Berahi Pecas Ndahe

September 11, 2008 § 69 Komentar

Apa lagi yang bisa kau harap dari seorang perempuan bukit air mata selain hampa dan luka menganga?

***

Jakarta seperti seekor kucing di ujung berahi. Berisik. Hiruk-pikuk. Menjengkelkan. Semburan asap knalpot hitam kendaraan umum menyembur persis napas yang hendak memuncak orgasme.

Jalanan bergemuruh bak irama jantung yang berdetak terus memompa darah ke seluruh aorta dan pembuluh arteri. Kerlap-kerlip lampu neon advertensi pertokoan berkeredep laksana mata yang berbinar di tengah telaga kepuasan.

Lelaki itu, yang matang di pertengahan 30 tahun, duduk resah di dalam kabin sedan Jaguar S-Type perak metalik yang adem. Matanya yang tertutup kacamata sport berbingkai titanium hitam TAG Heuer itu sebentar-sebentar melirik arloji Breitling Chronomat di tangan kirinya.

Senja hampir rubuh di barat. Orang-orang kantoran melesat ke jalanan menuju pulang. Bedug Maghrib sebentar lagi ditabuh.

Dalam jemu, lelaki itu memutar lagu dari iPod Nano yang tergolek di bangku samping. Sesaat kemudian terdengar sebuah nomor yang nglangut dari Maroon 5, She Will Be Loved. « Read the rest of this entry »

Kubah Pecas Ndahe

September 10, 2008 § 67 Komentar

Fenomena kubah terbang melesat di Kailolo, Pulau Haruku, Maluku Tengah, pada 2003. Meski agak basi, sebagai blogger kuper saya baru tahu tentang keajaiban ini dari Youtube, yang juga telah disiarkan stasiun televisi TV 7 tempo hari.

Antara percaya tak percaya, keajaiban mungkin memang ada dan bisa terjadi di mana-mana. Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak? Apakah ini trik atau … « Read the rest of this entry »

Sherina Pecas Ndahe

September 10, 2008 § 93 Komentar

Women are all snakes, they gossip, they backstab, they betray, they’re poisonous, yet they are beautiful. I won’t lie, I’m one of them and I’m proud of it.

she has a thing for Asian guys

she has a thing for Asian guys

Ho-ho-ho …. saya suka sekali kutipan itu. Siapa yang bikin? Ayo tebak! « Read the rest of this entry »

Imajinasi Pecas Ndahe

September 9, 2008 § 74 Komentar

Seorang kawan lama mendadak menelepon tadi pagi menjelang siang. Setelah berbasa-basi melempar kata yang tetap segar karena kami memang selalu menghangatkan percakapan, bagaimanapun caranya, dia mengajukan pertanyaan yang agak sulit saya jawab.

“Jawab dengan jujur. Seandainya kamu punya lebih banyak keleluasaan dan uang, kamu mau bikin apa di Pesta Blogger 2008? Seliar apa sih imajinasimu?” dia bertanya.

“Kenapa sampean ingin tahu imajinasi saya?” saya balik bertanya.

“Ha-ha-ha … sudahlah, nggak usah ngeles!” kata kawan saya seraya tergelak. “Ayo jawab!”

Saya tersenyum kecut. Taktik yang biasa saya pakai untuk membelokkan percakapan ternyata sudah terendus oleh kawan setali jiwa saya itu.

“Saya sudah memaparkan semua rencana di blog Pesta Blogger, sampean bisa membacanya sendiri di sana. Apakah rencana itu bakal terwujud atau tidak, ya mari kita usahakan bersama,” jawab saya.

“Halah, kayak aku ini baru kenal kamu kemarin. Itu kan penjelasan resmi, versi press release. Aku ingin tahu versi isi hatimu … seperti biasanya,” kata teman saya setengah mendesak.

Eits, dia rupanya melempar kail. Apakah saya ikan yang dungu? « Read the rest of this entry »

Funkshit Pecas Ndahe

September 9, 2008 § 44 Komentar

Apa yang terjadi bila perempuan di kolong langit bertemu lelaki aneh — bukan orang aneh, tapi suka aneh-aneh?

cinta utet berlabuh di pangsit

teka-teki: apa yang membuat utet tersenyum lagi? jambul funkshitkah?

Tanyakanlah pada wadyabala Cah Andong yang sangat mengenal kisah romansa mereka yang warna-warni bak musim semi. Anak-anak CA jugalah yang mengabadikan foto-foto di atas, sesaat setelah keduanya nyaris jadian.

Kami, para saudara jauh, hanya bisa mengirim doa dan harapan, semoga mereka rukun-rukun selalu dan langgeng, seperti pasangan-pasangan sebelumnya. Allahuma amin.

:: Episode 2 dan Episode 3 … dan cinta Funkshit pun bertepuk sebelah kanan untuk sementara.

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mengirim ucapan kepada pasangan blogger baru ini?