Aturan Pecas Ndahe

Mei 3, 2008 § 31 Komentar

Kenapa ya kita ini senangnya main gembok? Rumah digembok. Pagar digembok. Garasi digembok. Lemari digembok. Celana perempuan pemijat digembok. Eh, sekarang ban mobil pun digembok.

gembok roda

Mungkin mau menyaingi Houdini ya? Entahlah. Saya cuma mau bertaruh dengan diri saya sendiri, sampai kapan aturan yang baru diterapkan di Jakarta ini akan mampu bertahan. Sehari? Sepekan? Sebulan?

Ah, saya jadi ingat aturan yang mewajibkan sepeda motor menyalakan lampu dan harus berjalan di sisi kiri. Apa kabarnya ya?

Iklan

§ 31 Responses to Aturan Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aturan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: