Kenangan Pecas Ndahe

September 30, 2015 § 48 Komentar

Bagaimana kita seharusnya merekam pengalaman? Di dalam hati, telepon, laptop, album foto, atau apa? Perlukah sebenarnya kita menyimpan kenangan?

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya, menggelitik rasa penasaran, setelah membaca status Path sahabat saya, Tikabanget. Di akun Path-nya, Tika menulis begini ….

“Aku galau. Kalo traveling tuh perlu gak ya beli kamera digital pocket yg bagus? Atau cukup smartphone dengan kamera yang buagus aja gitu?

Mungkin perlu punya kamera digital kali ya. Tapi aku males e ngurusin banyak gadget.

Kalau pake smartphone aja kan ringkas ya.

Terus kalau pake kamera digital nanti upload ke instagram/path/twitter ribet gitu gak sih?

Atau gimana?

Terakhir saya lihat, status itu diberi gambar hati (tanda suka) oleh dua temannya dan mendapat lebih dari 90 komentar. Begini beberapa contoh komentar itu, dikutip sesuai aslinya tanpa koreksi:

Motulz: kamera perlu…demi merekam peristiwa dan suasana. Masalah poket/handphone/DSLR … itu cuma alat…gimana kejelian mata kamu menangkapnya saja.

Ariev: Perlu dong, aku aja nyesel dulu ke mana-mana tapi kamera biasa aja. Beli pocket yang keren aja kalau males bawa yang gede.

Chika: Tergantung tujuannya tik. Mau hasil bagus banget atau bisa sekadar memotret moment. Kalau mau hasil bagus banget ya kamera (dengan lensa mumpuni tentunya) tapi kalau motret moment, handphone aja cukup kok.

Yono: Yg jelas, kamera hp nggak bakal bisa ngalahin kamera poke/slr/mirroless. Kl kebutuhannya utk hanya sekedar merekam perjalanan + upload medsos, kamera hp mah cukup.

Tapi kalo pengen detil motret, dll, belilah kamera. Ada poket, mirrorless,slr. Sekarang di kamera2 baru sudah ada fitur wifinya, foto bisa ditransfer via wireless ke hp yang itu berarti bs diupload. Kl emg mo beli dan budget rd lowong, saranku belilah mirrorless dan lensa tambahan. Kameranya kecil, handy dan kemampuan setara slr.

Pengen lbh praktis lagi dan hasil bagus? Go Pro. Cocok buat liburan, bisa dikendalikan pake hp pula.

MariaRenny: Bawa fotografer sendiri aja, Tik

Masih banyak komentar lain, tapi tak perlu semuanya saya munculkan di sini. Saya hanya ingin memperlihatkan bahwa apa pun alatnya, teknologinya, orang cenderung ingin merekam peristiwa, pengalaman hidup yang dilaluinya.

Orang pada umumnya suka menyimpan hal-hal yang pernah kita lihat atau temukan sebagai kenangan, dan suatu saat kelak bisa kita ihat ulang. Bukankah sesekali kita juga senang membuka kembali album foto lama saat kita kecil dulu, misalnya masa-masa di sekolah dasar?

Seperti Tika dan sampeyan semua, saya juga begitu, senang merekam semua yang pernah saya lihat atau temukan. Beberapa kali saya bepergian, untuk urusan pribadi maupun pekerjaan. Sesekali saya berpesiar ke tempat-tempat wisata, di dalam maupun luar negeri. Di berbagai lokasi yang saya datangi itu biasanya saya merekamnya dengan cara memotret pemandangan, lalu lintas, orang-orang, makanan, museum, danau, pantai, gunung, kafe unik, restoran tempat saya makan, makanan dan minumannya, dan sebagainya.

Kadang saya menggunakan kamera digital, kadang saya memakai HP, untuk memotret. Saya lalu menyimpan hasil foto itu di kartu SD atau memori HP. Beberapa foto saya bagikan di media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, atau Instagram.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengapa kita menyimpan kenangan?

Kenangan tak pernah berubah, tapi orang-orang atau tempatnya bisa berubah. Kenangan kita tentang pacar pertama, keriangan dan kedukaaan pada masa itu, menetap dalam ingatan. Padahal pacar pertama kita dulu mungkin sekarang makin kurus atau malah gendut. Danau yang pernah kita lihat dulu mungkin sudah kering, namun memori kita saat pertama kali mengunjunginya tentu masih basah oleh imajinasi.

Kenangan ikut membentuk kita hari ini. Kita terus merawatnya sepanjang masa … apa pun alat atau teknologi yang kita pakai.

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Di mana sampean menyimpan kenangan?

Iklan

Tagged: , , , , , , , ,

§ 48 Responses to Kenangan Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenangan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: