Caleg Pecas Ndahe
Agustus 13, 2008 § 110 Komentar
Mbakyu Sinden penjual gudeg langganan saya itu terlihat kian sibuk belakangan ini. Tapi, tampaknya bukan karena pembeli gudegnya semakin banyak. Bukan pula lantaran dia mau membuka cabang di tempat lain. Karena penasaran, saya pun bertanya apa yang membuatnya seperti sedang mengejar setoran, meski dia bukan sopir taksi atau bus Trans-Yogya.
“Saya sedang mengurus surat-surat, Mas,” jawab Mbakyu Sinden.
“Surat apa, Yu?” tanya saya.
“Ini lo, surat keterangan macam-macam. Ada surat keterangan dari Pak RT, Pak Lurah, Pak Polisi, banyaklah pokoknya. Saya kan mau jadi caleg.”
“Waduh, caleg? Calon legislator? Yang bener, Yu? Memangnya sampean mampu?” « Read the rest of this entry »
Cerpenista Pecas Ndahe
Agustus 12, 2008 § 44 Komentar
Pada mulanya adalah imajinasi. Lalu keinginan menuangkannya dalam bentuk teks yang bersambung. Dan, akhirnya menjadi sebuah cerita pendek. Ki Sanak, ini dia: CERPENISTA.

Adalah Herman Saksono, lelaki sintal anggota Cah Andong, komunitas blogger Yogyakarta, yang mengembangkan situs partisipatif ini.
Kemudian, kawan-kawan penyedia blog hosting dagdigdug mengajaknya dalam sebuah kerja sama strategis.
Maka, Sabtu pekan lalu, keduanya pun bersepakat bergandengan tangan. Kesepakatan itu dirayakan dalam acara tumpengan plus kopdar kerakyatan di Wisma Joglo, Yogyakarta. « Read the rest of this entry »
Koruptor Pecas Ndahe
Agustus 8, 2008 § 84 Komentar
Gagasan Komisi Pemberantasan Korupsi yang hendak memberi koruptor seragam sebetulnya lucu juga. Tapi, apakah efektif itu soal lain.
![]()
Seragam khusus mungkin ndak akan memberi pengaruh apa pun karena urat malu para koruptor di republik ini sudah putus.
Mereka itu nyaris terang-terangan melakukan korupsi. Bahkan tampaknya mereka malah bangga kalau bisa korupsi, lantas petentang-petenteng di layar kaca. Mana mungkin mereka malu?
Jauh lebih penting memberi efek jera dan jerih kepada mereka dan orang-orang yang mau coba-coba korupsi. Caranya, basmi korupsi tanpa pandang bulu. Lalu, hukum berat mereka yang terbukti korupsi. Bila perlu, tambahi dengan denda sebanyak uang korupsinya. Kalau tak punya uang, tambah lagi hukuman penjaranya. Atau ada usul lain?
>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean memakai seragam?