Gantyo Pecas Ndahe
November 26, 2008 § 66 Komentar
Panggung kehidupan ternyata bukan hanya menjanjikan kejutan di setiap tikungan. Setiap lakon kehidupan juga memunculkan para pemainnya. Ada pahlawan dan pecundang, ada si miskin dan si kaya, ada penolong dan penikam dari belakang, ada Tom Sawyer dan Brutus, teman dan musuh, juga para pengeluh dan penginspirasi, dan seterusnya.
Seorang kawan lama, ya dia seorang blogger, mengingatkan saya kembali soal itu melalui tulisan-tulisannya yang sangat menggugah di blog WriteNow.
Dia Gantyo Koespradono, jurnalis senior di grup Media Indonesia. Saya beruntung pernah mengenalnya di pabrik yang sama pada sebuah masa. « Read the rest of this entry »
Syukur Pecas Ndahe
November 23, 2008 § 238 Komentar
Apa lagi yang bisa diceritakan setelah lampu-lampu padam, layar turun, dan pesta usai? Mungkin sebuah renungan. Barangkali kenangan.
Begitulah yang saya pikirkan dan rasakan ketika menulis posting ini, belasan jam setelah pelaksanaan perhelatan akbar Pesta Blogger 2008 Sabtu kemarin, di auditorium BPPT, Jalan HM Thamrin, Jakarta.
Saya mengucap syukur alhamdulillah acara kemarin berlangsung cukup lancar. Terus terang hati saya bergetar dan jantung bergemuruh kencang ketika berdiri di atas panggung dan menatap sampean semua yang menyesaki kursi-kursi. Lidah kelu, nyaris tak bisa mengeluarkan kata-kata. Semua kalimat yang sudah disiapkan dan disusun buyar entah ke mana. « Read the rest of this entry »
Kartun Pecas Ndahe
November 20, 2008 § 118 Komentar
Kartun Nabi Muhammad kembali menjadi pembicaraan di ranah blog. Meski sudah beberapa bulan muncul, baru pekan ini memicu kegegeran setelah media arus utama menyantapnya sebagai berita panas. Pemerintah bereaksi. Polisi bergerak. Para blogger menyikapinya secara beragam.
Seorang kawan khawatir kasus ini akan membuat citra blogger tercoreng. “Masyarakat bisa menganggap kita, para blogger, sebagai kelompok yang ndak bener, Mas. Publik yang tak begitu paham blog akan mengira kita sejenis gerombolan pengacau belaka,” katanya.
Buat saya, begitulah kehidupan di ranah Internet dan blog. Blog memang bukan wilayah atau benda suci. Ia bisa tercemar oleh bakteri dan kuman pengganggu. Lalu ada kelompok yang tersinggung dan marah.
Tapi, sebaiknya kita lebih arif dan bijaksana menghadapi kasus ini. Tak perlu emosional. Blog bisa berpengaruh sekali. Isi blog yang tersebar bisa menghasut. Pendapat khalayak ramai bisa terbentuk. Dan seseorang atau sekelompok orang dirugikan. « Read the rest of this entry »
Tiket Pecas Ndahe
November 19, 2008 § 36 Komentar
Pengumuman penting. Untuk sampean semua yang sudah melakukan reservasi dan mengkonfirmasi ulang kehadiran di Pesta Blogger 2008, mulai hari ini sampean sudah bisa mengambil tiket tanda masuk ke Pesta Blogger!
Panitia menyediakan mekanisme ini untuk mengantisipasi banyaknya jumlah peserta Pesta Blogger 2008 (kurang lebih seribu orang) dan kemungkinan akan terjadi antrean panjang di meja registrasi pada Sabtu pagi, 22 November nanti, yang mengakibatkan kekisruhan.
Tanda masuk bisa diambil di kantor dagdigdug mulai Rabu, 19 November 2008, pukul 14.00 – 17.00 WIB (bertemu dengan Febi) dan pukul 17.00 – 22.00 (bertemu dengan Iqbal, juragan Wetiga).
Untuk Kamis (20/11) dan Jumat (21/11) tanda masuk bisa diambil pada pukul 09.00 – 17.00 WIB (dengan Mbak Feby) dan pukul 17.00 – 22.00 (dengan Mas Iqbal).
Jangan lupa untuk membawa kontribusi sebesar Rp 50.000,- dan membawa print out email konfirmasi dari pestablogger08@yahoo.com atau dari dimas@maverick.co.id, lalu tunjukkan kepada Mbak Feby atau Mas Iqbal.
Jika tak bisa datang sendiri, sampean boleh titip teman untuk mengambilkan tanda masuk, asal tetap membawa bukti print out email konfirmasi dari panitia.
Bagaimana kalau tetap tak sempat datang ke dagdigdug, misalnya para peserta dari luar Jakarta? Sampean tetap bisa mengambil tanda masuk di lokasi acara pada hari H, yakni di Auditorium BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
Kantor Dagdigdug/Wetiga berada di Jalan Langsat 1 / 3A, Gandaria, Jakarta Selatan. Kalau dari arah Blok M, menuju RSPP, lewat RSPP sedikit ada pertigaan, belok kanan, lalu ada pertigaan berikutnya belok kiri, carilah Cafe Safari yang terletak di sisi kiri jalan, lalu belok kiri di Cafe Safari. Kantor Dagdigdug/Wetiga berada persis di belakang kafe itu). Telepon Dagdigdug/Wetiga adalah 021 – 7208262.
Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, hubungi saja Dimas Novriandi di dimas.novriandi@gmail.com.
Bagaimana dengan sampean yang belum mendaftar, tapi mau hadir? Silakan langsung saja ke Auditorium BPPT, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, pada 22 November, sebelum pukul 10.00 WIB. Siapa tahu masih ada tempat duduk yang tersisa.
Untuk mengecek nama sampean yang sudah melakukan reservasi dan konfirmasi di halaman ini.
Sengketa Pecas Ndahe
November 18, 2008 § 58 Komentar
Inilah judul-judul berita yang menyeramkan hari ini dari beberapa situs berita daring. Tentu saja judul-judul itu sesuai selera dan sudut pandang pembuatnya.
Nah, judul yang ini lumayan adem.
Dan, setelah membaca berita-berita itu, saya merasa seperti mengalami deja vu. Been there, done that.
Semoga kasus ini tak perlu menjadi sengkarut berkepanjangan karena seperti yang dikatakan oleh anggota Dewan Pers Abdullah Alamudin, “Mahkamah Agung pernah mengeluarkan keputusan dalam kasus Tempo dengan Tomy Winata. Waktu itu, Ketua MA mengatakan, kalau ada perselisihan antara media dan masyarakat, hendaknya didahulukan UU Pers.”
Akankah sejarah berulang? Entah. Kalau Dewi Lestari sih, bilangnya, “Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya …” 😀





