Dangdut Pecas Ndahe

Agustus 3, 2008 § 137 Komentar

Sebagai blogger, sebetulnya apa sih, peran sampean, Ndoro?

Begitu seseorang pernah bertanya. Saat itu, malam sedang memeluk Jakarta. Selimut gelapnya membungkus sempurna wajah-wajah yang semula terang benderang.

Saya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu. “Peran? Hmmm … Sebagai blogger, kadang saya merasa seperti musikus,” jawab saya sekenanya.

Maksudnya?

“Ya pemain musik, dari pop hingga klasik. Kadang saya memainkan lagu-lagu klasik yang ndak jelas nada dan maksudnya. Mungkin hanya bisa dicerna dengan roso.

Sesekali saya mainkan musik jazz yang penuh improvisasi, keluar dari pakem-pakem irama yang biasa dimainkan musikus lain.

Tak jarang pula saya juga melagukan musik dangdut — musik yang disukai banyak orang itu.

Memang ada sebagian yang menyebutnya musik kampungan, musik rakyat jelata. Tapi, biar saja. Saya ndak munafik. Saya memang sering ikut goyang bila mendengar irama dangdut.” « Read the rest of this entry »

Pandora Pecas Ndahe

Agustus 1, 2008 § 140 Komentar

Apa yang terjadi setelah kotak Pandora terbuka?

Beyond your imagination … and the story goes.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah membuka sesuatu?

Penipu Pecas Ndahe

Juli 31, 2008 § 583 Komentar

Benarkah blogger itu tukang tipu? Seseorang pernah menuduh begitu, entah apa dasarnya, dan menuai hujatan dari delapan penjuru angin.

Ternyata, julukan itu mungkin benar adanya, untuk seorang atau beberapa orang yang mengaku sebagai blogger. Kesimpulan ini saya dapat setelah beberapa hari yang lalu, tepatnya 18 Juli 2008, seseorang mengirimkan email ke saya.

Dia bercerita tentang kelakuan seseorang yang mengaku dirinya sebagai blogger dan telah menipu beberapa blogger. Saya baru mengetahuinya kemarin setelah mengecek email-email yang nyasar ke folder spam.

Siapakah dia? Bagaimana pula modus operandinya? Sebelum membaca kelanjutannya, saya ingatkan posting ini sangat panjang, dan tak seperti biasanya. « Read the rest of this entry »

Psikopat Pecas Ndahe

Juli 29, 2008 § 104 Komentar

Siapakah sebenarnya Very Idam Henyansyah alias Ryan? Seorang psikopat? Gay pencemburu? Atau sekadar begundal kriminal yang haus rupiah?

Saya ndak tahu. Yang jelas, Ryan diduga telah membantai sepuluh orang korban — salah satu rekor pembunuhan terbanyak di Indonesia setelah Ahmad Suraji alias Dukun AS yang menewaskan 42 orang di Sumatera Utara. Korban-korban itu sebagian dikubur di rumah orang tuanya di Jombang, Jawa Timur.

Aksi Ryan membuat publik terhenyak. Mereka tak menyangka ada pemuda berusia 30 tahun dengan sosok yang digambarkan media massa sangat kalem itu ternyata sanggup membunuh. Dia bahkan sampai tega memutilasi salah satu korbannya.

Sebagian kalangan lalu berang dan marah. Mereka mengutuk ulah Ryan. Saya bahkan mendengar tak sedikit komentar yang menuntut agar kelak Ryan dihukum mati atas perbuatannya itu meski persidangan belum dimulai, dan penyidikan polisi justru pun masih berlangsung. Artinya, Ryan belum diputuskan bersalah, Ki Sanak. « Read the rest of this entry »

Lampu Pecas Ndahe

Juli 28, 2008 § 73 Komentar

tips yang simpatik

pesan yang simpatik

Di Jakarta, lampu lalu lintas biasanya hanya menunjukkan durasi nyala lampu dalam detik.

Di Yogyakarta, lampu lalu lintas lebih komplet. Dia juga menampilkan sebuah pesan simpatik: hemat BBM. « Read the rest of this entry »