Keluarga Pecas Ndahe

Januari 19, 2010 § 57 Komentar

Hari ini Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan jajaran keluarga prosesor terbarunya, Core i3, i5, dan i7. Apa manfaatnya bagi hidup kita?

CEO Intel Indonesia Corporation, Budi Wahyu Jati (tanpa helm), memamerkan prosesor Core terbaru


Hujan jatuh berderai-derai membasahi Jakarta tadi pagi. Mendung tebal menggantung di langit. Lalu lintas macet di beberapa titik. Kaki-kaki melangkah tergesa menghindar dari kuyup.

Di sebuah kafe di lantai dasar Wisma Mulia, Jakarta, tetamu berdatangan. Dalam sekejap, ruangan sesak. Acara pun bisa segera dimulai.

Di tengah lampu penerangan yang temaram, di ruangan yang diwarnai oleh jajaran laptop dan komputer meja seri terbaru, Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan keluarga prosesor berbasis Core: i7, i5, dan i3.

Keluarga prosesor terbaru itu dibuat dengan teknologi 32 nanomilimeter. Berkat teknologi ini, sebuah komputer diklaim bekerja jauh lebih cepat dari sebelumnya, namun tetap hemat energi. Daya tahan baterai sebuah laptop, misalnya, jadi lebih panjang.

Tapi lupakan soal teknologi dan segala macam bruhahanya. Abaikan harga per satuannya. Kinerjanya. Kemampuannya mengolah data digital dan kualitas grafis yang dihasilkan. Biarkan urusan itu kita serahkan pada ahlinya. Ada yang jauh lebih penting dari sekadar teknologi. Apa itu?

Pada akhirnya, apa pun teknologi dan wujudnya, yang jauh lebih penting adalah manfaatnya bagi kehidupan. Apakah dia membuat hidup kita jadi lebih baik? Apakah hidup kita terbantu olehnya?

Pada sesi tanya-jawab, saya menanyakan hal itu kepada Intel Indonesia Corporation. Yang menjawab adalah Budi Wahyu Jati, sang Country Manager.

Dengan rendah hati dan terus terang mengatakan bahwa pertanyaan itu berat, Budi lalu memberi contoh apa yang terjadi di dalam keluarganya.

Di keluarga Budi, seperti layaknya keluarga lain di Jakarta, makan bersama merupakan sebuah kemewahan. Ritual yang jarang terjadi. Dia mengaku sulit sekali mengumpulkan anggota keluarga di meja yang sama dan menikmati makan bersama. Selalu ada saja sesuatu yang menghalangi acara makan dihadiri anggota keluarga secara lengkap.

“Komputer mengubah segalanya. Sekarang saya bisa mengumpulkan anak dan istri dalam satu kegiatan di depan komputer,” kata Budi.

Komputer dengan teknologi terbaru, aplikasi yang lengkap, juga koneksi Internet, bisa dipakai bersama untuk aktivitas pergaulan sosial lewat Facebook, bermain game, hiburan (mendengarkan musik atau menonton video), anak-anak belajar, dan sebagainya. “Device is the center of activities,” kata Budi.

Dengan aktivitas bersama itu, anggota keluarga berinteraksi, melahirkan family value. Intel membantu hal itu terwujud dengan menyediakan prosesor yang menjadi tulang punggung komputer canggih, perangkat yang mampu melayani semua kebutuhan anggota keluarga. “Itulah sumbangan Intel bagi kehidupan yang lebih baik,” ujar Budi.

Bagaimana dengan sampean, Ki Sanak? Apakah teknologi juga bermanfaat bagi kehidupan sampean? Apakah hidup sampean jadi lebih baik dengan bantuan teknologi?

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean merasa lebih baik setelah membaca tulisan ini?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 57 Responses to Keluarga Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Keluarga Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: