Lanang Pecas Ndahe

April 14, 2008 § 25 Komentar

Lanange jagad? Halah. Bukannya congkak, bukannya sombong loh. Tapi, ini bukan truk saya. Sumpah deh …hihihi

Astro Pecas Ndahe

April 12, 2008 § 50 Komentar

Modyar tenan. Setelah situs-situs diblokade gara-gara film Fitna, mulai kemarin giliran Liga Inggris yang menghilang. Gara-garanya, Astro dilarang siaran lagi, untuk sementara waktu.

Oalah, nasib … nasib … Mosok kita mesti ngungsi ke negara tetangga sih? Piye, Ki Sanak?

UPDATE:

Senin, 14 April, Astro memasang pengumuman ini.

Horeeeeeeee … sudah bisa nonton Liga Inggris lagi … 😀

Penghinaan Pecas Ndahe

April 11, 2008 § 46 Komentar

Kasus pencidukan anggota DPR Al Amin Nur Nasution terus berlanjut. Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Ritz Carlon, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tiga hari lalu.

Al Amin tertangkap basah menerima suap dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Riau, Azirwan. KPK menyita uang Rp 71 juta dan US$ 33 ribu.

Koran yang ringkas dan cergas itu hari ini menurunkan berita berisi komentar para kolega sang tersangka. Ini screen shot potongan berita itu di situs koran itu.

kasus

Saya jadi mikir, memangnya berapa sih, harga seorang wakil rakyat? Berapa rupiah/dolar lagi yang dibutuhkan agar mereka tak merasa terhina? Sepuluh juta, satu miliar, atau triliunan?

Sebenarnya, substansinya itu di jumlah atau pelanggarannya ya? Ah, jangan-jangan wartawannya salah kutip, hihihihi …

Filter Pecas Ndahe

April 11, 2008 § 38 Komentar

Dari sebuah milis, saya mendapatkan diskusi tentang perlu tidaknya filtering situs dan blog yang memposting film Fitna. Seseorang lalu mengusulkan untuk membuat polling di kalangan umat Islam, apakah mereka setuju dengan filtering.

Anggota milis yang lain — sebut saja namanya Mas Pinter — berkomentar, “Kalau umat Islam ditanya apakah mereka ingin filtering, jawabannya saya yakin pasti tidak karena yang mereka minta adalah film tersebut dihapus dari Internet (karena didistribusikan di Internet).”

Filtering, menurut Mas Pinter, diperintahkan Presiden kepada Menteri Kominfo, lalu diteruskan ke ISP, adalah karena nampaknya menghapus film tersebut dari Internet tidak mudah dan butuh waktu atau mungkin karena tak ada yang tahu bagaimana caranya. « Read the rest of this entry »

Spanduk Pecas Ndahe

April 10, 2008 § 46 Komentar

Spanduk ini saya temukan di kawasan belakang Bandar Udara Soekarno-Hatta tadi pagi. Berkibar-kibar tertiup angin, spanduk kuning ini mencolok karena kata-katanya.

Dalam pikiran saya, spanduk ini mungkin sebuah provokasi. Barangkali juga klaim belaka. Mungkin juga pembuatnya sekadar ingin pamer: kekuasaan, otoritas, keangkuhan, atau kesalehan.

Tapi, saya jadi bertanya-tanya. Dengan logika spanduk itu, apakah mereka yang tak mengutuk goyangan Dewi Persik tergolong masyarakat yang akhlaknya bejat?

Bagaimana dengan masyarakat yang menikmati setiap liukan tubuh molek dan goyangan pantat bahenol Dewi Persik di TV?

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2008 at Ndoro Kakung.