Kebenaran Pecas Ndahe
Juni 12, 2008 § 31 Komentar
Jalan mencari kebenaran mungkin seperti mengupas kulit bawang, terbuka selapis demi selapis, dan makin lama semakin membuat pedih mata.
“International scientists said Tuesday they are almost certain a mud volcano that has displaced tens of thousands of villagers in central Indonesia was caused by faulty drilling of a gas exploration well — not an earthquake as claimed by the company…
Michael Manga, a University of California researcher who authored the part of the report on the quake’s impact, said while earthquakes can trigger eruptions, this one “was simply too small and too far away.”
Oalah, lumpur Lapindo …
BlackBerry Pecas Ndahe
Juni 11, 2008 § 39 Komentar
Sampean mau BlackBerry gratis? Mau kan? Tapi, ada syaratnya ya. Gampang kok. Sampean hanya perlu mengikuti XL Blog Competition yang diadakan oleh operator selular XL dan didukung penuh oleh Dagdigdug.
Lomba bertema “I Love Mobile Blogging” ini digelar untuk memeriahkan Festival Komputer Indonesia atau Indonesia Computer Show yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 11 Juni – 15 Juni 2008. Lomba dibagi dalam tiga kategori: Photoblog, BlogFest, dan BlogRally.
Di Festival Komputer itu, selain ada pameran barang-barang IT, XL dan Dagdigdug menggelar serangkaian acara lain. Ada workshop dan tutorial blog, kopdar dengan para blogger, dan sebagainya.
Nah, kalau sampean tertarik mengikuti XL Blog Competition, baca dulu persyaratan umumnya: « Read the rest of this entry »
Amanat Pecas Ndahe
Juni 11, 2008 § 40 Komentar
Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Lewat posting singkat ini, saya hanya hendak menyampaikan ungkapan terima kasih untuk Enda dan kawan-kawan blogger di mana pun berada yang telah meletakkan harapan di pundak dan meminta saya menjadi “manusia kursi” (was chairman) Pesta Blogger 2008.
Terus terang saya membutuhkan beberapa malam untuk memutuskan menerima amanah yang cukup berat ini karena meneruskan apa yang sudah dirintis Enda dan kawan-kawan pada Pesta Blogger tahun lalu jelas bukan pekerjaan mudah. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, perhelatan tempo hari sungguh prestasi yang sulit terulang. Saya merasa kurang mampu dan tak lebih dari yang lain.
Selanjutnya, silakan baca posting saya di sana …
>> Sudahkah sampean bersyukur atas kenikmatan hari ini?
Panglima Pecas Ndahe
Juni 10, 2008 § 38 Komentar
“Ah, belagu lo,” kata seorang kawan di pabrik setelah membaca berita itu. Mulutnya mencibir, menujukkan ketidaksukaannya.
Saya tersenyum, mencoba memahami perasaannya yang barangkali memang sedang kesal akibat ditimbun setumpuk pekerjaan.
Mungkin juga kawan saya itu kurang istirahat setelah begadang semalaman hanya untuk menyaksikan pertandingan Euro 2008 sehingga agak sensitif pada hal-hal yang bernuansa kepongahan.
Rambut sama hitam, isi kepala juga hati kan bisa berlainan. Kawan saya itu boleh saja mengumpat, tapi sampean belum tentu sepakat, bukan? « Read the rest of this entry »
Perbedaan Pecas Ndahe
Juni 9, 2008 § 28 Komentar
Bagaimana mengayuh perahu agama di tengah tekanan gelombang politik yang ganas? Bagaimana kelompok-kelompok agama harus bersikap terhadap pemerintah dan kelompok lain? Apakah mereka juga memakai pentungan? Menggebuk?
Bukalah buku-buku sejarah. Barangkali dari sana kita akan mendapatkan semacam pelajaran tentangnya, dan bagaimana harus bersikap di tengah keragaman.
Dari arsip usang dan berdebu di pabrik, misalnya, saya mengetahui sedikit gambaran tentang suasana hari terakhir Muktamar Nahdlatul Ulama Surabaya, 13 Oktober 1927.
Kurang lebih 200 orang hadir. Semuanya ulama. Ketuanya adalah Kiai Hasyim Asy’ari dari Tebu Ireng, Jombang.
Perdebatan sengit sering terjadi dalam muktamar ini, tapi dalam hal-hal pokok keagamaan para peserta bersatu.
Juga nampaknya dalam satu hal lain. Menurut laporan yang diterima pemerintah kolonial Belanda waktu itu, sebagaimana tersimpan dalam Koloniaal Archief di Den Haag, para peserta muktamar memuji-muji politik penguasa.
Pemerintah Hindia-Belanda, begitulah kata mereka, menjamin kemerdekaan Islam yang benar tanpa mencampuri segi-segi keagamaan. « Read the rest of this entry »