutup warung. Ini hanya soal waktu, kecuali ada keajaiban.

Anehnya, situs resmi Adam Air tak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Situs itu bahkan dengan bangga masih memasang logo “Top Brand” airlines. Halah, Top Brand dari Hong Kong … « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Maret, 2008 at Ndoro Kakung.