IndonesianBloggers Pecas Ndahe

Desember 3, 2008 § 66 Komentar

Berapakah sebenarnya jumlah blog dan blogger Indonesia? Apakah sudah mencapai 100 ribu? 300 ribu? 500 ribu? Atau lebih? Silakan bermain tebak-tebakan.

indonesian bloggers

Gallery & Directory of Indonesian Bloggers

Terus terang, saya susah sekali mendapatkan data yang sahih tentang jumlah blog dan blogger Indonesia. Selain angkanya naik terus setiap hari, datanya tersebar di mana-mana.

Kita pun belum tentu diizinkan mengintip data itu di laci para penyedia blog hosting luar, seperti Blogspot, WordPress, Multiply, Blogdrive, maupun yang lokal seperti dagdigdug dan BlogDetik. Akhirnya, saya dan sampean cuma bisa mengira-ira.

Karena itu, saya merasa sangat terbantu seandainya ada blog/situs yang berusaha mengumpulkan blog Indonesia dalam satu tempat, seperti Indonesian Bloggers ini. « Read the rest of this entry »

Aulia Pecas Ndahe

Desember 2, 2008 § 47 Komentar

Penjara adalah tempat di mana waktu berhenti.

Itulah kalimat Andre Malraux dalam salah satu bagian yang muram dari novel La Condition Humaine, menjelang Kyo menelan racun di lantai tahanan kaum revolusioner Tiongkok.

Di penjara, waktu memang berhenti karena masa depan telah diputuskan tak ada. Hukuman bukanlah awal suatu perubahan, atau metamorfosa, dari seorang kriminal jadi seorang warga negara yang baik. Hukuman telah jadi suatu keputusan final, seperti pepatah lama itu, sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak percaya.

Lalu apa gunanya bui? Dan kenapa selama ratusan tahun kegiatan mengurung orang itu diteruskan juga? « Read the rest of this entry »

Pisah Pecas Ndahe

Desember 1, 2008 § 40 Komentar

Apa kabar November? Semoga kau baik-baik saja pagi ini setelah Desember datang. Selamat jalan hujan, langit kelabu, daun-daun yang robek, dan hati yang remuk oleh perpisahan.

Sudah berbelas senja lewat sejak terakhir kita bertemu, sebelum kau terbang bersama kenangan. Aku masih ingat kau berdiri di bawah mendung dan hujan yang nyaris jatuh. Parasmu telaga. Sosokmu rimba pesona … seperti senandung RSD, Satu Bintang di Langit Kelam.

Kau datang dengan sederhana..
Satu bintang di langit kelam
Sinarmu rimba pesona dan kutahu telah tersesat …

Dulu aku memang sempat tersesat bagaikan perahu kecil yang mengapung pelan di selatan — menanti cemas. Dan seiring waktu berlalu, aku jadi kertas putih yang mulai menguning diterjang debu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Desember, 2008 at Ndoro Kakung.