Filter Pecas Ndahe
April 11, 2008 § 38 Komentar
Dari sebuah milis, saya mendapatkan diskusi tentang perlu tidaknya filtering situs dan blog yang memposting film Fitna. Seseorang lalu mengusulkan untuk membuat polling di kalangan umat Islam, apakah mereka setuju dengan filtering.
Anggota milis yang lain — sebut saja namanya Mas Pinter — berkomentar, “Kalau umat Islam ditanya apakah mereka ingin filtering, jawabannya saya yakin pasti tidak karena yang mereka minta adalah film tersebut dihapus dari Internet (karena didistribusikan di Internet).”
Filtering, menurut Mas Pinter, diperintahkan Presiden kepada Menteri Kominfo, lalu diteruskan ke ISP, adalah karena nampaknya menghapus film tersebut dari Internet tidak mudah dan butuh waktu atau mungkin karena tak ada yang tahu bagaimana caranya. « Read the rest of this entry »
Blokade Pecas Ndahe
April 9, 2008 § 44 Komentar
Entah karena komunitas IT sudah bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh Senin malam lalu, atau karena sebab lain, saya sudah bisa mengakses kembali situs Youtube dan Multiply melalui jaringan XL mulai tadi malam.
Dua situs itu, juga beberapa situs lain seperti Rapidshare dan MySpace, terblokade sejak Sabtu kelabu pekan lalu setelah Pak Nuh meminta semua anggota APJII dengan segala daya dan upaya membendung film Fitna di mana pun dia berada.
Saya menduga blokade dibuka karena pada pertemuan Senin malam itu ada salah satu petinggi XL yang ikut hadir.
Pada pertemuan itu, Pak Nuh menjelaskan bahwa pemerintah tak berniat menutup situs seperti Youtube. Sasaran pemerintah hanyalah film Fitna. Bahasa tubuhnya menyiratkan bahwa ia tak menduga akibat dari permintaan itu ternyata berekor panjang.
Ketika beberapa peserta pertemuan mengatakan niat itu ternyata memakan korban yang tak perlu, ibarat membakar lumbung hanya untuk mengejar seekor tikus, Pak Nuh berjanji akan membicarakan masalah itu dengan anggota APJII.
Terus terang saya tak tahu apakah pertemuan Pak Nuh dan APJII sudah terjadi atau belum. Yang jelas, untuk sementara ini, akses Internet lewat XL sudah agak pulih kembali.
Sayang, akses melalui TELKOMNet Instan di rumah saya ke Youtube, Multiply, MySpace, dan Rapidshare masih belum bisa. Saya ndak tahu apa sebabnya.
Saya juga tak tahu apakah provider lain juga masih memblokade atau justru sudah membuka akses. Silakan kawan-kawan memberi laporan pandangan mata …
Button Pecas Ndahe
April 8, 2008 § 94 Komentar
Seorang hamba Tuhan mengirimkan button ini. Dia mengatakan maha karya ngeselin ini dibuat, dan kalau bisa disebarkan kepada teman-teman seprofesi saya dan para blogger yang berminat, agar tak terjadi kesalahan dalam mengutip pernyataan seseorang.

Monggo, Ki Sanak. Sampean boleh ikut memakai dan menyebarkan button itu. Tapi, saya ndak ikut tanggung jawab kalau sampean lalu mendapatkan SMS bernuansa ancaman dari yang tokoh yang sering mengirim SMS itu, hehehehe ….
Family Pecas Ndahe
April 7, 2008 § 84 Komentar
Malam ini, para komunitas blogger akhirnya bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh, di lantai 7 kantornya. Saya hanya ingin melaporkan secara singkat bagaimana pandangan Pak Nuh terhadap blog dan blogger.
Komentar itu keluar setelah ada yang bertanya tentang pendapat dan sikap Pak Nuh terhadap adanya seseorang yang menjelek-jelekkan blog dan blogger dan membuat geger ranah blog.
Beginilah jawaban Pak Nuh:
“Saya kira komunitas blogger itu tak perlu distabilo. Sama sekali ndak ada niat kami untuk memusuhi. Kami justru ingin mendorong komunitas blogger sebagai pendorong dinamika baru, pencerahan masyarakat.
Kalau dirunut perjalanannya, di mana saya ikut terlibat, seperti yang pernah saya sampaikan pada Pesta Blogger 2007, saya bahkan mendorong blogger itu sebagai komunitas baru untuk menyebarkan fungsi pendidikan, pemberdayaan, dan memberi fungsi pencerahan masyarakat. Semua itu dikemas dalam bingkai membangun bangsa. Oleh sebab itu blogger itu part of our family.
“Ndak mungkin bapak menyembelih anaknya sendiri. Kalau ada kawan-kawan atau orang yang mengatakan bahwa blogger is our common enemy, ya harus dijawil. Saya kira nanti tugas kami yang akan menyampaikan bahwa ndak ada yg namanya musuh itu.
Kita justru membangun komunitas blogger ini bersama-sama.”
Begitulah Ki Sanak, pandangan dan sikap Pak Nuh sebagai wakil pemerintah, yang resmi dan tak memakai embel-embel “pakar”, terhadap kita semua, para blogger.
>> Baca juga … :
– Laporan lengkap Romi Satrio Wahono
– Mengunduh rekaman pertemuan di blog Pitra.
– MoM in English version di blog Koencoro.
– Cuplikan video berita di SCTV.
Ancaman Pecas Ndahe
April 7, 2008 § 38 Komentar
Seharian ini saya mendapat banyak pertanyaan soal SMS Roy Suryo yang bernuansa mengancam seperti yang termuat di blog milik Didit. Terus terang saya belum bisa berkomentar apapun soal ini.
Pertama, karena saya belum tahu apa isi email yang membuat teman saya itu mengirimkan SMS kepada Didit. Kedua, lantaran saya belum tahu mengapa warga Jogja itu mengirim SMS.
Saya masih berusaha menghubungi warga Jogja yang tadi pagi tampil di acara talk show di Trijaya itu untuk meminta klarifikasi. Moga-moga ada balasan secepatnya. Begitu dapat jawaban, saya akan update posting ini.
UPDATE: RS (warga Jogja) akhirnya membalas SMS tadi malam. Begini isinya:
Wah, SMS baru masuk malam ini. Soal ‘nuansa’ diterjemahkan sebagai ancaman atau tidak, tergantung bagaimana sebenarnya penerimanya… Oh ya, sebagaimana SMS ‘salam’ ndoro kakung yang dilewatkan Hp-nya Enda, tadi pagi (Senin, ketika acara talk show Trijaya), sebenarnya sudah clear antara (pribadi) dia dgn saya lho, jadi kalau malam ini Blogger2 masih mengusung ‘issue lama’, itu namanya kurang wawasan. Termasuk juga yg masih tahunya acara di UBL besok (Selasa), padahal sudah diundur Jumat.