Ritual Pecas Ndahe

Agustus 14, 2008 § 45 Komentar

Apa yang dilakukan para bloggers ketika sedang beol melakukan ritual pagi hari? Apakah sama dari tahun ke tahun?

Ho-ho-ho … ternyata begini, Ki Sanak.

plurk

Gambar itu karya Imam Yunni, kartunis pabrik saya. Dia mengirimkan gambar di atas dengan catatan, “Untuk Ndoro Kakung yang sedang keranjingan plurk,” katanya.

Woh, rupanya dia suka mengintip saya. Hmm … owkey!

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apa yang sampean lakukan di toilet hari ini?

Caleg Pecas Ndahe

Agustus 13, 2008 § 110 Komentar

Mbakyu Sinden penjual gudeg langganan saya itu terlihat kian sibuk belakangan ini. Tapi, tampaknya bukan karena pembeli gudegnya semakin banyak. Bukan pula lantaran dia mau membuka cabang di tempat lain. Karena penasaran, saya pun bertanya apa yang membuatnya seperti sedang mengejar setoran, meski dia bukan sopir taksi atau bus Trans-Yogya.

“Saya sedang mengurus surat-surat, Mas,” jawab Mbakyu Sinden.

“Surat apa, Yu?” tanya saya.

“Ini lo, surat keterangan macam-macam. Ada surat keterangan dari Pak RT, Pak Lurah, Pak Polisi, banyaklah pokoknya. Saya kan mau jadi caleg.”

“Waduh, caleg? Calon legislator? Yang bener, Yu? Memangnya sampean mampu?” « Read the rest of this entry »

Cerpenista Pecas Ndahe

Agustus 12, 2008 § 44 Komentar

Pada mulanya adalah imajinasi. Lalu keinginan menuangkannya dalam bentuk teks yang bersambung. Dan, akhirnya menjadi sebuah cerita pendek. Ki Sanak, ini dia: CERPENISTA.

cerpenista

Adalah Herman Saksono, lelaki sintal anggota Cah Andong, komunitas blogger Yogyakarta, yang mengembangkan situs partisipatif ini.

Kemudian, kawan-kawan penyedia blog hosting dagdigdug mengajaknya dalam sebuah kerja sama strategis.

Maka, Sabtu pekan lalu, keduanya pun bersepakat bergandengan tangan. Kesepakatan itu dirayakan dalam acara tumpengan plus kopdar kerakyatan di Wisma Joglo, Yogyakarta. « Read the rest of this entry »

Tilang Pecas Ndahe

Agustus 11, 2008 § 57 Komentar

Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.

tilang

Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.

Apa kesalahan si pengendara motor? « Read the rest of this entry »

Koruptor Pecas Ndahe

Agustus 8, 2008 § 84 Komentar

Gagasan Komisi Pemberantasan Korupsi yang hendak memberi koruptor seragam sebetulnya lucu juga. Tapi, apakah efektif itu soal lain.

seragam koruptor

Seragam khusus mungkin ndak akan memberi pengaruh apa pun karena urat malu para koruptor di republik ini sudah putus.

Mereka itu nyaris terang-terangan melakukan korupsi. Bahkan tampaknya mereka malah bangga kalau bisa korupsi, lantas petentang-petenteng di layar kaca. Mana mungkin mereka malu?

Jauh lebih penting memberi efek jera dan jerih kepada mereka dan orang-orang yang mau coba-coba korupsi. Caranya, basmi korupsi tanpa pandang bulu. Lalu, hukum berat mereka yang terbukti korupsi. Bila perlu, tambahi dengan denda sebanyak uang korupsinya. Kalau tak punya uang, tambah lagi hukuman penjaranya. Atau ada usul lain?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean memakai seragam?