Sekrup Pecas Ndahe

Maret 24, 2008 § 26 Komentar

Ah, liburan kok terasa cepat berlalu. Setelah libur panjang, eh sekarang sudah Senin lagi. Dan, kita semua harus kerja lagi. Syokor, hahahaha …

Tapi, ndak usah bersedih, Ki Sanak. Mari kita nikmati dan rayakan saja hidup ini. Beginilah nasib kita sebagai sekrup, mur, dan baut dari mesin besar bernama kapitalisme.

Tanpa kita, pabrik-pabrik tak akan mampu bergemuruh. Roda-roda produksi macet. Rejeki seret. Dan kemakmuran tiada terbagikan. Halah.

Ngomong-omong soal pabrik dan kapitalisme, saya mau cerita tentang sebuah blog yang lucu: blog Sekrup. Isinya uneg-uneg sebutir sekrup di sebuah pabrik. « Read the rest of this entry »

Peringatan Pecas Ndahe

Maret 22, 2008 § 24 Komentar

Hampir di setiap pabrik atau kompleks perkantoran, selalu ada tulisan macam begini. Entah maksudnya sekadar memberi tahu atau justru untuk menakut-nakuti.

Masalahnya, mesti lavor ke mana, Ndan? Kalau ndak lavor bagaimana? Saya ndak tahu. Tanyakan saja pada pemilik pabrik di pinggir Jakarta Barat itu.

Sutra Pecas Ndahe

Maret 21, 2008 § 20 Komentar

Kalau tikusnya segede truk ini, lalu sebesar apa kucingnya?

Lantas, apa hubungan antara si Udin dan Sutra? Apakah Udin memang suka memakai “Sutra” atau hanya sekadar model iklan “Sutra”?

Ozawa Pecas Ndahe

Maret 20, 2008 § 42 Komentar

Dari situs Who’s been Googling Maria Ozawa, saya beroleh data seperti ini:

From trends by countries, countries in South-East Asia dominates, and Indonesian is her largest fans. Canada, her former hometown only at the 10th position.

Based on cities, she is the mosts searched in East Java, Indonesia, (Yogyakarta & Surabaya).

Yogyakarta dan Surabaya? Tidak sulit menebak siapa anak Jogja yang sering mencari gambar kabar tentang Miyabi. Begitu juga menerka siapa anak Surabaya yang paling doyan Maria Ozawa.

Sebelum saya sebutkan, silakan ngaku sendiri … Hahahaha …

Flu Pecas Ndahe

Maret 20, 2008 § 9 Komentar

Coba Ki Sanak, sampean baca berita ini:

Indonesia needs more help to rein in the bird flu virus, the UN’s Food and Agriculture Organisation has said. The human death toll from bird flu in the country rose to 100 earlier this year — almost half of the total worldwide fatalities.

Sungguh mencemaskan. Tapi, mengapa yang duduk di singgasana itu diam saja ya? Kenapa malah jalan-jalan ke luar negeri? Apa sudah ndak punya sense of crisis?

“The human mortality rate from bird flu in Indonesia is the highest in the world and there will be more human cases if we do not focus more on containing the disease at source in animals,” said FAO Chief Veterinary Officer Joseph Domenech in a statement on Tuesday.

Apakah kita harus menunggu jumlah korban jatuh lebih banyak?

Kring, kring … “Halo, bisa bicara dengan kebisuan … “