Kemiskinan Pecas Ndahe
Oktober 15, 2008 § 52 Komentar
Tuan, tahukah kau tentang si miskin yang rudin? Siapakah mereka gerangan? Dari manakah mereka datang?
Seseorang baru saja memberi tahu — dengan wajah keruh. Ia berbisik ketika bercerita bahwa si miskin adalah tokoh sejarah dengan riwayat yang sangat panjang. Mungkin terlalu panjang. Ia ada sebelum para raja dinobatkan, dan ia tetap ada di zaman ini, sesudah para raja (kecuali di kartu remi) berhenti berfungsi.
Si miskin lahir, anehnya, bersamaan dengan lahirnya si kaya. Di masyarakat yang masih terbatas gerak naik-turunnya, di kalangan puak yang belum mengenal uang yang dimiliki sendiri dan barang yang diperjual-belikan, si miskin adalah tokoh cerita yang ganjil. Mereka tak punya makanan, tak punya teman.
Pernahkah Tuan bersalaman dengannya?
Mungkin belum. Tuan dan puan tentulah enggan berdekatan, apalagi bersalaman dengan mereka, kaum paria. Mereka, si rudin, jelata yang tak bernama datang dari mana-mana, dan bergerombol di mana-mana. Celakanya, sejarah mengajarkan, si miskin akan selalu bersama kita.
Pernahkah Tuan menjenguk rumah kardus mereka? Mengintip nasi kerak di piring mereka? « Read the rest of this entry »
Nguping Pecas Ndahe
September 19, 2008 § 73 Komentar
Pembeli Santun ke Penjual Sop Kaki: “Daging tiga sama kaki dua, udah itu aja. Eh, kakinya yang kanan ya!”
(Semua pengunjung tertegun)
Penjual Sop Kaki: “Mmmm, kenapa harus yang kanan, Pak?”
Pembeli Santun: “Yaaa, biar lebih sopan aja… Kakinya yang kanan gituuu!”
Ha-ha-ha … terus terang saya ngakak membaca potongan percakapan yang juga bisa sampean baca di blog Nguping Jakarta.
Masih banyak lelucon lain di blog yang relatif baru itu, Ki Sanak. Dia pertama muncul September ini. Kata pengasuhnya, entah siapa namanya, blog Nguping Jakarta adalah, “tempat berkumpul para dialog absurd yang berseliweran di kota Jakarta.” « Read the rest of this entry »
Sherina Pecas Ndahe
September 10, 2008 § 93 Komentar
Women are all snakes, they gossip, they backstab, they betray, they’re poisonous, yet they are beautiful. I won’t lie, I’m one of them and I’m proud of it.
Ho-ho-ho …. saya suka sekali kutipan itu. Siapa yang bikin? Ayo tebak! « Read the rest of this entry »
Imajinasi Pecas Ndahe
September 9, 2008 § 74 Komentar
Seorang kawan lama mendadak menelepon tadi pagi menjelang siang. Setelah berbasa-basi melempar kata yang tetap segar karena kami memang selalu menghangatkan percakapan, bagaimanapun caranya, dia mengajukan pertanyaan yang agak sulit saya jawab.
“Jawab dengan jujur. Seandainya kamu punya lebih banyak keleluasaan dan uang, kamu mau bikin apa di Pesta Blogger 2008? Seliar apa sih imajinasimu?” dia bertanya.
“Kenapa sampean ingin tahu imajinasi saya?” saya balik bertanya.
“Ha-ha-ha … sudahlah, nggak usah ngeles!” kata kawan saya seraya tergelak. “Ayo jawab!”
Saya tersenyum kecut. Taktik yang biasa saya pakai untuk membelokkan percakapan ternyata sudah terendus oleh kawan setali jiwa saya itu.
“Saya sudah memaparkan semua rencana di blog Pesta Blogger, sampean bisa membacanya sendiri di sana. Apakah rencana itu bakal terwujud atau tidak, ya mari kita usahakan bersama,” jawab saya.
“Halah, kayak aku ini baru kenal kamu kemarin. Itu kan penjelasan resmi, versi press release. Aku ingin tahu versi isi hatimu … seperti biasanya,” kata teman saya setengah mendesak.
Eits, dia rupanya melempar kail. Apakah saya ikan yang dungu? « Read the rest of this entry »

