Ajisaka Pecas Ndahe

November 16, 2009 § 70 Komentar

Syahdan di Pulau Majethi hidup seorang satria tampan bernama Ajisaka. Ajisaka berilmu tinggi dan sakti mandraguna. Dia mempunyai dua orang pengikut: Dora dan Sembada. Kedua punggawa itu sangat setia kepada Ajisaka dan sama sekali tidak pernah mengabaikan perintahnya.

Pada suatu pagi yang basah, Ajisaka meninggalkan Pulau Majethi. Ia hendak berkelana melanglang buana. Ia ditemani Dora. Sedangkan Sembada tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi karena menjaga pusaka milik Ajisaka. Sebelum berangkat, Ajisaka berpesan kepada Sembada agar tak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka sendiri — apa pun taruhannya. Sembada menyanggupi akan melaksanakan perintahnya.

Ketika Ajisaka berkelana itulah, di tanah Jawa waktu itu ada kerajaan yang terkenal makmur, tertib, aman, dan damai. Kerajaan itu namanya Medhangkamulan dan dipimpin oleh Prabu Dewata Cengkar, seorang raja yang luhur budinya serta bijaksana. « Read the rest of this entry »

Italia Pecas Ndahe

November 12, 2009 § 101 Komentar

Untuk memberantas korupsi, Italia melancarkan Operasi Tangan Bersih. Hasilnya, banyak korban yang bunuh diri dan meletakkan jabatan karena malu. Kita mungkin perlu meniru Italia.

suapIndonesia mirip Italia pada 1990-an. Wabah korupsi berkecamuk di setiap sudut. Dari yang namanya ”uang rokok” sampai komisi tingkat tinggi berseliweran dengan telanjang. Tak tersentuh.

Di Italia, korupsi sudah sedemikian parah sehingga perlu Operasi Tangan Bersih. Mulai dilancarkan pada awal 1992, temuan-temuan operasi itu membuat orang Italia kaget. Rakyat marah dan mempermalukan para politikus dan pengusaha yang bertahun-tahun menikmati kemewahan hasil korupsi.

Korban pun berjatuhan. Raul Gardini, seorang pengusaha terkemuka Italia yang dijuluki tukang sulap keuangan Italia dasawarsa 1980, bunuh diri karena malu atau tak bisa membayangkan disekap di sel tahanan. Ini kasus bunuh diri ke-12 setelah Operasi Tangan Bersih. Operasi yang dilancarkan Hakim Antonio Di Pietro itu tergolong pemberantasan korupsi terbesar di Eropa.

Di Pietro tidak pandang bulu. Bekas Perdana Menteri Giulio Andreotti dan Bettino Craxi ia seret ke ruang pengadilan. Perdana Menteri Guiliano Amato pun terpaksa mengundurkan diri pada Maret. Padahal pemilihan perdana menteri Italia berikutnya berlangsung September 1993.

Russel Miller, wartawan The Sunday Times Magazine, mewawancarai Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro. Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di The Sunday Times Magazine, pada Juli, 1993.

Tulisan mereka, yang pernah dimuat di majalah Tempo, memamerkan banyak hal. Tentang modus-modus korupsi, kekuasaan yang korup, juga upaya seorang hakim yang tak kenal lelah memberantas korupsi.

Lebih dari itu semua, laporan Miller merupakan karya jurnalistik yang jempolan. Layak dipelajari dan ditiru. Saya sengaja mengutip dan membaginya untuk sampean, sebagai pelajaran tentang bagaimana melawan korupsi. « Read the rest of this entry »

Omelet Pecas Ndahe

November 11, 2009 § 38 Komentar

Revolusi mungkin seperti omelet. Terbuat dari beberapa butir telor yang utuh, dipecahkan, lalu diaduk tak beraturan. Tambahkan tomat dan sedikit irisan daging. Goreng lalu digulung rapi.

Orang suka memesannya sebagai menu sarapan pagi. Dimakan sambil baca koran. Kelezatannya barangkali hanya bisa ditandingi oleh setangkup roti apit isi daging asap yang disantap ketika gerimis jatuh selepas fajar merekah.

Lantas kenapa kenangan tentang revolusi tak pernah bisa jadi nasi basi?

Seorang cerdik nan pandai pernah menulis. ” Karena revolusi mengandung banyak hal. Ada kebuasan yang dahsyat atas nama keadilan. Pengkhianatan yang menyakitkan atas nama kearifan. Darah dan doa, api dan cita-cita, kecutnya keringat dan frustrasi, teriak dan juga harapan terakhir. Segalanya dihimpun dan dipertaruhkan, segalanya dicurahkan dan diikhlaskan. Mungkin sebab itu revolusi adalah sesuatu yang mengandung antitesisnya sendiri.

“Revolusi adalah sesuatu yang melelahkan,” kata Jacques Sole, mahaguru sejarah dari Grenoble. « Read the rest of this entry »

Il Divo Pecas Ndahe

November 10, 2009 § 28 Komentar

Kepahlawanan itu ada di setiap sanubari
Cari dan temukan di sudut hatimu sendiri

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you ….

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Selamat memperingati Hari Pahlawan.

Nothing Wasted Pecas Ndahe

November 4, 2009 § 61 Komentar

Tahukah sampean, berapa banyak warga Jakarta membuang sampah setiap hari? Jakarta memproduksi sekitar 27 ribu meter kubik sampah per hari. Beratnya mencapai 600 ribu ton. Dalam dua hari, tumpukan sampah Jakarta setara dengan Candi Borobudur.

Ke manakah limbah itu dibuang? Di tempat pembuangan sampah, di sungai, di laut, di situ, di jalanan, di mana-mana. Sebagian lagi didaur-ulang. Ya, lebih 60 persen limbah memang dapat didaur-ulang. Dan 50 persen sampah bisa dijadikan kompos.

Daur ulang adalah salah satu aksi yang harus kita dukung dan jalankan terus menerus demi kehidupan yang lebih baik. Sebab daur ulang adalah cara yang sangat baik untuk menghemat energi dan sekaligus melestarikan lingkungan.

Saya menemukan beberapa fakta menarik mengenai daur ulang di situs Let’s Go Green Living:

  • Daur ulang 1 buah kaleng aluminium (biasanya untuk kemasan softdrink), bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan televisi selama 3 jam.
  • Daur ulang 1 buah botol kaca, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan komputer selama 25 menit.
  • Daur ulang 1 buah botol plastik, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu 60 Watt selama 3 jam.
  • Mendaur ulang kertas dapat menghemat listrik sebesar 70% jika dibandingkan dengan memproduksinya dari bahan mentah. « Read the rest of this entry »