Esek-esek Pecas Ndahe

Oktober 31, 2008 § 104 Komentar

ruu pornografi disahkan

Puas? Puas? Puas? Setelah palu diketok dan undang-undang itu sah, lalu apa ya sampean mau potong tumpeng?

Lah terus bagaimana nasib dokumen-dokumen esek-esek di dalam laptop dan PC saya? Apakah sebagai orang dewasa saya ndak boleh melihatnya lagi? Apakah sebagai pelukis ternama saya ndak boleh nggambar wanita tanpa sehelai benang pun? Doooh …

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampai hari ini sampean masih menyimpan dokumen panas?

Iklan

Tagged: , , ,

§ 104 Responses to Esek-esek Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Esek-esek Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: