Duel Pecas Ndahe

April 3, 2008 § 115 Komentar

Sejarah rupanya harus bersabar dan menunggu untuk sementara waktu. Undangan duel dialog terbuka antara Roy Suryo dan blogger di Universitas Budi Luhur, Jakarta, terancam batal. Kenapa?

Setelah membaca undangan terbuka itu, saya segera mengontak Roy Suryo. Dia mengaku belum pernah dikabari siapapun mengenai undangan itu. Kebetulan, pada hari yang sama, ia harus berangkat ke Gorontalo untuk mengajar di Magister Ekonomi Publik, UGM, di Gorontalo. « Read the rest of this entry »

Kesengkarutan Pecas Ndahe

April 3, 2008 § 16 Komentar

Whereof one cannot speak, thereof one must be silent – Ludwig Wittgenstein.

Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi juga tak gampang untuk diam. Kita tak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai.

Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidak-acuhan. Semuanya teka-teki.

Perlukah kita mencerca dia? Haruskah kita melempang-lempangkan garis kata-kata yang dibuatnya secara bengkok?

Mungkin tidak. Karena toh setidaknya kita masih membutuhkan pembicaraan dengan diri sendiri. Kita tidak hanya bertindak. Setiap tindakan memerlukan penghalalan. « Read the rest of this entry »

Pogung Pecas Ndahe

April 2, 2008 § 29 Komentar

Wawan si anak Pogung itu benar-benar dahsyat. Sempat bertengger di urutan teratas, tadi pagi dia mengirimkan pesan lewat YM, mengabarkan situsnya akhirnya nangkring di ranking 4 kontes SEO 2008.

Kompetisi itu memang berakhir pada 1 April 2008. Dan pemenangnya langsung diumumkan. Wawan alias Pogung mendapat hadiah US$ 100 atas prestasinya itu. Padahal tahun lalu Wawan hanya mencapai posisi 6 di kompetisi yang sama.

Rupanya ndak sia-sia bujangan yang satu itu mengotak-atik kode dan menerapkan kemahirannya dalam SEO agar bisa bersaing dengan kandidat lain dalam SEOContest2008.

Dalam pesannya di YM, Wawan mengucapkan terima kasih karena saya telah membantu dia memasang tautan (trackback link) di blog ini. Mungkin berkat blog ini pula, dia bisa mencapai ranking 4 [halah GR].

“Nanti kalau ke Jogja, sampean saya traktir sepuasnya,” kata Wawan.

Oke, Wan. Tunggu saya di Jogja dan selamat atas kemenanganmu. Saya bangga kepadamu. Kamu sekali lagi membuktikan bahwa orang Indonesia tak cuma mahir menerobos situs orang dan hanya suka gambar esek-esek …

Ekstrem Pecas Ndahe

April 2, 2008 § 24 Komentar

Selarik kalimat tiba-tiba nyelonong masuk ke kotak Yahoo! Messenger. Dari id-nya, saya tahu siapa pengirimnya: seorang kawan lama.

“Aha, finally, I know who you are. You guys never take side, yes?”

Saya tersenyum membaca teks itu dan kenapa dia mengirimkannya. Dia memang pembaca setia blog saya ini. Ia mengikuti dengan seksama setiap kata, kalimat, bahkan hingga titik koma dari setiap posting yang ada di blog ini, sejak awal saya mulai ngeblog hingga sekarang.

Tak heran bila dia mengenal saya, terutama sikap dan pandangan saya tentang banyak hal. Kalimat itu merupakan semacam kesimpulan dia tentang semua posting saya yang membahas pelbagai macam isu.

Dan di hari-hari ini, ketika ranah blog berderak-derak oleh pelbagai macam isu, dia merasa sikap dan pandangan saya makin menegaskan sosok saya. Sikap dan pandangan yang sama juga dia temukan pada sosok beberapa blogger lain, seperti Sir Mbilung dan Paman Tyo.

Saya cuma tersenyum dan tak segera bereaksi pada kalimat yang ditulisnya itu, sampai kemudian dia bertanya dari mana dan bagaimana kami bisa mempunyai semacam kesamaan sikap. « Read the rest of this entry »

Arif Pecas Ndahe

April 1, 2008 § 29 Komentar

Hidup memang penuh tikungan kejutan. Siapa sangka kakak kelas saya dulu di Jogja, yang sudah bertahun-tahun tak bertemu, tiba-tiba muncul di ranah blog. Sudah jadi pejabat pula.

Dialah Arif Afandi, Wakil Wali Kota Surabaya, mantan pemimpin redaksi Jawa Pos yang juga pernah jadi pengurus klub sepak bola Persebaya.

Pertemuan di jagat maya ini benar-benar tak disangka. Saya tak pernah membayangkan dia bakal tertarik menulis di media yang dianggap oleh sebagian orang sebagai wilayah yang mirip the wild wild west.

Selamat datang di dunia imajinatif, Rif. Semoga kau betah dan punya napas panjang untuk merawat blogmu. Kapan-kapan kita naik sepeda motor lagi menyusuri selokan Mataram … seperti dulu.

Oh ya, jangan lupa, masih ada satu kawanmu yang nyangkut di Ohio itu. Tolong diuruslah, hahaha …

Where Am I?

You are currently browsing the Blog category at Ndoro Kakung.