Kawan Pecas Ndahe
April 7, 2008 § 28 Komentar
Apa yang lebih menggembirakan hati selain bertemu kawan-kawan lama dan baru? Apa yang lebih seru dari sebuah reriungan yang hangat? Hanya sampean yang tahu.
Tapi, saya merasakan keriaan yang sangat kemarin ketika menjadi pembicara di BC Blogger Day, di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta. Saya bertemu kawan baru seperti Miund, Raditya Dika, juga teman-teman lama yang terlalu banyak kalau disebutkan di sini. Kami menyempatkan diri kopdar setelah acara BC.
Terima kasih saya untuk sampean semua yang hadir kemarin dan membuat cerah hari. Buat saya, pertemuan kemarin itu menjadi semacam jeda menyenangkan, setelah sepekan yang melelahkan, mengikuti kesengkarutan di ranah blog. Tentang ini dan itu.
Mestinya kita sering-sering bertemu dalam suasana seperti itu, bertukar cerita dan lelucon ringan. Rasanya hidup jadi lebih mudah kalau bertemu kawan-kawan. Jadi kapan kita ketemu lagi?
NB: Adakah yang punya rekaman dialog di Trijaya tadi pagi? Bagi dong …
>> Lihat foto-foto acara kopdar dan BC Blogger Day di blog Pitra dan Flickr.
Kegelapan Pecas Ndahe
April 5, 2008 § 85 Komentar
Sabtu sore ini saya iseng-iseng mencoba akses Youtube. Gagal. Saya pindah ke ke blog-blog yang numpang hosting di Multiply. Gagal. Semua layanan itu tak bisa saya buka melalui koneksi data card XL.
Rupanya surat edaran Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh mulai menunjukkan keampuhannya. Para penyedia layanan Internet patuh dan tak berani melawan.
Surat itu berisi permintaan kepada ISP dan NAP menutup semua akses menonton film Fitna yang kontroversial itu. Tapi, ternyata akibatnya lebih parah dari yang diperkirakan.
Banyak blog yang memanfaatkan Multiply sebagai rumah sudah tak bisa diakses lagi. Padahal saya tahu ada beberapa kawan seperti Maylaffayza dan Anangku yang numpang di sana. Cuplikan-cuplikan materi pelajaran dan kuliah yang ditumpangkan di Youtube juga tak bisa dibuka oleh para pelajar dan mahasiswa.
Memang beberapa perambah Internet melaporkan masih bisa membuka situs-situs itu. Tapi, saya kira ini soal waktu saja. Cepat atau lambat, blokade akan meluas.
Apakah ini tanda-tanda masa kegelapan sudah datang? Pemerintah sudah kelewatan? Apakah ini hanya gara-gara ulah satu ISP? Apakah ini saatnya kita meneriakkan mantra ajaib itu — hanya ada satu kata: LAWAN?
Pemanasan Pecas Ndahe
April 5, 2008 § 44 Komentar
Sebagai pemanasan menjelang Dialog Terbuka itu, Radio Trijaya FM Jakarta (104.6 FM) akan menggelar talk show dengan topik Aktivitas Blogger, Hacker, Cracker & Aturan Hukumnya.
Pembicaranya adalah Roy Suryo (warga Yogyakarta), Enda Nasution (blogger), dan Suparlan (Ketua Panitia Khusus RUU Informasi dan Transaksi Elektronik DPR).
Talk show akan diadakan pada Senin, 7 April 2007, pukul 07.00 – 09.00 WIB alias pagi-pagi sekali — wah, sudah bangun belum ya?
Acara bincang-bincang itu juga disiarkan pada jam yang sama melalui Trijaya Network: Bandung 91.3 FM, Surabaya 104.7 FM, Jember 102.9 FM, Madiun 106.0 FM, dan Semarang 89.8 FM.
Ayo, nyalakan radio sampean dan dengarkan talk show paling hot bulan ini. Kalau bisa sampean ikut meramaikan dengan bertanya lewat telepon.
Oh ya, satu lagi, jangan lupa merekam acara itu ya. Siapa tahu nanti ada salah satu pembicara yang lupa sudah ngomong apa, lalu menuduh telah terjadi pemelintiran™ kata.
Pengamat Pecas Ndahe
April 4, 2008 § 17 Komentar
Kutipan dialog ngeselin di blog sebelah …
“Dia itu pakar, Mas,” jawabnya.
“Pakar? Pakar itu apa, sih? Setahu saya, pakar itu orang yang mempunyai keahlian dalam bidang ilmu tertentu, seperti biologi, kimia, atau fisika. Dia punya kompetensi tertentu. Memangnya orang yang sampean maksud itu benar-benar menguasai ilmu tertentu? Jangan-jangan hanya karena tahu sedikit tapi berani berpendapat, lalu dia dijuluki pakar?”
“Nggak tahu, sih, Mas. Saya cuma ikut-ikut menyebut dia pakar.”
“Kalau begitu, jangan lagi menyebut dia pakar dong….”
“Wah, jadi apa, dong? Pengamat?
Silakan klik di sini untuk membaca lanjutannya.
Dialog Pecas Ndahe
April 3, 2008 § 64 Komentar
Para blogger yang baik,
Roy Suryo baru saja mengirimkan SMS mengenai rencana dialog terbuka dengan para blogger. Isinya, yang juga ada di berita di situs Okezone, begini:
Dab, barusan kupastikan Jumat, 18 April 2008, adalah waktu yang tepat untuk Dialog Terbuka tersebut, tadi sudah kukoordinasikan dgn mbak Sarie dari Okezone/MNC. Semoga OK.
Tapi, aku belum tahu di mana tempat pelaksanaannya. Entar kuinfo lagi bila sudah OK ya to? Yg jelas semua berniat baik dan perlu diapresiasi bersama, ya to? Kalau bisa blogger2 positif hadir.
Jadi nantikan bagaimana sejarah akan ditulis kelak, dua minggu sepekan lagi. Harap bersabar dan tunggu informasi selanjutnya.
Bersiap-siaplah saja, tapi ndak usah bawa parang. Bawalah niat baik, serta pikiran, ide, gagasan, yang cemerlang. Kita bukan hendak berperang, melainkan melakukan dialog. Siapkan diri seandainya nanti terjadi perbedaan. Tak perlu memaksakan diri untuk menjadi sama. Perbedaan itu berkah, rahmat bagi kehidupan.
Salam dan selamat malam Indonesia …
UPDATE: Ternyata Roy Suryo kembali mengirimkan SMS kepada Sarie. Begini isi kopian SMS yang saya terima pada pukul 19.36 WIB…
Mbak Sarie, maaf sekali sebelumnya. Sehubungan dengan aktualnya topik & saya melihat kepentingan yg lebih besar dibalik ini semua, maka — kebetulan karena mendadak saya tgl 18/4 berhalangan — sebaiknya acara saresehan kita “Menumbuhkan Citra Positif Blogger” di-MAJU-kan Jumat 11/4 saja. Ok?
Oalah, Roy … Roy … Jadi catat ya, 11 April 2008, di Universitas Budi Luhur, Jakarta.
>> NB: Tiba-tiba saya baru ingat belum makan sejak tadi gara-gara ngurusin soal ini. Apes, dah …