Kucing Pecas Ndahe

Januari 21, 2011 § 118 Komentar

Bagi sebagian orang, kucing itu binatang peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Tapi buat mereka yang tak suka, kucing bisa saja dianggap sebagai hewan pengganggu.

Seperti kucing di kantor saya. Hewan berkaki empat ini hilir-mudik bebas setiap hari di sekitar kantor. Mereka makan, minum, merayu pasangan, dan berkegiatan seksual tanpa malu-malu. Yah, namanya juga kucing.

Tak cuma itu. Kucing-kucing yang hidup di sekitar kantor saya pernah memicu kehebohan dan kejengkelan. Saya ingat beberapa insiden di kantor yang ditimbulkan oleh para kucing beberapa tahun yang lalu. Mereka beraksi seenaknya, mengacak-acak meja, bahkan mengencingi sepatu seorang kawan. « Read the rest of this entry »

Percakapan Pecas Ndahe

Januari 17, 2011 § 108 Komentar

Pada mulanya adalah sebuah sapaan biasa pada pagi hari di Twitter. Lalu obrolan sepanjang hari via BlackBerry Messenger. Sebuah percakapan tentang Alyssa Soebandono, sekolahnya di Inggris, pekerjaannya, hingga keinginannya menjadi wartawan Tempo.

Begitulah salah satu aktivitas saya di Ahad kemarin. Percakapan itu berlangsung lama, dari pagi hingga dini hari. Tentu saja diselingi jeda-jeda panjang karena kami toh harus melakukan aktivitas lain.

Alyssa Soebandono atau dipanggil Icha, lahir di Jakarta, 25 Desember 1991. Dia pemain sinetron, bintang film, dan bintang iklan.

Wikipedia mencatat, Icha pernah bermain di beberapa sinetron, antara lain Upik Abu dan Laura (2008) di RCTI prod. Sinemart, Alisa (2008-2009) di RCTI prod. Sinemart, Kejora dan Bintang (2009-2010) di RCTI prod. Sinemart.

Ia juga pernah main di film Petualangan Sherina (2000), Janus: Prajurit Terakhir (2003), Inikah Rasanya Cinta? (2005). Sedangkan iklan yang dibintanginya adalah sampo Rejoice dan bedak Marcks.

Saya mengenalnya melalui Twitter ketika tahun lalu melancong ke Melbourne. Kebetulan Icha memang kuliah di Monash University. Sejak itu, beberapa kali kami ngobrol (ehm!) via BBM, seperti kemarin. « Read the rest of this entry »

Postcard Pecas Ndahe

Januari 14, 2011 § 36 Komentar

“Sarapan tuh harus dengan cinta, Mas,” katamu membuka rahasia pilihan menu.

“Halah. Cinta? Maksudmu?” “Love is like riding a bike. If you fall, you have to get back up again. Begitu juga sarapan. Kalau pagi ini kamu tak menemukan sarapan yang memenuhi seleramu, coba lagi besok.”

Kutipan itu adalah penggalan prosa terbaru lanjutan serial #28hari yang baru saja terbit sore ini. Pertama kali muncul persis satu tahun lalu, #28 hari ternyata mendapat respons yang luar biasa dari beberapa kawan, seperti sampean.

Versi lanjutan itu akhirnya saya buat setelah beberapa hari yang lalu Hanny bertanya apakah saya tak tertarik meneruskannya. Proyek #28hari memang merupakan proyek bersama saya dan Hanny — perempuan yang jarinya tangkas merangkai kata menjadi kalimat-kalimat yang romantik.

Satu tahun mungkin waktu yang sebentar. Tapi dari yang sebentar itu #28hari telah melewati beberapa momentum yang penting. Momen pertama adalah ketika ia diunggah dalam bentuk dokumen di Scribd supaya bisa diunduh oleh siapa saja. « Read the rest of this entry »

Pengusaha Pecas Ndahe

Januari 10, 2011 § 31 Komentar

Kelabu mewarnai Sabtu pekan lalu. Tiga tokoh meninggal pada hari itu: Maemunah Thamrin, istri sastrawan Pramoedya Ananta Toer, musikus Elfa Secioria, dan pengusaha Sudwikatmono.

Maemunah meninggal di usia 82 tahun karena penyakit stroke yang telah lama dideritanya. Elfa, 51 tahun, tutup usia di Rumah Sakit Pertamina, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sudwikatmono wafat pada pukul 06.30 waktu Singapura, saat masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Mount Elizabeth.

Di antara ketiga tokoh itu, saya tertarik pada sosok Sudwikatmono. Meski berjaya di masa Orde Baru, dia niscaya kurang dikenal anak-anak yang lahir setelah 1980.

Lahir di Wonogiri pada 28 Desember 1934, Sudwikatmono adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara dari pasangan M. Ng. Rawi Prawirowihardjo dan Sanikem. « Read the rest of this entry »

2010 Pecas Ndahe

Januari 2, 2011 § 49 Komentar

Almanak 2010 sudah disobek dan diganti kalender 2011. Tahun baru, tulisan baru. Semuanya serba baru. Pengelola WordPress pun memberikan layanan baru: laporan tahunan aktivitas blog Ndoro Kakung.

Laporan itu masuk ke inbox surat elektronik saya hari ini. Agak mengagetkan mengingat baru pertama kali saya mendapatkan laporan semacam ini. Buat saya, laporan tersebut adalah kejutan yang menyenangkan.

Mungkin ini cara pengelola WordPress memberikan tambahan layanan kepada para pemilik blog. Barangkali juga ini salah satu cara mereka untuk meningkatkan loyalitas para pemakai WordPress seperti saya.

Apa pun, layanan ini merupakan sesuatu yang layak diapresiasi. Dengan laporan tersebut, saya jadi tahu tulisan mana yang paling banyak dibaca pengunjung, bagaimana pengunjung mencari saya, dan sebagainya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Januari, 2011 at Ndoro Kakung.