Teror Pecas Ndahe
November 3, 2008 § 54 Komentar
Bom melahirkan teror. Dan ketakutan pun tak punya persembunyian lagi di abad ke-20.
***
Sarapan bersama Paklik Isnogud pagi ini membuat perasaan saya campur aduk, antara senang dan galau. Senang karena setelah berpekan-pekan tak bersua dengannya, akhirnya saya bisa menghabiskan waktu berdua lagi dengan Paklik di meja makan.
Tapi kami juga terpaksa menelan galau karena setiap suap nasi yang disendok berlauk berita-berita pagi yang muram.
“Lihat saja headline koran ini, Mas,” kata Paklik sambil memperlihatkan sampul depan sebuah koran yang memajang wajah Amrozi, Muklas, dan Imam Samudera — trio bomber Bali itu.
Saya tersenyum kecut. « Read the rest of this entry »
Esek-esek Pecas Ndahe
Oktober 31, 2008 § 104 Komentar

Puas? Puas? Puas? Setelah palu diketok dan undang-undang itu sah, lalu apa ya sampean mau potong tumpeng?
Lah terus bagaimana nasib dokumen-dokumen esek-esek di dalam laptop dan PC saya? Apakah sebagai orang dewasa saya ndak boleh melihatnya lagi? Apakah sebagai pelukis ternama saya ndak boleh nggambar wanita tanpa sehelai benang pun? Doooh …
>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampai hari ini sampean masih menyimpan dokumen panas?
Dagelan Pecas Ndahe
Oktober 30, 2008 § 87 Komentar
Apa yang menarik perhatian sampean hari–hari ini? Kabar tentang Pesta Blogger? Hidup yang kian menekuk pinggang? Rupiah yang masih loyo? Naiknya harga barang-barang kebutuhan? Gadis sebelah kos-kosan? Bos yang makin sontoloyo?
Hari-hari ini saya terpukau oleh tiga hal. Apa itu? Yang pertama, saya terkesima pada seorang mantan tentara profesional, pangkat terakhirnya letnan jenderal, yang bertahun-tahun sebelumnya berurusan dengan taktik dan strategi militer, mesin-mesin perang, penguasaan teritorial, tapi tiba-tiba fasih bicara tentang perlunya kita menghargai produk dalam negeri.
Ia berkampanye tentang perlunya kita membeli hasil bumi dari para petani dan pedagang tradisional. Ia bagaikan juru selamat yang menyodorkan sosialisme, perbedaan kelas, dan sinisme terhadap barang-barang non tradisional. « Read the rest of this entry »
Hari Pecas Ndahe
Oktober 27, 2008 § 61 Komentar
Hari ini, satu tahun yang lalu, untuk pertama kalinya diadakan Pesta Blogger. Lewat forum temu muka dan silaturahmi blogger Indonesia ini, dicanangkanlah Hari Blogger Nasional oleh Menteri Kominfo Muhammad Nuh.
Untuk memperingati dan merawat hari baik ini, beberapa komunitas blogger berencana mengadakan acara khusus hari ini. Komunitas blogger Cahandong di Yogyarta, Wongkito di Palembang, dan Loenpia di Semarang, secara bersama akan menggelar peringatan di tiga tempat berbeda.
Bila tertarik dan hendak ikut berpartisipasi, sampean bisa mengikuti beritanya di blog Cahandong, Wongkito, dan Loenpia.
Peringatan yang sama sebetulnya sudah dilaksanakan teman-teman blogger di Jakarta, Jumat pekan lalu, di rumah singgah blogger dagdigdug, berbarengan dengan malam perkenalan warung angkringan Wetiga.
Selembar kenangan, secarik harapan, mungkin akan terus ditulis setelah keriuhan nanti malam di tiga kota, dan mungkin di kota-kota lain. Sejarah tentang blog dan komunitas blog Indonesia pun bakal terus berderak.
Siapakah yang akan mengisi dan mewarnainya? Tentu saja sampean semua …
>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean bisa menghadiri salah satu acara kenangan itu?

