Suami Pecas Ndahe

Oktober 16, 2015 § 33 Komentar

Seperti apakah sosok suami idaman? Banyak perempuan mengangankannya, tapi banyak yang kemudian hanya mendapatkan rasa kecewa.

Ada begitu banyak kisah tentang suami yang menyia-nyiakan istrinya, mengabaikannya, meninggalkannya begitu saja, atau bahkan ada yang tega menganiaya ibu dari anak-anaknya.

Oleh sebab itu, saya seperti tersengat setelah membaca kisah tentang suami-istri yang diterbitkan di Beritagar.id ini.

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Alkisah ada seorang istri yang hendak memberi kejutan pada suaminya. Kejutan itu berupa koleksi foto seksi dirinya. « Read the rest of this entry »

Iklan

Kenangan Pecas Ndahe

September 30, 2015 § 48 Komentar

Bagaimana kita seharusnya merekam pengalaman? Di dalam hati, telepon, laptop, album foto, atau apa? Perlukah sebenarnya kita menyimpan kenangan?

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya, menggelitik rasa penasaran, setelah membaca status Path sahabat saya, Tikabanget. Di akun Path-nya, Tika menulis begini …. « Read the rest of this entry »

Lovers Pecas Ndahe

September 12, 2014 § 50 Komentar

Antara Jakarta – Los Angeles. Betapa jauh jarak membentang. Tapi teknologi meringkusnya sedemikian dekat. Aku baru menyadarinya ketika larik-larik teks singkat mendadak nongol di depanku sore ini; mengusik konsentrasiku.

Seseorang dari masa lalu mendadak terlempar di depanku, dalam wujud teks yang berpendar di layar komputerku. Berikutnya adalah sebuah obrolan — sesuatu yang entah sekian tahun silam berhenti.

Teks-teks obrolan mengalir kencang, bersicepat dengan kegugupan. Dari sapaan ringan yang kasual sampai kenangan yang tak pernah hilang…sampai akhirnya … « Read the rest of this entry »

Mimpi Pecas Ndahe

Januari 22, 2009 § 45 Komentar

Syahdan pada sebuah malam yang basah. Perempuan berkalung pelangi menunggang kereta angin, membelah jalanan lempang nan lapang di jantung Kota Cahaya menuju pulang.

Matanya menatap keluar jendela, memandang keredep sinar lampu-lampu neon yang bersicepat dengan gelap. Gedung-gedung jangkung berdiri jemu. Patung-patung kota melengkung lunglai ketika ia melewatinya.

Bulan sepotong mengintip di balik awan hitam. Angin mendesir-desirkan sunyi di dalam kabin. Imaji berkelebat silih berganti dalam benaknya yang masygul. Rusuh. Potongan-potongan adegan kehidupan berkelindan antara jemu dan riang, antara tawa dan air mata.

Dari pemutar musik di dekat kemudi mengalun suara Sting yang nglangut,

On and on the rain will fall
Like tears from a star like tears from a star
On and on the rain will say
How fragile we are how fragile we are
How fragile we are how fragile we are …

Kenangan perempuan berkalung pelangi melayang pada lelaki bermahkota mimpi yang pernah menjerat kupu-kupu dalam perutnya. Lelaki itu telah mengubahnya jadi kepompong, lalu masa hibernasi yang panjang. « Read the rest of this entry »

Kenangan Pecas Ndahe

September 24, 2008 § 45 Komentar

Bagaimana cara merawat selembar kenangan? Bisakah kita simpan dalam sebuah album?

Perempuan hutan cemara itu memilih cara lain. Ia menyobek secarik kertas, mengambil pena Boxy 0.5 mm warna hitam, lalu menulis, tentang sebuah kenangan.

Malam gelap panjang dikelimun lengas. Rembulan nyaris tergelincir ke ujung cakrawala. Perempuan hutan cemara itu menatap jendela sebelum mulai mencoretkan huruf pertama. Lalu ditatanya setiap kata, satu demi satu …

Where were u in 1992?

Aku temuin candle ini tadi malem. Aku beli di pasar seni itb 7 tahun y.l. gak terlalu keren sih — tapi aku suka sekali karena aku bayangin betapa sulitnya seekor kura-kura kalo udah telengkup kayak gitu — gak akan bisa ‘mbalik lagi. Aku juga demen ama ekspresinya (walopun gak terlalu keliatan sih) yang pasrah bener …

anyway, ini cuma candle yang gak kepake kalo gak mati lampu. But, aku sayang ama candle ini dan kebetulan cuma barang ini yg kubeli ketika pasar seni itu berlangsung — sedih!

Tapi kalo aku pikir-pikir, 7 tahun yang lalu itu I had met you, Mas — dan itu hanya krn simple reason kita gak sukses bertemu — yaitu gak jodoh aja …

Betapa malem ini pengen rasanya di rewind lagi kalo ini cuman sbh kaset peristiwa 7 thn yang dulu itu. heeiii … aku berlebihan ya? Sorry for that.

Tapi jangan dibuang ya. Karena biarpun jelek & kotor, candle ini adalah saksi bahwa aku gak ke mana-mana sebetulnya di 7 thn yang lalu …

« Read the rest of this entry »

Kantong Pecas Ndahe

Juli 24, 2008 § 39 Komentar

Masih perlukah kenangan tentang kertas berlengket gula pengundang semut, kertas yang selayaknya lekas kita cemplungkan ke keranjang sampah, atau kita remas asal-asalan lantas kita masukkan ke asbak?

kantong rasa

Entah, saya ndak tahu. Tanyakanlah pada Drustajumna Legawa, sang pemilik blog Kantong Rasa yang unik itu. « Read the rest of this entry »

Kenyataan Pecas Ndahe

Juni 30, 2008 § 29 Komentar

Apalagi yang kau cari kawan? Pertandingan usai sudah. Tak ada lagi umpan-umpan matang di depan gawang. Tendangan salto. Sistem 4-3-3. Pertahanan gerendel. Peluh. Ganjalan. Gol. Penalti. Kartu merah. Hasrat reda, gairah jadi kuyu, seperti umbul-umbul yang kena hujan.

Orang pulang dan berhitung, tentang ongkos beli karcis dan beli obat antiserak. Akuntansi, perhitungan utang dan piutang — dan kecemasan untuk tidak kebagian tempat dalam hidup — kembali mengambil peran.

Hidup jalan terus, dengan pesona dan keberengsekannya. Kita bertemu kembali dengan lawan dan kawan-kawan lama. Kita hadapi lagi urusan lama dan baru, seperti dulu. Yah, masih yang itu-itu juga.

Mari kembali ke pojokan kedai kecil, tempat kita biasa minum secangkir teh tarik. Kau tentu masih ingat kedai itu bukan? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kenangan at Ndoro Kakung.