Berhati-hatilah jika kamu perempuan yang selalu baik

Januari 12, 2023 § Tinggalkan komentar

Cerita hari ke-12.

Saya pernah punya teman satu kantor, perempuan. Meski kinerjanya sebagai staf di bagian keuangan tak pernah diragukan, saya sering melihat wajahnya selalu tertekan.

Saya tak tahu apakah dia tertekan oleh perkara keuangan kantor, urusan keluarga, atau sebab lain. Saya tak pernah menanyakannya.

Saya hanya ingat dia sosok yang menyenangkan, selalu berbuat baik pada orang lain. Kalau ada teman yang meminta tolong, misalnya titip dibelikan makan siang, ia tak pernah menolak meski saya tahu lokasi tempat makannya dan warung makanan titipan teman berjauhan.

Dari atasannya, saya pernah mendengar cerita tentang dia. “Aneh anak itu. Sudah kerja lima tahun, tapi tak pernah cuti, padahal pekerjaannya tak pernah habis,” kata atasannya.

Disuruh ambil jatah cuti pun, dia tak mau. Alasannya susah meninggalkan pekerjaan. “Kasihan teman yang terpaksa menggantikan pekerjaan kalau saya cuti,” katanya.

Di dunia ini, di kantor-kantor lain, tentu ada banyak orang seperti teman saya itu. Mereka orang-orang yang dianggap baik, tapi tidak memperhatikan perasaan dan haknya sendiri. Mereka mengiyakan setiap permintaan orang lain meski sebenarnya enggan untuk melakukannya.

Belakangan saya tahu, setelah membaca sebuah artikel di majalah wanita, bahwa orang-orang sejenis teman saya itu kemungkinan mengidap sindrom perempuan baik (good girl syndrome).

Good girl syndrome, menurut artikel di majalah itu, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang selalu ingin dianggap baik dan diterima oleh orang lain, sehingga mereka seringkali mengabaikan keinginan dan kebutuhan mereka sendiri.

Orang yang menderita good girl syndrome kerap merasa bersalah atau tidak pantas untuk memperjuangkan hak atau keinginan mereka sendiri, dan seringkali mengalah pada orang lain agar tetap dianggap baik.

Sindrom ini dapat menyebabkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti dalam hubungan romantis, pekerjaan, atau dalam mengejar tujuan pribadi.

Beberapa tanda umum dari seseorang yang mengalami sindrom tersebut meliputi:

Selalu ingin diterima dan dihargai oleh orang lain, seringkali mengalah pada orang lain agar tetap dianggap baik.

Merasa bersalah atau tidak pantas untuk memperjuangkan hak atau keinginan sendiri.

Merasa kesulitan untuk mengatakan “tidak” kepada orang lain, bahkan dalam situasi yang membuatnya merasa tidak nyaman atau tertekan.

Merasa tidak berhak untuk mengejar tujuan atau keinginan pribadi, atau merasa bersalah jika berhasil mencapai tujuan tersebut.

Kurang percaya diri dan merasa tidak berharga, sering merasa rendah diri.

Merasa tidak layak menerima pujian atau komplimen, atau menganggap keberhasilan sebagai keberuntungan semata.

Mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain dan cenderung menyesuaikan diri dengan orang lain, sering merasa tidak puas dengan diri sendiri.

Mudah merasa tidak nyaman dengan konflik atau kritik, cenderung mengalah atau menyalahkan diri sendiri.

Itu adalah beberapa tanda umum yang mungkin ditemukan pada seseorang yang mengalami good girl syndrome, tapi itu belum tentu merupakan gejala good girl syndrome, sebab tanda-tanda ini juga bisa terjadi pada orang yang tidak mengidap sindrom tersebut.

Saya lalu bertanya kepada ChatGpt, apa dampak sindrom cewek baik ini bagi pengidapnya?

Good girl syndrome, menurut ChatGpt, punya dampak yang signifikan pada kesehatan psikologis seseorang, di antaranya:

Kurang percaya diri: Seseorang yang mengalami sindrom ini sering merasa tidak berharga dan kurang percaya diri. Ini dapat menyebabkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam hubungan romantis, pekerjaan, atau dalam mengejar tujuan pribadi.

Depresi: Good girl syndrome dapat menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman atau tidak senang dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar, yang dapat menyebabkan depresi.

Kelelahan mental: Selalu mengabaikan hak dan keinginan sendiri dan selalu ingin dianggap baik oleh orang lain dapat membuat seseorang merasa tertekan dan kelelahan mental.

Merasa tidak berharga: Merasa tidak pantas untuk memperjuangkan hak dan keinginan sendiri dapat menyebabkan seseorang merasa tidak berharga dan tidak berhak atas kesuksesan.

Konflik dalam hubungan: Good girl syndrome sering menyebabkan seseorang mengalah pada orang lain, yang dapat menyebabkan masalah dalam hubungan romantis atau profesional.

Masalah dalam karir: Good girl syndrome juga dapat menyebabkan seseorang merasa tidak berhak atau tidak percaya diri untuk mengejar tujuan karir, atau merasa tidak layak untuk mengambil peran yang lebih penting dalam pekerjaannya.

Masalah dalam kesehatan fisik: Good girl syndrome juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik, karena seringnya seseorang merasa tidak nyaman atau tertekan, dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti stres yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik.

Itu adalah beberapa dampak psikologis yang mungkin ditemukan pada seseorang yang mengalami good girl syndrome, tapi tidak semua perempuan yang mengalami good girl syndrome akan mengalami dampak tersebut. Meskipun demikian, dampak-dampak ini tetap perlu diwaspadai dan ditangani jika muncul.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi good girl syndrome, menurut ChatGpt. Apa saja?

Belajar untuk mengatakan “tidak”: Hal ini mungkin merupakan hal yang paling sulit dilakukan, tetapi belajar untuk mengatakan tidak dan memperjuangkan hak dan keinginan sendiri adalah langkah penting dalam mengatasi good girl syndrome.

Belajar untuk memercayai diri: Good girl syndrome seringkali diakibatkan oleh kurang percaya diri, belajar untuk mempercayai diri dan menghargai diri sendiri akan membantu seseorang untuk lebih percaya diri dalam memperjuangkan hak dan keinginan mereka.

Belajar untuk menerima pujian: Seseorang yang mengalami good girl syndrome seringkali merasa tidak layak menerima pujian atau komplimen. Belajar untuk menerima pujian dan menghargai keberhasilan sendiri akan membantu seseorang untuk lebih percaya diri dalam mengejar tujuan pribadi.

Mencari dukungan: Good girl syndrome dapat menimbulkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan, oleh karena itu, mencari dukungan dari orang terdekat atau profesional akan membantu seseorang untuk melewati masalah ini.

Belajar untuk merespons konflik: Good girl syndrome seringkali diakibatkan oleh kurangnya kemampuan untuk mengatasi konflik. Belajar untuk merespons konflik secara efektif akan membantu seseorang untuk lebih percaya diri dalam mengatasi masalah yang dihadapi.

Belajar untuk mengejar tujuan: Good girl syndrome seringkali diakibatkan oleh kurangnya keinginan untuk mengejar tujuan pribadi. Belajar untuk mengejar tujuan dan mencapainya akan membantu seseorang untuk lebih percaya diri dalam memperjuangkan hak dan keinginan mereka.

Itu adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi good girl syndrome, namun dalam mengatasinya tidak selalu mudah, perlu kerja keras dan komitmen yang konsisten dalam melakukan perubahan.

Apakah di sekitar sampean ada perempuan yang mengidap good girl syndrome, Kisanak?

Iklan

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Berhati-hatilah jika kamu perempuan yang selalu baik at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: