Bencana Pecas Ndahe

Maret 6, 2008 § 29 Komentar

Bencana adalah pelanggan rutin bagi sejumlah kawasan di Tanah Air. Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang, datang silih berganti.

Bencana banjir, misalnya, telah menghumbalang sejumlah daerah di Indonesia beberapa bulan terakhir ini. Genangan air merendam ribuan rumah, gedung, serta ribuan hektare sawah, juga infrastruktur seperti jalan dan jembatan selama berhari-hari.

Ribuan warga terpaksa tergesa mengungsi. Mereka menyelamatkan harta benda dan jiwa sesempatnya. Sebagian beruntung dan ditampung di barak-barak pengungsian. Sebagian lagi hidup keleleran di ruang-ruang kosong yang belum terjamah bandang.

Kehidupan para pengungsi sangat mengenaskan karena kiriman bantuan dari pemerintah dan LSM belum semuanya menjangkau, terutama mereka yang berada di lokasi terpencil. Hari demi hari, mereka menanti dengan tak pasti kapan sumbangan sampai ke tangan mereka.

Apakah sampean tergerak untuk mengirimkan bantuan kepada mereka? Lihat dulu foto-foto para pengungsi banjir itu di sini. Jangan lupa siap-siap tisu atau lap basah dulu. Ough!

Bokong Pecas Ndahe

Maret 5, 2008 § 25 Komentar

Ini sebetulnya gagasan lama Paman Tyo yang tak kunjung terwujud karena saya yang dijawil-jawil untuk menolong ternyata tak lekas mengulurkan bantuan.

Padahal Paman punya gagasan dahsyat: ingin mendokumentasikan grafiti maupun pesan yang tertera di bokong kendaraan angkutan, seperti truk, bus, angkot, dan mobil boks dalam sebuah blog.

Baru beberapa hari belakangan ini saya ada sedikit waktu luang untuk segera mengisinya. Soalnya saya sudah ndak enak hati melihat wajah Paman yang mulai cemberut.

Maka, jadilah blog khusus bokong truk di Pesan Lewat ini. Tentu saja blog ini masih jauh dari sempurna. Theme dan headernya masih ala kadarnya. Yang penting ada dulu, sambil menanti bantuan teman-teman yang berminat menyumbang desain, hehehe … « Read the rest of this entry »

Pasangan Pecas Ndahe

Maret 4, 2008 § 42 Komentar

Kalau dilihat sekilas, kalimat di bak truk ini seperti tak ada yang aneh. Tapi, kalau dibaca dan dibaca lagi, lalu direnung-renungkan, rasanya ada yang janggal.

Kenapa ya “suami” berpasangan dengan “mama”? Mengapa bukan istri? Bukankah setiap kata memiliki pasangannya sendiri? Misalnya nih, bapak-ibu, pria-wanita, lelaki-perempuan, pakde-bude, om-tante, suami-istri.

Lantas mengapa pemilik truk itu tak menulis “suami setia istri”? Apakah kata “istri” terdengar kurang urban ketimbang “mama”? Istilah istri kurang seksi? Apakah ini sebuah anomali, ketidaktahuan, atau justru kesengajaan?

Ugh, pesan yang aneh …

e-Learning Pecas Ndahe

Maret 4, 2008 § 23 Komentar

Pendidikan itu sebenarnya tanggung jawab siapa? Pemerintah? Publik? Orang tua? Atau kita semua? Diskusi soal ini bisa panjang dan berliku.

Kita bahkan bisa membahasnya sehari semalam, dan dilanjutkan besoknya lagi. Mungkin tanpa hasil sama sekali dan jawaban yang memuaskan semua pihak.

Tapi, tanpa banyak cingcong, menunggu perintah atasan atau doa restu pejabat Departemen Pendidikan Nasional, seorang blogger langsung memulai dan menunjukkan bahwa dia tak cuma bisa berdebat, usul ini dan itu yang ndak jelas, apalagi sekadar menghamburkan bandwidth untuk kesia-siaan. « Read the rest of this entry »

Tebakan Pecas Ndahe

Maret 3, 2008 § 10 Komentar

Kucing apa yang blasteran? Temukan jawaban tebak-tebakan katrok ini di blog yang ngeselin itu.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Maret, 2008 at Ndoro Kakung.