Keragaman Pecas Ndahe

Agustus 18, 2016 § 33 Komentar

Tadi malam, pasangan ganda campuran bulu tangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

owi

Owi dan Butet | Foto: Kin Cheung (AP)

Owi dan Butet meraih medali emas setelah menghentikan perlawanan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam waktu 44 menit 21-14 dan 21-12.

Inilah emas pertama kontingen Olimpiade Indonesia setelah Olimpiade Beijing, 2008. Waktu itu, hanya pasangan ganda putra Markis Kido dan Hendra Setiawan yang menggondol medali emas. 

Saya tak menonton perjuangan Owi dan Butet membela Merah-Putih. Tapi saya yakin jutaan penonton Indonesia tadi malam larut dalam euforia yang sama.

Kegembiraan banyak orang Indonesia bahkan masih terasa pagi ini di media sosial. Saya membaca status-status banyak akun yang memuji dan berterima kasih kepada pasangan emas itu.

Emas Olimpiade dari Owi/Butet itu menjadi semacam kado bagi ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71.

Kado itu terasa begitu indah karena pasangan Owi/Butet ini seolah menepis prasangka etnis dan agama yang belakangan ini begitu sensitif bagi sebagian orang Indonesia.

Owi dan Butet adalah simbol keragaman di Indonesia: pria dan wanita, Tionghoa dan non Tionghoa, Muslim dan non Muslim, hitam dan putih, juga Jawa dan non Jawa. Mereka menyatu dalam perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika.

Fakta ini adalah pesan yang kuat buat mereka yang antikeragaman. Di Indonesia, keragaman mestinya justru menyatukan semangat dan membanggakan. Bukan dipersoalkan.

Kita melihatnya tadi malam saat Owi dan Butet berlaga dan meraih emas.

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampai hari ini sampean masih cinta Indonesia?

Iklan

§ 33 Responses to Keragaman Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Keragaman Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: