Belajar dari kasus kemiripan logo Vooya dan Voyagers

Mei 1, 2020 § 2 Komentar

Linimasa Twitter mendadak riuh tempo hari. Apa pemicunya? Para warganet ternyata membahas kemiripan logo koleksi terbaru sepatu FILA dengan bentuk finger heart milik merek lokal bernama VOOYA. VOOYA adalah perusahaan yang didirikan sejak 2016 oleh anak-anak muda yang bergerak di bidang konsultasi dan pengarahan dengan misi membantu generasi muda menemukan passion sesungguhnya.

Logo Vooya dan Voyager yang mirip,

Kedua merek itu sama-sama mempunyai logo berbentuk V yang diduga terinspirasi oleh gestur finger heart (lambang cinta) yang biasa dipakai oleh fans K-pop. Kebetulan grup penyanyi Korea BTS merupakan duta produk baru sepatu FILA yang keluar awal Maret 2020.

Logo mereka juga sama-sama didominasi warna ungu. Selain logo dan tone warnanya yang relatif sama, Vooya juga menyebut para targetnya sebagai The Vooyagers yang mirip nama koleksi Fila terbaru, Voyagers.

Kasus kemiripan identitas seperti itu bukan yang pertama kali di dunia pemasaran. Logo grup Sinarmas, misalnya, mirip logo pembuat pesawat Airbus. Logo produsen AC Carrier dengan mobil Ford. Logo perusahaan IT Sun Microsystem dengan produsen fashion Columbia; Chanel dan Gucci; Bentley dan Mini Cooper; dan sebagainya.

Di antara sekian banyak kasus kesamaan logo itu ada yang berujung gugatan di pengadilan, ada yang tak menimbulkan dampak apa pun. Gugatan biasanya muncul jika salah satu pemilik merek merasa terganggu penjualannya, pasar terancam, atau khawatir konsumen jadi kebingungan membedakan kedua merek yang identitasnya serupa.

Mengapa identitas yang berbeda itu penting? Agar diterima masyarakat, brand merancang strategi pemasaran untuk membangun brand. Branding adalah sebuah kegiatan komunikasi, mempekuat, mempertahankan sebuah merek dengan tujuan memberikan citra dan perspektif tertentu kepada publik.

Branding bukanlah sekadar menentukan merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa, atau perusahaan, tapi juga berkaitan dengan hal-hal yang kasat mata, dari sebuah merek, mulai dari nama dagang, logo, ciri visual, warna, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen. Inilah yang disebut sebagai identitas merek (brand identity).

Identitas merupakan ujung tombak strategi pemasaran, yakni untuk membangun dan memperkuat posisi sebuah jenama di mata konsumen. Oleh sebab itu pemegang brand menciptakan identitas yang unik, menarik, dan gampang diingat konsumen. Identitas juga berperan dalam membentuk citra brand tersebut.

Dalam strategi pemasaran, identitas selalu dipakai secara konsisten untuk bertarung di pasar. Sebuah brand tak pernah mengubah nama, warna, maupun logonya, agar tak membingungkan konsumen.

Bagaimana jika ada kesamaan identitas, misalnya logo, dengan merek lain? Di era ketika semua hal sudah terkoneksi ini, kemiripan karya merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Kesamaan mungkin terjadi karena unsur kesengajaan (berniat menjiplak), bisa juga tidak. Para kreator bisa saja secara tak sengaja saling terpengaruh atau terinspirasi, karena ada sebuah tren visual yang mendunia. Lagi pula tak ada yang baru di bawah matahari, bukan?

Kemiripan atau kesamaan identitas jenama belum tentu gangguan terhadap sebuah merek. Perlu dilihat lagi apakah ada unsur lain yang mempunyai kesamaan, misalnya karakter, sifat, jenis, dan bentuk produk atau layanan tersebut. Apakah keduanya bersaing di pasar yang sama? Apakah keduanya memiliki target konsumen yang sama? Apakah desain materi pemasarannya mirip? Apakah bentuk tulisannya (copywriting) sama? Apakah taglinenya serupa? Jika jawaban semua pertanyaan itu tidak, berarti tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Oleh sebab itu, tulisan pihak Vooya di akun Instagramnya layak diapresiasi. Di situ ditulis bahwa Vooya meminta atau soal kemiripan itu tidak perlu dibahas lagi dan lebih fokus untuk #UnlockingYou. Lebih baik energi kita bersama digunakan untuk melangkah ke depan dan mengembangkan passion. Yuk!

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean masih bekerja dari rumah?

Tagged: , , , ,

§ 2 Responses to Belajar dari kasus kemiripan logo Vooya dan Voyagers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Belajar dari kasus kemiripan logo Vooya dan Voyagers at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: