Aturan Pecas Ndahe

Mei 3, 2008 § 31 Komentar

Kenapa ya kita ini senangnya main gembok? Rumah digembok. Pagar digembok. Garasi digembok. Lemari digembok. Celana perempuan pemijat digembok. Eh, sekarang ban mobil pun digembok.

gembok roda

Mungkin mau menyaingi Houdini ya? Entahlah. Saya cuma mau bertaruh dengan diri saya sendiri, sampai kapan aturan yang baru diterapkan di Jakarta ini akan mampu bertahan. Sehari? Sepekan? Sebulan?

Ah, saya jadi ingat aturan yang mewajibkan sepeda motor menyalakan lampu dan harus berjalan di sisi kiri. Apa kabarnya ya?

Buruh Pecas Ndahe

Mei 2, 2008 § 42 Komentar

Ini cerita yang tercecer dari May Day Fiesta kemarin. Saya mendapatkannya dari laporan seorang pewarta stasiun radio talk & news skala ternama. Saya mendengar siarannya secara langsung dalam perjalanan ke pabrik.

Si pewarta melaporkan pandangan matanya terhadap aksi unjuk rasa para buruh di Semarang, Jawa Tengah. Begini laporannya …

“Pendengar, peringatan Hari Buruh di Semarang diperingati dengan aksi unjuk rasa. Aksi diikuti oleh ribuan buruh. Mereka menuntut pemerintah menghapuskan praktek outsourcing yang dinilai merugikan, blablabla …

Namun, ironisnya, di tengah aksi ini para buruh tak sadar bahwa upahnya mereka rata-rata sesungguhnya sudah cukup besar, bahkan jauh lebih besar dari para jurnalis yang meliput aksi mereka. Tapi para jurnalis justru tak pernah unjuk rasa … Pendengar, demikianlah laporan kami dari Semarang.”

Saya ngakak begitu mendengar kalimat penutup laporan itu. Lalu mengelus dada saya sendiri. Prihatin. Kok ya sempat-sempatnya pewarta itu melakukan “curcol” alias curhat colongan?

Saya memang pernah mendengar para pewarta yang bekerja di radio swasta itu melakukan aksi mogok kerja karena menuntut kenaikkan upah. Tapi, tetap saja saya kaget mendengar curhat colongan itu lolos sensor. Mungkin karena laporan itu disiarkan secara live.

Saya ndak tahu apakah pewarta itu lantas ditegur atasannya atau dibiarkan. Moga-moga saja dia tak mendapatkan sanksi apa pun.

Ah, juru warta … sungguh mulia kerjamu meski belum semua mendapatkan upah yang layak. Teruskan perjuanganmu, kawan …

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Mei, 2008 at Ndoro Kakung.